Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Korupsi Taman Hijau SLG: JPU Siap Hadirkan Lima Saksi

08 Februari 2019, 15: 28: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

korupsi taman hijau slg

BERI KETERANGAN: Perantara proyek Ahmad Safi’i (kiri) dan Dirut PT HUM Rustam saat menjadi saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi Taman Hijau di Pengadilan Tipikor Surabaya (31/1). (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI - Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi Taman Hijau di Simpang Lima Gumul (SLG) dijadwalkan berlangsung hari ini (7/2). Rencananya,  persidangan ini merupakan pemeriksaan saksi terakhir.

Jaksa penuntut umum (JPU) berencana menghadirkan lima orang saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Kelima saksi tersebut adalah pelaksana proyek pembangunan taman.

“Rencananya kami akan menghadirkan pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP) dalam proyek itu,” ujar Kasi Intelijen Kejari Kabupaten Kediri Arie Satria Hadi Pratama melalui Kasubsi Penkum Seksi Intelijen Kejari Anang Yustisia.

taman hijau slg

Korupsi Taman Hijau SLG (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Praktis dalam persidangan ini masih akan membahas teknis pelaksanaan proyek yang melibatkan tiga terdakwa. Yakni Didi Eko Tjahjono, Heny Dwi Hantoro, dan Joko Prayitno.

Lebih lanjut, menurut Anang, PPHP merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki peran vital. Pasalnya, sebagai pejabat penerima hasil, ia adalah orang yang memiliki kompetensi untuk menerangkan proyek itu. Seperti apakah proyek tersebut telah sesuai rencana anggaran biaya (RAB) atau belum.

“Ada yang kurang atau tidak? Sudah sesuai RAB atau belum? Kalaupun ada yang kurang, bagaimana tindak lanjutnya saat itu?” paparnya memberikan kemungkinan gambaran persidangan yang akan berlangsung hari ini.

Lebih lanjut, Anang mengatakan, karena merupakan persidangan pemeriksaan saksi yang terakhir dari JPU, persidangan selanjutnya akan ganti menghadirkan saksi meringankan. Yaitu dari pihak ketiga terdakwa.

Sementara itu, berkaca dari pemeriksaan saksi yang telah dilakukan sebelumnya, JPU merasa yakin bisa membuktikan apa yang menjadi dakwaan mereka. Pasalnya dari fakta persidangan yang terungkap, ada beberapa kejanggalan yang terjadi dalam proses pembangunan Taman Hijau di SLG itu.

Bahkan kejanggalan proyek tersebut terjadi mulaidari proses awal sebelum pembangunan taman berjalan. Yaitu pada saat proses lelang. Berdasarkan fakta persidangan, Safi’i selaku perantara proyek, mengaku, telah memalsu tanda tangan dokumen lelang. Dia memalsukan tanda tangan Direktur Utama PT Harvindo Utama Mandiri (HUM) Rustam.

Selanjutnya pada saat pelaksanaan proyek pun ada beberapa kejanggalan. Seperti adanya perubahan-perubahan item dalam proyek tersebut. Di antaranya indikasi digantinya material atau bahan bangunan untuk taman. Bila semula direncanakan paving, diganti menjadi batu andesit.

Selain soal perubahan item proyek, beberapa fakta lain juga terungkap di sidang itu. Seperti adanya utang progres. Yaitu ada pekerjaan yang belum dilaksanakan tetapi progres pengerjaannya sudah dibuatkan.

Meskipun begitu, Anang menyatakan, pihaknya akan tetap melihat fakta persidangan yang terungkap ke depannya untuk menyusun tuntutan. “Kita akan tetap melihat fakta persidangan yang ada akan mengarah ke pasal mana,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia