Minggu, 24 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Politik

Bangga Kediri Kian Maju

Matangkan Hibah Politeknik Kediri ke Polinema

11 Januari 2019, 14: 09: 18 WIB | editor : Adi Nugroho

GEMBIRA: Seorang mahasiswa menyalami Menristekdikti usai acara kuliah tamu. Sang mahasiswa senang karena mendapat hadiah laptop dari menteri.

GEMBIRA: Seorang mahasiswa menyalami Menristekdikti usai acara kuliah tamu. Sang mahasiswa senang karena mendapat hadiah laptop dari menteri.

KEDIRI KOTA- Kondisi tantangan pendidikan tinggi di Indonesia selama ini sangat berat. Untuk itu pemerintah berusaha maksimal untuk memperbaiki sistem pendidikan yang ada. Termasuk di Kota Kediri, upaya memasukkan kampus negeri di kota ini pun semakin gencar dilakukan.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dalam kuliah tamu di Politeknik Kediri menjelaskan bahwa saat ini SK program studi di luar kampus utama (PSDKU) Politeknik Negeri Malang (Polinema) sudah dalam proses.

“Saat ini kita memang sedang mengembangkan pendidikan vokasi seperti politeknik yang ada di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah di Kediri ini. Semoga penegerian Politeknik Kediri bisa segera terwujud dengan adanya PSDKU dari Polinema,” ujarnya.

Sebagai salah satu orang yang pernah menimba ilmu di Kota Kediri, Nasir merasa bangga Kota Kediri telah berkembang menjadi lebih baik. Karenanya, lulusan SMAN 1 Kediri ini juga memberikan dorongan moral kepada mahasiswa Politeknik Kediri yang hadir dalam kuliah umum. Dia memberikan contoh suksesnya beberapa lulusan politeknik di Indonesia dari beberapa bidang dengan menggunakan teknologi sebagai penopang utama usaha yang dilakukan. Para peserta pun dibuat semakin bersemangat dan antusias dengan kuliah umum yang diberikannya.

Dia juga menyinggung keberadaan perguruan tinggi abal-abal yang dulu sempat menjadi momok masyarakat. Bahkan jumlahnya banyak sekali hingga mengeluarkan ijazah palsu.

“Dengan terpaksa saya tutup perguruan tinggi tersebut. Banyak yang kena korban, karena menggunakan ijazah palsu. Kalau itu terjadi lagi akan menjadi malapetaka,” tegas menteri yang juga lulusan Ponpes Al Islah Bandarkidul ini.

Undang-undang menyatakan bahwa apabila ada perguruan tinggi yang menggunakan ijazah palsu maka rektornya akan terkena pidana 10 tahun penjara. “Bagi yang megang ijazah palsu akan kena pidana 5 tahun. Makanya jangan sampai melakukan hal itu,” tegasnya.

Nasir menjelaskan perlu adanya perubahan dalam sistem perkuliahan yang sifatnya bertatap muka langsung. “Kita perlu tinjau PTN dan PTS yang menerapkan sistem face to face. Kita tinjau dan evaluasi, kalau perlu akan kita perbaiki sistemnya,” imbuhnya.

Disinggung keberadaan Universitas Brawijaya di Kota Kediri, Nasir menyampaikan bahwa merupakan PSDKU pengembangan dari kampus pusat yang ada di Malang. “Kami siapkan untuk UB, oleh karena itu Universitas Brawijaya harus kami lihat fasilitas yang tersedia di sini,” jelasnya.

Sementara Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan di 2019 ini perguruan tinggi yang akan meluluskan mahasiswa harus terakreditasi. Jadi harapannya, Politeknik Kediri bisa segera mendapatkan status baru sebagai Politeknik Negeri.

“Kami sudah urus SK penetapan hibah ke Polinema. NPHD sedang proses. Kami berharap SK PSDKU Polinema bisa segera diterbitkan,” ujar Mas Abu.

Saat ini, keberadaan Politeknik Kediri bagi Mas Abu adalah sebagai wujud Pemerintah Kota Kediri untuk meningkatkan human development index. Dengan berkembangnya dunia pendidikan, khususnya pendidikan vokasi, berkembangnya Politeknik Kediri dapat meningkatkan kualitas dan rasa kompetitif Kota Kediri.

“Kami dari Pemkot Kediri terus mendorong Poltek Kediri agar menjadi semakin bagus. Mahasiswa di sini juga sudah diakui oleh perusahaan-perusahaan, banyak yang sebelum lulus ini sudah di-booking dan ada beberapa yang kerjasama dengan UMKM di Kota Kediri dalam bidang mesin produksi dan publikasi usaha,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia