Senin, 22 Apr 2019
radarkediri
icon featured
Events

Juara Favorit Pemilihan Jaka dan Gadis Batik dalam School Contest XII

Bikin Batik Sendiri, Bersyukur Bisa Menang

06 Maret 2019, 11: 05: 46 WIB | editor : Adi Nugroho

school contest batik favorit

SERASI: Pasangan Christian Eka dan Made Astidevi yang berhasil menyabet gelar sebaga juara favorit dalam pemilihan Jaka dan Gadis Batik di ajang SC XII Minggu (3/3). (Andhika Attar - radarkediri.id)

Kedua remaja ini bertekad mengenalkan batik dengan cara mereka sendiri. Dan itu membuat Made Astidevi Widyasari Darsana dan Christian Eka Putra Hidayat, mendapatkan juara favorit dalam pemilihan Jaka dan Gadis Batik.

IQBAL SYAHRONI

Suasana Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri sangat riuh. Teriakan gembira terdengar dari ratusan penonton. Saling bersahutan mengiringi penampilan pemuda tampan dan gadis cantik di panggung School Contest XII (3/3).

Mereka yang berlenggak-lenggok itu adalah finalis pemilihan Jaka dan Gadis Batik. Ajang tahunan yang berlangsung dalam School Contest. Sementara suara ingar-bingar itu datang dari para pendukung tiap kontestan. Yang merupakan teman-teman satu sekolah dari para peserta.

Teriakan histeris semakin menjadi ketika nama-nama pemenang diumumkan . Termasuk untuk kategori Jaka dan Gadis Batik favorit. Yang dimenangkan oleh Christian Eka Putra Hidayat dan Made Astidevi Widyasari Darsana.

Menariknya, sepasang pelajar itu sama-sama berasal dari sekolah yang sama, SMP Negeri 1 Kota Kediri. Bahkan, keduanya juga teman satu kelas, kelas 8A.

Rasa bangga terlihat di wajah kedua anak itu. Ekspresi kaget juga terlihat. Bahkan, hingga turun dari panggung, kedua anak ini masih menunjukkan ekspresi itu. Ekspresi tak menduga bisa mendapat gelar juara favorit. Tentu saja dengan diliputi kegembiraan.

 “Masih tidak nyangka bisa dapat juara favorit,” tutur Asti.

Keduanya mengaku awalnya ikut pemilihan Jaka dan Gadis Batik karena dipilih oleh guru di sekolahnya. Tak asal dipilih, keduanya juga harus mengikuti seleksi. Mereka berdua memenangkan polling yang diadakan sekolah. Menyisihkan enam kandidat yang lain. Setelah itu keduanya baru didaftarkan untuk mengikuti kontes Jaka dan Gadis Batik dalam School Contest XII.

Enam kandidat yang dipilih itu juga bukan siswa sembarangan. Mereka adalah siswa berprestasi dari sekolah tersebut.  Siapapun yang terpilih memang diharapkan bisa membawa nama baik sekolah di ajang bergengsi tersebut.

Keduanya mengaku, selain poling di sekolahnya, mereka juga diuji kemampuan pengetahuan umum. “Selain itu, juga diuji pengetahuan tentang batik. Karena juga lomba kan tentang batik,” imbuh perempuan berumur 14 itu.

Ia mengaku bahwa sudah mempersiapkan semenjak dipilih untuk menjadi wakil SMPN 1 Kota Kediri sekitar dua minggu. Termasuk mempersiapkan pakaian yang akan dikenakan. Agar terlihat matching. Kepercayaan diri terlihat saat mereka berjalan di panggung. Memamerkan pakaian yang dikenakan. Juga saat mereka memaparkan upaya untuk menjaga seni dan budaya.

“Awalnya nervous, namun lama-kelamaan jadi terbiasa, dan PD aja,” ujar ABG yang akrab dipanggil Chris ini.

Dalam ajang pemilihan Jaka dan Gadis Batik ini peserta diwajibkan memberikan insight. Serta menjelaskan langkah ke depan memperkenalkan dan membuat batik menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Khususnya bagi para remaja.

Karena membawa nama sekolah, keduanya pun bersungguh-sungguh dalam mengikuti kontes tersebut. Bahkan, awalnya kedua murid itu ingin mendapatkan juara pertama dalam perlombaan Jaka dan Gadis Batik. Namun menjadi juara favorit pun mereka juga bersyukur. “Karena juga membawa nama baik sekolah di ajang besar seperti ini,” ujar keduanya.

Meski keduanya juga anggota OSIS, namun untuk persiapan mengenai lomba pun tidak menganggu jadwal pelajaran dan jadwal organisasi mereka. Keduanya sangat senang karena dukungan dari sekolah dan dari keluarga selalu ditunjukkan. Pilihan ternyata tak meleset. Kedua menang sebagai jawara gadis favorit berkat dukungan keluarga, teman-teman, dan pihak sekolah. “Diberikan dukungan, inspirasi, dan pengarahan. Sangat bersyukur sekali,” ucap keduanya dengan gembira.

Suasana di back stage School Contest XII 2019 masih terlihat penuh dengan keluarga, dan teman yang menyambut para juara di hati mereka masing-masing. Banyak yang ingin berfoto bersama mereka. Chris dan Asti tidak terkecuali. Keluarga mereka datang. Sekolah juga datang untuk menyemangati mereka. Selebrasi dan kegembiraan dari panggung utama masih terdengar. Di belakang panggung, kegembiraan terlihat lebih dekat dengan sahabat dan keluarga yang datang menyelamati mereka. 

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia