Kamis, 21 Feb 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Satpol PP Jaring Delapan Pelajar Bolos

Hafalkan Pancasila dan Nyayi Indonesia Raya

16 Januari 2019, 11: 53: 38 WIB | editor : Adi Nugroho

JANGAN DIULANGI: Petugas Satpol PP Kota Kediri melakukan pendataan terhadap pelajar SMP dan SMA yang tepergok membolos saat jam pelajaran sekolah, kemarin.

JANGAN DIULANGI: Petugas Satpol PP Kota Kediri melakukan pendataan terhadap pelajar SMP dan SMA yang tepergok membolos saat jam pelajaran sekolah, kemarin. (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA–Satpol PP Kota Kediri menjaring pelajar SMP dan SMA yang membolos, pagi kemarin. Tim aparat penegak perda ini mengamankan delapan siswa yang sedang kongko di warung kopi (warkop). Padahal, saat itu jam pelajaran sekolah masih berlangsung.

    “Kami dapati mereka masih berseragam sekolah sedang berada di tiga warung kopi,” kata Kabid Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Tramtibum) Satpol PP Kota Kediri Nur Khamid.

Awalnya, anggota mendapatkan aduan dari masyarakat. “Langsung kami datangi. Pertama, di warung kopi di dekat simpang empat Muning,” ungkap Khamid.

Dari warung Muning dijaring satu pelajar SMP. Pagi itu, sekitar pukul 08.00 WIB. Namun, siswa ini tidak berada di sekolahnya. Dari rumahnya di Desa/Kecamatan Semen, seharusnya rute sekolahnya tidak melewati warung tersebut. Makanya, dia pun dibawa ke markas satpol PP di Jl Veteran Kota Kediri.

Tak hanya di Muning, di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota Kediri didapati enam pelajar sedang berada di warung kopi. Saat didatangi, mereka hendak beranjak. Namun langsung diberhentikan untuk dimintai keterangan. “Menurut baju seragamnya, keenamnya pelajar SMA dan SMK di Kediri,” terangnya.

Selain dari pengaduan masyarakat, Khamid menjelaskan bahwa sekitar pukul 09.30 WIB timnya juga menemui pelajar SMK di warung kopi, Jalan Penanggungan, Kelurahan Bandarlor, Kecamatan Mojoroto. “Langsung saja, kami bawa ke mako satpol PP untuk pendataan dan dimintai keterangan,” urainya.

Para pelajar tersebut diberikan pembinaan sembari menunggu dijemput pihak sekolah dan orang tua. Selain itu, mereka diminta menghafalkan Pancasila dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. “Ini agar menumbuhkan rasa nasionalisme. Harapannya, ke depan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang tua dan dirinya sendiri,” tutur Khamid.

Pada awal tahun 2019 ini, dia menyatakan, akan mengintensifkan patrol. Itu demi mencegah pergaulan bebas muda-mudi di Kota Kediri. Termasuk, membolos saat jam pelajaran, minum minuman keras (miras), hingga tindak asusila. “Harapannya pelajar membolos berkurang dan pengawasan dari guru serta orang tua terhadap pelajar semakin meningkat,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia