Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Show Case

JNE “Ngajak Online” Kediri

JNE Kediri Tawarkan Fasilitas Gudang Bagi UKM

08 Maret 2019, 16: 46: 49 WIB | editor : Adi Nugroho

JNE “Ngajak Online” Kediri

Maret 2019  –  Sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam UKM di Indonesia memiliki peluang besar untuk menghasilkan produk-produk bernilai tinggi. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan mulai dari bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan khas daerah ataupun aneka kerajinan. Produk lokal kini berkembang menjadi lahan industri kreatif yang banyak digeluti UKM dengan memanfaatkan potensi suatu daerah. Hal ini tak lepas dari tuntutan jaman dan kebutuhan konsumen yang semakin meningkat sehingga produsen dalam hal ini UKM harus memutar otak untuk mengembangkan produknya.

Sebagai perusahaan logistik yang telah dipercaya menjadi mitra distribusi para UKM diseluruh penjuru negri JNE merasa perlu ambil bagian dalam era industri 4.0. Selain terus melakukan digitalisasi pada proses bisnisnya,  JNE juga ikut berperan serta dalam memberikan edukasi pada masyarakat umum maupun UKM mengenai  strategi penjualan di era digital.

Tahun ini, JNE kembali menggelar program untuk meningkatkan potensi UKM, yaitu workshop “JNE Ngajak Online 2019” bertema “Mengemas Produk & Strategi Digital’. Workshop 16 kota ini digelar bagi pengusaha dan UKM di daerah secara gratis. Tujuannya adalah produk berkualitas yang dihasilkan UKM dapat dipasarkan secara luas melalui langkah – langkah strategis, salah satunya dengan memperhatikan packaging produk dan tampilan produk sehingga memiliki nilai jual yang tinggi.

Kamis (7/3) JNE menghadirkan Natalie selaku praktisi Digital Marketing dalam “JNE Ngajak Online 2019”di Hotel Merdeka Kediri. Di depan 100 entrepreneur, Natalie memaparkan berbagai hal mengenai pentingnya packaging serta pengambilan foto produk dalam menunjang promosi penjualan. Natalie mengungkapkan bahwa di berbagai daerah di Indonesia, seperti halnya Mojokerto, telah memiliki produk yang kompetitif dan berkualitas, namun masih banyak produsen atau pebisnis yang belum dapat memanfaatkan strategi berjualan online secara maksimal. 

Dalam kesempatan ini hadir perwakilan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Kediri Drs. Tunggul Adi Wibowo, Kasi Pengembangan dan Penguatan Usaha Mikro Kabupaten Kediri yang mengapresiasi kegiatan yang digagas JNE sekaligus dukungan bagi para peserta untuk mengikuti workshop. Ia mengatakan bahwa di era digital marketing UKM juga harus mengikuti perkembangan teknologi informasi. Digital marketing merupakan kesempatan bagi UKM untuk dikenal daerah di Indonesia atau bahkan meraih pasar luar negri.

Selain packaging, UKM di Indonesia juga memiliki tantangan lain untuk mengembangkan usahannya yaitu keterbatasan informasi dan jaringan untuk akses pemasaran, keterbatasan modal, kualitas SDM dan kontinuitas bahan baku. Pengalaman seputar mengelola usaha ini disampaikan oleh Mifta Ainu Rofiq yang merupakan produsen hijab dengan brand Mazoya. Inu merupakan pelanggan setia JNE kediri yang kemudian bergabung sebagai mitra JNE pada tahun 2017. Baginya hal ini menjadi mempermudah business process hijabnya karena mulai dari produksi hingga pengiriman kini bisa Ia tangani sendiri melalui Sales Counter JNE di Jl. Raya Bangkok Barat Kecamatan Gurah.

Hal yang tidak kalah pentingnya, adalah pemahaman tentang cara-cara mau pun strategi distribusi dari produk-produk yang dihasilkan, baik di dalam kota mau pun ke seluruh Indonesia, bahkan pengiriman paket keluar negeri. Untuk memberikan pandangan bagi para peserta terkait dengan strategi pengiriman paket, hadir sebagai narasumber yaitu Samsoedoecha, Branch Manager JNE Kediri.

Samsoe menyampaikan, “UKM di Kediri  memiliki potensi besar karena begitu banyak produk-produk khas dan asli buatan masyarakat disini yang kompetitif untuk dipasarkan ke seluruh nusantara, bahkan luar negeri. Karena itulah JNE hadir dan menyelenggarakan program “JNE Ngajak Online 2019” untuk memberikan inspirasi mau pun pengetahuan lebih kepada para pengusaha di Kediri dan sekitarnya, agar bisnis yang dijalankan dapat terus berkembang dengan meningkatnya angka penjualan”.

Selain penjelasan mendalam tentang strategi distribusi paket serta pemasaran pada e-commerce, JNE juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendaftar langsung menjadi member JNE Loyality Card (JNE) di tempat acara dan langsung mendapatkan 10 bonus poin. JNE Ngajak Online 2019 pun semakin meriah dengan adanya games menarik dan doorprize yang dibagikan dalam kegitan ini.

Di samping menggelar pelatihan, JNE pun mengadakan “JNE Ngajak Ngirim” yaitu program gratis ongkos kirim yang berlaku sehari setelah acara “JNE Ngajak Online” digelar. “JNE Ngajak Ngirim” berlaku di service Reguler untuk pengiriman paket dengan tujuan di dalam kota yang sama, dan pengiriman antar kota dalam 1 provinsi.  Khusus di Kediri, JNE Ngajak Ngirim digelar pada Jumat, 8 Maret 2019. Khusus di hari tersebut JNE memberikan free ongkir untuk pengiriman tujuan Kota dan Kabupaten Kediri.

Program gratis ongkir ini digelar di 16 kota tempat digelarnya “JNE Ngajak Online”, yaitu Lampung, Karawang, Cirebon, Sukabum, Tasikmalaya, Cilacap, Magelang, Madiun, Kediri, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, Jember, Kendari, Ternate, dan Timika. Bukan hanya itu, untuk memaksimalkan dukungan terhadap UKM lokal menuju pasar global, JNE pun telah mempersiapkan layan.an JNE Internasional Shipment yang dapat mendistribusikan paket pelanggan ke lebih dari 250 negara utama di semua benua. (adv)

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia