Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Events

Juara Dance Competition dan Business Plan dalam School Contest XII

Sama-Sama Minder saat Lihat Performa Lawan

11 Maret 2019, 16: 04: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

juara school contest xii

PERCAYA DIRI: CK Dance Home yang tampil berbusana kura-kura. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Grup dance ini mengusung tema sekaligus berpakaian unik. Kura-kura ninja. Tema itulah yang mengantarkan CK Dance Home dari SMAN 6 Kota Kediri menjadi juara dalam School Contest XII.

HABIBAH A. MUKTIARA

“Kami dari awal sudah optimistis bisa menang. Meskipun sempat minder dengan kontestan yang menjadi juara sebelumnya,” kata Safira Shafa, 18. Gadis ini adalah salah satu personil CK Dance Home, grup dari SMAN 6 Kediri yang tampil di ajang Dance Competition dalam SC XII.

juara business plan sc xii smkn 1 ngasem

JUARA: Tim business plan dari SMKN 1 Ngasem (paling kanan). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

Namun tidak mudah memenangi lomba yang berlangsung di Convention Hall SLG tersebut. Tidak semua anggota tim berada dalam satu angkatan. Safira, dan dua anggota lain, Zaenal Firdaus dan Wahyu, duduk di kelas XII. Sementara empat personil lain;Rizkia, Icha Oktalia, Vera Safira, dan Puri Kharisma masih duduk di kelas X. Beda kelas itu membuat mereka bingung menetapkan waktu latihan.

Karena itulah, untuk melatih atau menghafal gerakan mereka haya berlatih selama satu bulan. Itupun hanya dua kali dalam satu minggu. “Karena kami harus menyamakan jam, jadi kami berlatih di waktu-waktu tertentu,” terangnya.

Bagi anggota CK Dance Home, lomba kemarin bukan pertama kalinya bari mereka. Khususnya di ajangSchool Contest. Tahun sebelumnya mereka juga tampil. Saat itu tema kostumnya adalah zombie. Hanya, tahun lalu mereka baru sebatas menyabet gelar juara ketiga.

Pengalaman tahun lalu menjadi modal bagi mereka untuk tahun ini. Setelah mendapatkan rekomendasi mengikuti School Contest XII. Mereka langsung mencari ide memenanginya. Mereka ingin berbeda dengan peserta lainnya yang mayoritas menggunakan tema serupa. Tahun ini CK Dance Home menggunakan film sebagai bahan inspirasi. Film tersebut adalah film Kura-Kura Ninja. “Untuk Kura-Kura Ninja kami hanya menggunakan sebagai kostum saja. Menyerupai Kura-Kura Ninja,” tutur Safira, sambil mengatakan koreografi mereka dibantu guru dance di tempat latihan.

Sebenarnya, anggota CK Dance Home sempat minder. Sebab, lawan mereka adalah para juara di kompetisi sebelumnya. Namun, perasaan itu berhasil ditepis. Dan sukses merengkuh gelar juara.

Sementara, hal serupa dirasakan tim Business Plan SMKN 1 Ngasem. Tim yang beranggotakan Yeni Nofia, 17, Rindi Putri Oktafia, 18, Selvyana Puri Prameswari, 16, Yolanda Asri Ventiana, 17, dan Ulin Rifa’atus Sholikhah, 16 ini juga tidak menyangka bisa memenangkan lomba.

Yeni tidak akan menyangka dapat menyingkirkan empat peserta lain, dan mendapatkan juara satu. Padahal, ketika perlombaan, Yeni mengaku sempat minder dengan kontestan lainnya. Tidak hanya pernah menjadi juara pertama di lomba sebelumnya, juga karena tim tersebut seperti sangat yakin bisa memenangi ajang tersebut. “Jadi waktu lihat tiba-tiba nge-blank gitu,” aku Yeni.

Setelah mengetahui diikutkan lomba, Yeni bersama dengan kelima temanya langsung mendapatkan ide membuat proposal pembuatan aplikasi ABC. Nama aplikasi ABC merupakan singkatan dari Ayo Belajar Cerdas. Pembuatan aplikasi tersebut bertujuan untuk mengajak siwa belajar di manapun dan kapanpun. Dengan aplikasi tersebut, membuat siswa menjadi lebih cerdas.

Untuk membuat aplikasi tersebut, Yeni dkk membutuhkan waktu kurang lebih selama tiga minggu. Tahapan pertama membuat nama, pembuatan logo, dan filosofi nama.

Tidak hanya itu saja, mereka juga mendesign tampilan aplikasi. Dalam Aplikasi ABC memiliki tiga tampilan berbeda. Mulai dari tampilan orang tua, siswa, dan guru.

Pada layanan aplikasi ABC, terdapat kerja sama antara orang tua dengan guru. “Jadi orang tua dapat memantau anaknya di sekolah, mulai dari perkembangan hingga sikap mereka di sekolah,” imbuhnya.

Sedangkan layanan untuk siswa, tidak hanya bisa melihat tentang materi ataupun jadwal mereka. Karena di dalam aplikasi tersebut disedikan tempat chatting. Siwa langsung dapat menayakan kesulitan kepada guru setiap mata pelajaran.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia