Senin, 18 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Kadinkes Jatim: Ayo, Berantas Sarang Nyamuk!

Rendahnya ABJ Jadi Perhatian Khusus Provinsi

04 Februari 2019, 19: 04: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

nyamuk dbd

FOKUS: Kepala Dinkes Provinsi Jatim Kohar Hari Santoso (tengah) saat di Kediri. (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN- Rendahnya angka bebas jentik (ABJ) di Kabupaten Kediri membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur prihatin. Kurangnya pemahaman dan presepsi masyarakat tentang pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menjadi fokus pemerintah sebagai upaya meningkatkan ABJ.

Kepala Dinkes Provinsi Jatim Kohar Hari Santoso menyampaikan, dari pantauan di lapangan, Kabupaten Kediri memang memiliki angka kasus tertinggi di Jatim. Oleh karena itu pihaknya memiliki perhatian khusus untuk Kabupaten Kediri. Dinkes Provinsi mendorong masyarakat untuk tetap melakukan PSN secara rutin.

“Pemberantasan harus dilakukan secara intensif. Maka hari ini (kemarin, Red) kami melakukan kunjungan ke Kabupaten Kediri. Masyarakat harus lebih paham dan bergerak untuk mengatasi angka dengue. Yakni dengan cara PSN rutin,” katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

Kohar menegaskan, PSN tidak hanya satu dua kali saja. Namun harus dilakukan secara berkala. Kemarin, dia dan Dinkes Kabupaten Kediri melakukan kunjungan ke Puskesmas Ngadiluwih. Di sana, kadinkes memberikan edukasi tentang pentingnya PSN rutin.

“Kita berdialog, angka bebas jentik dipantau terus dan kita harapkan bisa meningkat. Kita ingin melihat bak mandi atau bak yang ada airnya bebas dari jentik-jentik,” imbuhnya.

Diharapkan dengan tindakan itu persentase ABJ lebih bagus lagi. Menurutnya hal ini sebenarnya sederhana. Namun kadang masyarakat meremehkan. Untuk menguras bak mandi saja, lanjut Kohar, kadang masyarakat malas. “Itu yang harus kita sadarkan kepada masyarakat. Karena kalau kita fogging saja, tidak diimbangi PSN, maka fogging akan tidak efektif,” tegasnya.

Ditanya terkait antisipasi kejadian luar biasa (KLB), Kabupaten Kediri belum bisa dikatakan KLB. Karena belum bisa dilakukan pendataan perbandingan dengan tahun sebelumnya. Bahkan angkanya juga belum dua kali lipat dari kejadian tahun lalu. Hanya saja, kejadian tahun ini menjadi kasus tertinggi di Jatim. “KLB atau tidak KLB, sarang nyamuk harus tetap berantas,” tegasnya. Di Jatim sendiri, daerah dengan kasus DBD tertinggi lainnya adalah Kabupaten Tulungagung, Blitar, dan Bojonegoro.

Sementara, Kadinkes Kabupaten Kediri Adi Laksono menyebut untuk Kabupaten Kediri sampai saat ini kasusnya mencapai 416 kasus. Dengan angka kematian sebanyak 12 orang. Data itu diperoleh hingga 2 Februari.

“Kami harapkan dengan PSN yang telah dilakukan teman-teman, baik desa, kecamatan, dan masyarakat bisa membantu menurunkan kasus ini,” sebutnya.

Dengan mengurangi sarang nyamuk, otomatis yang sakit juga akan berkurang. Dia mengimbau kepada masyarakat, harus tetap siap melakukan PSN rutin. Yakni satu pekan sekali, itu seperti anjuran bupati dan sekda.

“Jadi selama Februari ini terus gencar melakukan PSN. Tidak hanya hari jumat saja. Tetapi kalau ada waktu senggang bisa disempatkan juga melakukan PSN,” paparnya.

Hingga saat ini sudah ada beberapa desa yang melakukan gerakan PSN secara rutin. Dinkes berharap Maret persentase ABJ-nya bisa meningkat. Otomatis kasus juga menurun. Tetapi, lanjutnya, ini tidak berhenti sampai Maret. Kalau bisa terus dan rutin. “Jangan sampai kita lengah, karena musim hujan masih panjang,” ingatnya.

Untuk diketahui, kegiatan di Ngadiluwih kemarin dinkes mengumpulkan masyarakat. Tujuannya untuk menyamakan pemahaman. Agar tidak salah persepsi PSN itu harus tetap dilakukan. Tanpa biaya dan risiko. Kalau fogging, bisa saja dilakukan untuk kasus-kasus tertentu, namun ada risikonya. Dan ada biayanya. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa fogging hanya untuk senjata pamungkas.

“Selama ini di Kabupaten Kediri di semua kecamatan ada kasus DBD, namun dari data dinkes, yang paling tertinggi adalah di Kecamatan Ngadiluwih, Papar, Kandat, Kras, dan Ringinrejo,” sebut Adi.

Lanjut Adi, pemantauan jentik berkala seharusnya dilakukan setiap tiga bulan. Begitu ada lonjakkan atau penurunan ABJ, itu pasti ada sesuatu dan PSN harus digalakkan. Kalau ada yang rajin PSN, tetapi tetangga sebelah tidak melakukannya maka sama saja. “Karena setelah menetas, nyamuk bisa menuju rumah-rumah lain yang ada mangsanya,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia