Jumat, 18 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Omzet Pedagang Blok A Pasar Setonobetek Naik

07 Januari 2019, 15: 40: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

pasar setonobetek

SUASANA BARU: Dini Alimashar bertransaksi dengan Amalia, kosumennya, yang membeli keranjang anyaman dan kemucing di lantai dua Blok A Pasar Setonobetek, Kota Kediri (5/1). (Ramona Valentin - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA - Ganti tahun, ganti suasana. Begitulah kondisi lantai dua Blok A Pasar Setonobetek. Di lantai yang menyediakan kios dan los untuk pedagang gerabah, abrakan, dan pakaian bekas impor ini mulai banyak dikunjungi. Transaksi pun berlangsung.

Dini Alimashar, 40, salah satu pedagang gerabah di Blok A Pasar Setonobetek, mengakui mulai ramainya transaksi itu. “Alhamdulillah pelan-pelan mulai ramai pembeli dan tahu kalau gerabah pindah di sini (lantai dua),” ungkapnya saat ditemui Jawa Pos Radar Kediri (5/1).

Semenjak memasuki awal tahun, Dini menceritakan, pengunjung juga kerap menilai kondisi blok A lantai dua pasar. Hal tersebut juga terlihat dari omzetnya yang mengalami peningkatan sekitar lima persen.

Perempuan ini mengakui, keunggulan pedagang Pasar Setonobetek adalah memiliki jam buka toko lebih lama. Waktunya dari pagi hingga malam. Diungkapkannya, pembeli merasa senang karena kondisi lantai dua lebih bersih, teduh, tidak becek saat hujan.

Namun tidak jarang pula pembeli mengeluhkan rasa lelah saat menaiki tangga yang berjumlah sebanyak 25 anak tangga. “Terutama untuk kalangan lanjut usia, mereka walaupun tua juga sering belanja gerabah,” paparnya.

Bila usia konsumennya tidak muda lagi, Dini mengatakan, mereka sering mengeluhkan lelah kaki, lutut hingga pinggang yang cenut-cenut. Itu terjadi setelah menaiki tangga.

Makanya, Dini mengungkapkan, para konsumennya terkadangmemilih untuk memborong atau berbelanja lebih dari satu produk. Itu agar tidak kembali menaiki tangga. Ia berharap, agar ke depannya disediakan lift khusus untuk lanjut usia. Ini supaya mereka tetap bisa berbelanja di lantai dua sekaligus meringankan fisiknya.

Masih di lokasi yang sama, Sopiah, 43, yang berdagang abrakan (gerabah dari tanah liat, anyaman bambu), pun mengakui demikian. “Memang butuh waktu untuk prosesnya, kondisi saat ini lebih ramai daripada awal buka kios dulu,” tuturnya.

Kondisi tersebut, lanjut dia, secara tidak langsung ikut mempengaruhi pendapatannya sebagai pedagang abrakan. Walaupun masih belasan kios yang buka dan terisi, lantai dua blok A ini terlihat lebih ramai dikunjungi konsumen secara bergantian. Mereka datang dan pergi.

Di sebelah timur lantai dua, menurut Sopiah, juga sudah terlihat kios yang tertata rapi. Produk yang ditawarkan, seperti gerabah, plastik hingga baju bekas. Ketika pengunjung mulai berdatangan, kondisi lantai dua Pasar Setonobetek mulai dikenali, dagangannya pun kerap dibeli.

“Untuk pendapatan pelan-pelan bertambah, karena pelanggan dan pembeli yang baru sudah mulai nengeri (menandai) bagian gerabah dan abrakan di sini,” imbuhnya.

Sementara itu, Saiful Yazin, Direktur PD Pasar Jayabaya yang telah menjalankan masa baktinya pada 31 Desember 2018, juga menjelaskan terkait inovasi Pasar Setonobetek. “Program ke depan terkait sarana dan prasarana bisa dilaksanakan setelah melihat sejauh mana perkembangan pasar,” terangnya saat dikonfirmasi melalui telepon seluler (ponsel)-nya, kemarin.

Yazin mengakui, bila inovasi juga dibutuhkan agar pasar kerap dikunjungi pembeli. Namun, untuk kepastian waktunya ia belum mengetahuinya. Apalagi, dirinya sudah pensiun per 31 Desember lalu. Hingga kemarin, masih belum diketahui yang akan menggantikannya.

“Nanti juga bisa dilanjutkan pejabat baru terkait inovasi pasar yang akan dikembangkan,” pungkasnya.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia