Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Akuntabilitas Kota Kediri: Dulu Hanya Bekerja, Kini Berbasis Kinerja

08 Februari 2019, 14: 59: 17 WIB | editor : Adi Nugroho

sakip 2018

APRESIASI: Abdullah Abu Bakar saat menerima penghargaan. (Humas Pemkot Kediri for radarkediri.id)

KEDIRI KOTA – Nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) 2018 Kota Kediri meningkat dibanding tahun sebelumnya. Jika pada 2017 masih bernilai B, pada 2018 naik menjadi BB.

Karena itu, Pemkot Kediri berhak mendapat piagam penghargaan. Penyerahan piagam penghargaan atas akuntabilitas kinerja 2018 diterima langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar kemarin (6/2) di Golden Tulip Galaxy Hotel, Banjarmasin.

Wali kota yang karib disapa Mas Abu ini mengungkapkan, meningkatnya nilai SAKIP Kota Kediri dari B menjadi BB menunjukkan sudah adanya perubahan signifikan di pemkot. Utamanya terkait kinerja birokrasi dalam menggunakan anggaran dan mengadakan kegiatan.

“Ini menunjukkan kebiasaan yang hanya bekerja, (sekarang) menjadi berbasis kinerja. Sehingga bila sudah berbasis kinerja maka efisiensi dan akuntabilitas yang jelas lebih baik,” ujarnya.

Mas Abu menekankan bahwa yang harus diperhatikan adalah performance. Jadi pemerintah tidak hanya berfokus pada output, namun juga outcome-nya atau hasilnya. “Kita harus berpikir dari kegiatan yang dilakukan apa outcome-nya. Ini yang membuat Pemerintah Kota Kediri harus bekerja dengan strategi. Agar outcome-nya juga bagus,” papar kepala daerah 38 tahun ini.

Dengan diraihnya nilai BB, Abu berharap, pemkot terus lebih baik. Apalagi sudah menjadi keharusan bahwa dalam mengelola anggaran pemerintah harus menyejahterakan masyarakat. Nilai BB ini adalah dampak dari kinerja yang telah dilakukan pemkot. “Saya yakin ke depan Kota Kediri jauh lebih baik karena kita sudah membiasakan bekerja dengan basis kinerja,” harapnya.

Kemarin, Abu secara langsung menerima piagam penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. Penyerahan piagam diberikan untuk pemprov dan pemerintah kabupaten/kota.

Kota Kediri merupakan salah satu kota di Jawa Timur yang berhasil meningkatkan nilai SAKIP-nya. Dari sebelumnya, di 2016 mendapat nilai CC, pada 2017 meningkat menjadi B. Lalu pada 2018 berhasil meraih nilai BB.

Dalam sambutannya, Syafruddin mengatakan, penerapan SAKIP di 11 pemprov dan 150 pemerintah kabupaten/kota berhasil menghemat Rp 22,3 triliun. Secara nasional, SAKIP 2018 menghemat pemborosan anggaran Rp 65,1 triliun. “Melalui SAKIP paradigma kinerja pemerintah berubah. Bukan lagi sekadar melaksanakan program kegiatan yang dianggarkan, namun bagaimana melakukan cara yang paling efektif dan efisien untuk mencapai sasaran tersebut,” urainya

Mantan Wakapolri ini menjelaskan, sekarang bukan saatnya bekerja hanya untuk membuat laporan, atau hanya untuk menyerap anggaran, namun sekarang waktunya bekerja fokus dari hilir ke hulu program. Efisiensi bukan hanya tentang cara memotong anggaran, tetapi juga penerapan manajemen berbasis kinerja.

Misalnya penerapan e-government melalui e-budgeting untuk menghindari program siluman yang berpotensi penyimpangan. “Namun realitanya, e-budgeting juga tidak terintegrasi utuh dengan outcome kinerja, sehingga belum mampu mencegah pemborosan. Untuk itu, dibentuklah e-performance based budgeting sebagai program quick win yang harus selesai dalam periode dua tahun mendatang,” jelasnya.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia