Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Harga Emas Stabil setelah Turun

Perhiasan Emas Masih Diminati Masyarakat

16 Januari 2019, 12: 34: 31 WIB | editor : Adi Nugroho

TURUN HARGA : Pilihan perhiasan emas di salah satu pedagang. Saat ini perhiasan emas masih tinggi peminat karena harganya yang stabil meski sempat mengalami penurunan.

TURUN HARGA : Pilihan perhiasan emas di salah satu pedagang. Saat ini perhiasan emas masih tinggi peminat karena harganya yang stabil meski sempat mengalami penurunan. (Ramona Valentin - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA- Tidak berbeda dengan bahan makanan seperti cabai yang identik mengalami fluktuasi harga. Pun dengan perhiasan emas. Harganya sempat turun sejak November 2018. Harga perhiasan emas Rp 590 ribu/gram menjadi Rp 563 ribu/gram dengan kadar emas 100 persen.

Menurut Erwin, 36, pemilik toko emas yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto, harga emas memang dipengaruhi pasar dunia. “Terpengaruh kurs dolar. Harganya pun berbeda dengan harga emas murni,” terang Erwin.

Harga perhiasan emas pada November 2018 sebesar Rp 590 ribu per gram. Tetapi tak lama setelah itu, turun di harga Rp 563 ribu per gram. Erwin mengakui bila tren harga emas tidak bisa ditentukan berdasarkan ketersediaan emas atau daya beli masyarakat.

Melainkan hasil ketentuan dari tingkat dunia, mulai dari harga emas hingga kurs dolar yang ikut memengaruhi. “Ada rumus hitungannya,” terangnya. Pria berkacamata ini memaparkan per Januari 2019, harga emas kembali ke titik stabil. Di mana per gram seharga Rp 583 ribu, dan harga tersebut belum mengalami perubahan hingga kemarin (15/1).

Untuk perhiasan emas dengan kadar 40 persen seperti yang ia jual saat ini dijual dengan kisaran harga Rp 275 ribu hingga Rp 300 ribu per gram.  Daya beli masyarakat terhadap emas per pertengahan Januari 2019 cenderung tinggi di perhiasan cincin. “Ada yang beli untuk perhiasan ada yang untuk nikahan,” terang Erwin.

Hal serupa juga diungkapkan Nina Prihatini, 36,  karyawan di salah satu toko emas yang berada di Jalan Sriwijaya. “Memang sempat turun harganya, untuk perhiasan dengan kadar 70 persen sempat Rp 440 ribu per gram. Per Januari kembali lagi jadi Rp 450 per gramnya,” ungkapnya sambil menujukkan emas.

Ia menceritakan bila pemilik toko emas setiap hari meng-update harga emas dunia melalui televisi kabel untuk menentukan harga jual perhiasan. Harga emas diakuinya tidak bisa diprediksi, dalam sekali perubahan bisa bertahan lama bahkan bisa berubah dalam hitungan hari.

Tak berbeda dengan emas muda yang berkadar 40 persen, emas berkadar 70 persen pun yang sedang diburu adalah perhiasan cincin. “Kalau untuk daya beli stabil, hanya tujuannya berbeda. Ada yang suka berhias emas, ada yang untuk ditabung dan dijual lagi,” tuturnya. Ia mengatakan, bila emas masih kerap dipilih karena lebih ringan dipakai dan mudah disimpan.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia