Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Features

Jelang Imlek, Bersihkan Patung Dewa dan Altar di Kelenteng

Berhati-hati Urusi Kimsin Usia 2 Abad

30 Januari 2019, 13: 30: 54 WIB | editor : Adi Nugroho

SUCI HATI DAN PIKIR: Seorang umat Tri Dharma membersihkan kimsin yang ada di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong kemarin. Prosesi itu berlangsung menjelang Imlek.

SUCI HATI DAN PIKIR: Seorang umat Tri Dharma membersihkan kimsin yang ada di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong kemarin. Prosesi itu berlangsung menjelang Imlek. (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA- Banyak persiapan yang dilakukan menyambut Hari Raya Imlek yang jatuh pada Selasa (5/2) mendatang. Salah satunya seperti yang dilakukan keluarga besar Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri. Altar dan patung dewa-dewi di dalam kelenteng mulai dibersihkan sejak beberapa hari terakhir.

Ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Prajitno Sutikno mengatakan, pembersihan area dalam kelenteng ini dilakukan tujuh hari sebelum Imlek. Dalam waktu tujuh hari ini, tepatnya kemarin, dewa-dewa diyakini sedang pergi ke kahyangan.

“Dewa-dewa melaporkan baik buruknya perilaku kita selama satu tahun ini. Dilaporkan pada Tien atau Tuhan. Itu kepercayaan kita,” kata Prajit.

Memang, lanjut Prajit, untuk persiapan tujuh hari sebelum Imlek, umat Tri Dharma melakukan doa sembahyang atau sang sin. Menurut keyakinan mereka, sembahyang tersebut bertujuan untuk mengantarkan dewa-dewa ke langit.

“Pagi kami sembahyang. Sore kami laksanakan bersih-bersih. Karena hanya saat itulah, selama tujuh hari ini kami diperbolehkan untuk bersih-bersih altar dan patung atau kimsin,” terangnya.

Nah, selama dibersihkan tersebut patung atau kimsin dewa-dewi di kelenteng dalam keadaan kosong. Ritual sebelum bersih-bersih tersebut menjadi keharusan. Istilahnya, ritual dengan cara berdoa itu merupakan ritual pamitan atau izin sebelum bersih-bersih. “Jadi kita menghantarkan beliau-beliaunya sekaligus izin untuk membersihkan,” ujarnya.

Ada 16 altar di kelenteng yang terletak di Jalan Yos Sudarso tersebut. Tapi jumlah  kimsin atau patungnya lebih banyak lagi. Satu altar bisa berisi dua sampai lima patung. Ada satu altar yang ditempati 8 kimsin. Sehingga totalnya bisa mencapai 60 lebih patung.

“Ada Makco Thian Shang Sheng Mu, Dewi Kwan Im, Dewa Kwan Kong. Yang paling banyak adalah Makco,” imbuhnya.

Ada satu patung Makco yang usianya mencapai 200 tahun alias dua abad. Itu mengacu pada usia kelenteng yang kini menginjak 202 tahun. Karena itu mereka harus hati-hati dalam melakukan pembersihan patung tersebut.

Selain kehati-hatian, sebelum melakukan pembersihan petugas harus lebih dulu membersihkan hati dan pikiran. Sebab, yang dibersihkan adalah tempat suci.  “Tidak boleh ada berpikiran yang aneh-aneh. Karena patung atau kimsin usianya sudah tua, maka harus hati-hati juga,” jelas pria asal Kelurahan Balowerti ini.

“Yang kayu karena usia, itu ada yang sudah kena rayap. Kita harus hati-hati karena dalamnya kosong,” sambungnya.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Kediri, puluhan umat Tri Dharma dari Kota Kediri dan sekitarnya bersama-sama membersihkan area dalam kelenteng kemarin. Pembersihan dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka menggunakan air yang dicampur bunga mawar serta diberi sedikit sabun untuk membersihkan. Hal ini karena cukup banyak noda yang menempel pada altar tersebut.

Sedangkan untuk membersihkan patung, hanya menggunakan air kembang saja. Kembang mawar yang digunakan memiliki aroma wangi. Sementara, alatnya adalah kapas dan kain halus.

“Yang membersihkan semua umat yang (punya waktu) senggang. Karena kelenteng bukan milik pribadi, maka kami umat kelenteng secara bersama bersih-bersih,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia