Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Pelaku Pengeroyok Imam hingga Tewas Dituntut 5 Tahun Penjara

08 Februari 2019, 17: 08: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

pengeroyokan tewas

MINTA KERINGANAN: Para terdakwa pengeroyok Imam setelah menjalani sidang di PN Kabupaten Kediri, kemarin (7/2). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN – Enam pelaku pengeroyokan Imam Suwondo, 32, warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Gurah hingga tewas akhirnya dituntut jaksa, kemarin (7/2). Adalah Sugiono, 30; Agus Setiawan, 23; Endri Prasetyo,20; Ahmad Jaenuri, 21; Moch Rizal, 20 warga Desa Turus, dan Ahmad Yusa, 21, warga Desa Bangkok, Kecamatan Gurah. Mereka dituntut lima tahun penjara.

Sidang tuntutan tersebut berlangsung di Ruang Sidang Kartika Pengadilan Negri (PN) Kabupaten Kediri, Kamis (7/2) sekitar pukul 13.30 WIB. Tuntutan tersebut dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Moch Iskandar. “Menyatakan terdakwa telah melanggar pasal 170 KUHP Ayat (2) Ke 3 KUHP dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan kematian,” ujarnya di dalam persidangan.

 Tidak hanya membacakan tuntutan, Iskandar juga menyebut beberapa pertimbangan. Yang meringankan, enam pelaku yaitu Sugiono, Agus, Endri, Jaenuri, Rizal,dan Yusa belum pernah dihukum, dan merasa menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.

Sedangkan yang memberatkan, perbuatan Sugiono, Agus, Endri, Jaenuri, Rizal, dan Yusa telah meresahkan masyarakat. “Akibat perbuatan terdakwa, mengakibatkan Imam Suwondo meninggal dunia,” tutur Iskandar.

Usai JPU membacakan tuntutan, Hakim Ketua D Herjuna Wisnu Gautama memberi kesempatan terdakwa untuk menanggapi tuntutan yang telah dibacakan. Menanggapi hal tersebut, Sugiono, Agus, Endri, Jaenuri, Rizal, dan Yusa yang didampingi Penasihat Hukum (PH) David Darwis kompak mememinta keringanan hukuman. “Kami tidak melakukan pembelaan, namun mohon dikurangi hukuman,” jawab keenamnya serempak.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, kejadian tidak menyenangkan ini terjadi pada 30 September 2018 lalu. Bermula dari pertunjukan jaranan, kemudian terjadi insiden saling mendorong. Dalam insiden tersebut, membuat Imam Suwondo, 32, warga Desa Banyuanyar, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri meninggal dunia.

Sidang siang itu akhirnya ditunda, dilanjutkan Kamis (14/2) dengan agenda pembacaan putusan. Setelah hakim mengetuk palunya, Sugiono, Agus, Endri, Jaenuri, Rizal, dan Yusa digiring ke sel sementar PN Kabupaten Kediri. 

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia