Jumat, 18 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Bawang Putih Tembus Rp 20 Ribu Per Kg

08 Januari 2019, 11: 57: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

MULAI MAHAL: Pedagang Pasar Setonobetek saat melayani pembeli bawang putih. Harga yang mahal membuat pembeli mengurangi jumlah.

MULAI MAHAL: Pedagang Pasar Setonobetek saat melayani pembeli bawang putih. Harga yang mahal membuat pembeli mengurangi jumlah. (Ramona Valentin - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA- Harga bawang putih kembali naik. Pasalnya, ketersediaan bumbu dapur ini kian menipis. Penyebabnya pun tak jauh beda. Yaitu cuaca yang tidak menentu.

Jika sebelumnya harga Rp 16 ribu per kilogram, kini hanya Rp 20 ribu per kilogram. Kenaikan tersebut berlangsung sejak hari Selasa lalu (1/1). “Ini (harga) merata, hampir semua bahan makanan naik harga. Walaupun tidak mahal, namanya pembeli ya tetep protes,” ungkap Riyatun, 38, pedagang rempah dan sayur Pasar Setonobetek.

Kenaikan harga bawang putih berlangsung sejak memasuki awal tahun 2019 (1/1). Harga jual bawang putihnya senilai Rp 20 ribu per kilogram, dengan harga jual eceran sebelumnya senilai Rp 16 ribu.

Kenaikan tersebut diakuinya terkait stok bawang putih. “Bawang putih berbeda ya dengan bawang merah, rata-rata petani bawang putih di Jawa Tengah,” imbuhnya saat dijumpai Jawa Pos Radar Kediri.

Hal tersebut baginya adalah salah satu faktor yang memengaruhi ketersediaan bawang putih di pasar. Kenaikan harga pada bahan makanan ini juga dipengaruhi musim, musim hujan dianggap lebih lembap dan membuat kondisi barang cepat lunak dan membusuk.

Untuk daya beli bawang putih diakuinya stabil, konsumen tetap membeli walaupun mengurangi porsi membeli. “Kalau biasanya mampu membeli satu kilogram, ini hanya membeli seperempat kilogram,” katanya.

Pedagang lainnya di Pasar Setonobetek Suwarno juga mengatakan hal sama. “Barang masih ada, tapi harganya naik, karena stoknya tidak banyak,” ungkapnya.

Bawang putih baginya adalah rempah-rempah yang setiap hari diburu konsumen untuk kebutuhan memasak. Diakuinya bila bawang putih merupakan bahan baku untuk membuat bumbu, baik memasak maupun bumbu untuk menggoreng lauk. Sehingga daya beli konsumen untuk bawang putih tetap stabil dan berlangsung setiap hari.  

Kenaikan harga tersebut berlangsung secara merata, karena sebagian besar pedagang eceran Pasar Setonobetek mengambil barang dari Pasar Grosir Ngronggo.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia