Jumat, 18 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bengkel Kerajinan Kayu Hangus Terbakar

Api Diduga berasal dari Puntung Rokok

10 Januari 2019, 11: 13: 37 WIB | editor : Adi Nugroho

PADAMKAN KEBAKARAN: Petugas Memadamkan Kebakaran (PMK) Kota Kediri menyemprotkan air ke titik api yang masih membara di bengkel kerajinan kayu Gang 4, Jalan Mauni, Kelurahan Dermo, Kecamatan Kota Kediri, Selasa malam.

PADAMKAN KEBAKARAN: Petugas Memadamkan Kebakaran (PMK) Kota Kediri menyemprotkan air ke titik api yang masih membara di bengkel kerajinan kayu Gang 4, Jalan Mauni, Kelurahan Dermo, Kecamatan Kota Kediri, Selasa malam. (Habibah Anisa - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA– Suara sirene truk petugas memadamkan kebakaran (PMK) terdengar meraung keras, Selasa malam (8/1). Kendaraan menuju lokasi bengkel kerajinan kayu milik Hidayatul Nuril, 49, di Gang 4, Jalan Mauni, Kelurahan Dermo, Kecamatan Kota Kediri.

Di sana si jago merah tengah mengamuk. Api berkobar menghanguskan bangunan. Meski kebakaran bengkel sekitar pukul 23.40 WIB itu sudah berhasil dipadamkan secara manual oleh warga, baranya masih menyala.

Kobaran api yang meninggi memang sempat membuat warga khawatir. Pasalnya, lokasi kebakaran di Gang 4 Jalan Mauni itu merupakan permukiman yang padat penduduk.

“Hingga saat ini kami masih mendalami penyebab kebakaran,” ujar Harjono Lukmono, Kabid Sumber Daya Aparatur dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Kediri, kemarin.

Berdasarkan keterangan yang didapatkan Jawa Pos Radar Kediri, awal kebakaran tersebut ditengarai sekitar pukul 23.25 WIB. Kali pertama yang mengetahui adalah Sigit Wijaya, 50 , warga Kelurahan Dermo, yang saat itu sedang melintas di depan rumah.

Melihat ada kobaran api, dia segera memberitahu warga yang lain. Para tetangga yang tengah beristirahat kala itu sontak keluar rumah. Mereka spontan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Pemadaman api pun dilakukan secara manual menggunakan selang air.

Sebagian warga yang lain pun lekas menghubungi petugas pemadam kebakaran. Sekitar 15 menit kemudian, PMK Kota Kediri datang ke tempat kejadian perkara (TKP).

Meski api terlihat sudah padam, asap masih terlihat mengepul. Bahkan suasana di dalam bengkel itu masih terasa panas. “Dugaan awal, api berasal dari puntung rokok yang membakar gergajian kayu,“ kata Harjono.

Ketika PMK sedang membasahi lokasi kejadian, api sempat kembali menyala. Akibat kejadian tersebut, atap bagian belakang bengkel kerajinan kayu seluas 4 x 10 meter tersebut ambruk.  

Meski begitu, kebakaran itu tidak menyebabkan korban jiwa. Namun akibat kejadian tersebut, kerugian pemilik bengkel diperkirakan sampai jutaan rupiah. “Ketika kejadian saya dalam keadaan tertidur, saya baru bangun ketika mendengar teriakan warga,” ungkap Nuril.

Ketika terbangun, laki-laki yang 12 tahun menekuni pembuatan kerajinan tangan dari kayu tersebut melihat api sudah membakar hampir setengah bangunan. Kendati tidak ada korban jiwa, Nuril memperkirakan kerugian kebakaran hingga sebesar Rp 25 juta.

Ini karena di bangunan yang terbakar, ada beberapa alat, seperti mesin gergaji duduk, mesin poles, serta bahan baku. “Selain itu biaya bangunan yang terbakar,” imbuhnya.

Selama menekuni usaha pembuatan alat pijat, Nuril mengungkapkan, rutin melakukan pengecekan arus listrik. Namun selama ini, ia tidak tidak menemukan kabel yang terkelupas atau terbakar di salah satu titik.

“Saya hanya bisa ikhlas karena ini memang musibah. Saya menunggu hasil penyelidikan dari pihak berwajib,” ungkap Nuril.

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                             

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia