Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Identitas Mr X di Kras Masih Jadi Misteri

09 Maret 2019, 15: 17: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

mayat

MASIH MISTERI: Mayat yang ditemukan warga. (Polsek Kras for radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Harapan identitas mayat Desa Nyawangan, Kras bisa terkuak terpaksa pupus. Setelah ada yang mengaku kehilangan keluarga, tetapi begitu dilakukan pengecekan, hasilnya ternyata tidak sesuai.

Menurut Kasihumas Polsek Kras Aipda Didik Wahyudi, telah ada keluarga yang juga sedang kehilangan anggota keluarganya. Bahkan tidak hanya satu keluarga saja. Melainkan ada dua keluarga.

“Tetapi korban tidak sama dengan ciri-ciri keluarga yang mereka cari,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Kediri saat dihubungi melalui sambungan telepon kemarin siang.

Hasil dari keluarga kedua pun tidak berbeda jauh. Pasalnya mereka mencari anggota keluarga yang berumur sekitar 30-an tahun. Sedangkan mayat Mister X tersebut diperkirakan berumur di atas 50 tahun. Sehingga bisa dipastikan bahwa bukan Mister X yang mereka cari.

Lebih lanjut, guna membuka tabir misteri tersebut maka pihaknya pun membawa mayat itu ke RS Bhayangkara Kediri. Yaitu untuk dilakukan visum dan otopsi.

Berdasarkan keterangannya, otopsi sediri dilaksanakan kemarin sore. Pihaknya meyakini akan banyak informasi tambahan yang didapat dengan adanya otopsi tersebut.

Menurut Didik, mayat tersebut telah berada di sungai tersebut sekitar 3-4 hari lamanya. Namun kondisi tubuh masih utuh. Hanya ada beberapa kulit yang tergores atau mengelupas. “Kemungkinan karena gesekan dengan material yang ada di sungai,” tuturnya.

Pihaknya belum berani memutuskan apakah luka memang akibat kekerasan atau kecelakaan. Kepastian itu sendiri baru bisa diambil setelah adanya hasil otopsi itu.

Terkait kondisi Mister X yang ditemukan telanjang bulat, ia memperkirakan ada beberapa kemungkinan. Antara lain Mister X pada saat itu sedang mandi di sungai. Selain itu, mungkin saja korban pada saat kejadian sedang buang air besar.

“Kan biasanya mereka hanya menggunakan sarung saja. Tetapi untuk lebih pastinya menunggu hasil otopsi saja baru bisa disimpulkan,” imbuhnya.

Untuk diketahui, peristiwa itu pertama kali diketahui oleh Moh Toha, 49, warga Desa Pojok, Kecamatan Ngantru. Yaitu pada Kamis (7/3) siang, sekitar pukul 12.30 WIB, dia sedang melintas di pinggir sungai.

Melihat hal tersebut, Toha turun dari kendaraan dan langsung mengecek benda yang mengambang tersebut. Ketika dicek, rupanya benda tersebut sesosok mayat dalam kondisi membusuk. Setelah mengangkat jasad tanpa identitas tersebut, keduanya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kras.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia