Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi
Pasar Bendo

Dekati Batas Waktu, Kios Harus Steril

10 Maret 2019, 19: 25: 58 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar bendo

BOYONGAN: Sebagian kios di Pasar Bendo yang sudah mulai ditinggal penghuninya, berpindah ke lokasi penampungan. Pasar tersebut akan mengalami renovasi. (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Hari ini adalah batas waktu pedagang kios pasar Bendo untuk pindah ke tempat penampungan pedagang sementara (TPPS). Berdasarkan kesepakatan, kios tersebut sudah harus steril mulai Senin (11/3) besok.

Jadwal pengosongan kios pasar Bendo itu dibenarkan oleh pihak Pemkab Kediri. Minggu ini adalah batas waktu untuk mengosongkan kios. “Berdasarkan schedule yang kami buat memang seperti itu,” ujar pelaksana tugas (plt) Kepala Dinas Industri dan Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih.

Sebagian pedagang kios pun sudah mulai melakukan boyongan sejak Jumat (1/3) lalu. Namun ada beberapa pedagang yang baru memulai proses pindahan beberapa hari terakhir ini. Bahkan ada pula pedagang yang masih berjualan di sana.

Salah seorang pedagang yang sudah mulai mengurusi pindahan adalah Suwito. Pria 55 tahun tersebut mengaku tinggal mengangkut barang-barang yang kecil saja. Sedangkan peralatan dan perlengkapan jualannya telah diboyong ke TPPS jatahnya.

Terkait batas waktu dan sterilisasi kios sendiri, Suwito juga mengaku sudah mengetahui. Pasalnya pemberitahuan dan kesepakatan tersebut sudah disampaikan kepada para pedagang jauh hari. Oleh karena itu, dia sudah mulai membongkar tempatnya sejak mendapatkan nomor undian TPPS.

“Sebagian tidak langsung pindah juga karena faktor keamanan juga. Takutnya saat sudah dipindah ada hilang atau apa-apa,” ungkap pria yang akrab disapa Wito tersebut.

Di kiosnya itu Wito menggunakan kiosnya untuk warung kopi. Namun bukan ia sendiri yang mengurus warungnya tersebut. Melainkan anak lelakinya yang berjualan. Setidaknya sudah tiga tahun kios tersebut digunakan untuk mencari nafkah.

Sementara itu, menurut keterangan ketua RT setempat, Poniran, ada beberapa pedagang yang belum pindah. Beberapa adalah pedagang warung kopi dan jajanan. Menurutnya hal tersebut salah satunya dikarenakan perkakas dan barang yang perlu dipindah relatif banyak.

“Perkakasnya kan banyak. Jadi mungkin besok (hari ini, Red) akan segera diselesaikan pindahannya,” lanjut pria 47 tahun tersebut.

Sebagai ketua RT setempat, ia pribadi berharap nantinya pembangunan pasar Bendo akan menggunakan tenaga warga desanya. Seperti halnya pada saat pembangunan los satu pasar Bendo tesebut. Hanya saja, ia berharap untuk upah yang diberikan bisa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekarang.

Pasalnya ia menilai upah yang diberikan untuk pekerja pada saat membangun los pertama relatif kecil. Menurutnya upah tersebut harus bisa ditingkatkan pada pembangunan Pasar Bendo nantinya.

Untuk diketahui, ada 25 TPPS yang dibangun di sana. Ukuran yang diberikan dalam setiap TPPS sendiri yaitu 3 x 3 meter. Untuk fasilitas TPPS itu dilengkapi dengan aliran listrik untuk keperluan berjualan pada pedagang. Berdasarkan data yang dihimpun koran ini, saluran listrik di TPPS tersebut sudah dialiri daya.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia