Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Lagu Penyemangat Persik Buat Merinding

Noktah Hitam, Pilihan Chant

18 Januari 2019, 16: 37: 11 WIB | editor : Adi Nugroho

PEMERSATU : Lagu penyemangat yang tepat untuk persikmania bisa jadi pemersatu suporter.

PEMERSATU : Lagu penyemangat yang tepat untuk persikmania bisa jadi pemersatu suporter. (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA- Tak lengkap rasanya ketika suporter sepakbola tidak menyanyikan lagu untuk mendukung tim kebanggaannya saat bertanding. Sebab, teriakan nyanyian itu tak hanya memantik semangat pemain, bahkan sejumlah lagu penyemangat (chant) pun memiliki makna yang dalam.

Seperti salah satu chant dari suporter Persik Kediri yang berjudul Noktah Hitam. Tak banyak yang tahu selama ini chant tersebut ternyata terkenal bisa membuat siapa pun pendengarnya merinding. Terlebih ketika dinyanyikan ribuan pendukung Persik saat bertanding di Stadion Brawijaya.

Salah satunya adalah Roni, menurutnya setiap berada di stadion dan menyanyikan chant tersebut, dia selalu merinding. Bahkan saat pertama kali mendengar dia juga sempat menitikkan air mata.

“Chant ini tidak seperti lagu lainnya, menurut saya sangat menyentuh dan bisa membangkitkan semangat siapa pun yang mendengarnya, terutama pemain,” kata suporter asal Gurah ini.

Menurutnya, chant tersebut sangat menggambarkan semangat juang para pemain saat bertanding. Terlebih lirik yang digunakan juga cukup asing di telinga. Ya, karena memang sebagian liriknya berasal dari bahasa sansekerta.

Menurut Mohan, suporter dari kelompok suporter Cyber Extreme (CX) memang sejumlah lirik dari chant ini diambil dari bahasa sansekerta. Kandungan liriknya pun memiliki makna tersendiri. “Dulu yang menciptakan dari teman-teman, kita buat bersama,” kata Mohan.

Dari keterangan Mohan, dari riwayat sejumlah sumber, bahwa chant ini mirip seperti yang digunakan saat pasukan kerajaan Kadhiri melakukan perang. Apabila sekarang biasa disebut yel-yel. Yel-yel ini merupakan sebuah penyemangat saat perang.

“Namun sama teman-teman beberapa kalimatnya ada yang diubah. Tetapi intinya kami dari CX ingin memperkenalkan kultur budaya Kediri melalui sepakbola,” ungkap Mohan.

Tentunya pengubahan tersebut menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Ada beberapa kata yang artinya cukup dalam, selain Noktah Hitam (Bercak hitam) Panji Ungu Kami, yang menggambarkan warna kejayaan Persik yakni ungu. Salah satunya ada kata Praja Agni.

Praja sendiri dalam bahasa sansekerta diartikan sebuah kota, sementara Agni adalah api. Hal ini tak lepas dari kata Dhahanapura nama Kerajaan Kadhiri kala itu yang berarti Kota Api.

Sementara kata yang sangat khas, bahkan sering didengar oleh warga Kediri adalah Djojo Ing Bojo yang artinya mengalahkan marabahaya. Serta kata terakhir yakni Djajati Persik Kediri yang juga tertulis di jersey Persik.

Di mana menurut sejarahnya, kata Djajati terdapat dalam Prasasti Ngantang yang berangka tahun 1057 Saka (1135 M). Terpahat dalam batu dengan menggunakan aksara dan bahasa Jawa kuno. Dalam prasasti Ngantang tersebut tertulis “Panjalu Jayati” yang artinya Kediri Menang.

Dengan ini harapan dari dinyanyikannya chant Noktah Hitam oleh suporter tersebut, Persik Kediri bisa selalu meraih kemenangan dan semangat pada setiap pertandingan.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia