Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Tak Miliki Izin, Nekat Paku Reklame di Pohon

08 Februari 2019, 14: 15: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

reklame bodong

BREDEL: Petugas Satpol PP menertibkan salah satu reklame yang ada di PK Bangsa, Pare, (6/2). (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Satpol PP kembali melakukan penertiban reklame kemarin siang (6/2). Kali ini penertiban difokuskan di beberapa jalan utama yang ada di Kecamatan Pare. Total, lebih dari 300 reklame yang disita petugas penegak Perda tersebut.

Dalam penertiban tersebut, pihak Satpol PP langsung menerjunkan dua regu dalam satu kegiatan. Padahal biasanya masing-masing regu dibedakan kegiatannya. Namun tidak dengan penertiban kemarin.

“Wilayahnya luas, reklame yang akan kita tertibkan juga sangat banyak. Makanya kita menerjunkan dua regu langsung,” ujar Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satpol PP Kabupaten Kediri Riswadi kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Beberapa ruas jalan yang disisir oleh petugas di Kecamatan Pare antara lain di Jalan Raya Sekkarno-Hatta, Jalan Dr Sutomo, PK Bangsa dan sekitar Kampung Inggris. Hampir di semua ruas jalan ditemukan reklame yang menyalahi aturan. Baik dari cara pemasangan maupun terkait izinnya.

“Sebagian besar reklame yang kita tertibkan tidak memiliki izin pemasangan reklame. Selain itu juga banyak yang kita tertibkan karena dipaku di pohon,” papar Riswadi.

Reklame yang ditertibkan oleh petugas pun terdiri dari berbagai macam jenis. Antara lain banner, spanduk, umbul-umbul dan baliho. Reklame yang ada di sana pun dari berbagai macam jenis usaha. Seperti produk gawai dan makanan maupun minuman.

Setelah melakukan penertiban hingga pukul 13.00 WIB, petugas pun kembali ke markas dengan membawa ratusan reklame. Totalnya, regu satu mendapatkan 250 buah reklame, sedangkan regu dua sebanyak 122 buah.

Ratusan reklame tersebut kini diamankan di gudang Satpol PP. Ke depannya barang bukti tersebut akan dimusnahkan oleh petugas. “Kami mengimbau kepada pemasang reklame agar mengurus izin pemasangannya terlebih dahulu. Serta pemasangannya pun jangan seperti dipaku di pohon,” pungkasnya.

(rk/rq/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia