Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Empat Pemain Jaranan Divonis 7 Bulan

Terbukti Terlibat Mengeroyok

05 Januari 2019, 13: 27: 15 WIB | editor : Adi Nugroho

TERIMA HUKUMAN: Terdakwa Agus, Yohanda, Eko, dan Dwi dibawa petugas menuju sel tahanan sementara setelah mengikuti persidangan di PN Kabupaten Kediri (3/1).

TERIMA HUKUMAN: Terdakwa Agus, Yohanda, Eko, dan Dwi dibawa petugas menuju sel tahanan sementara setelah mengikuti persidangan di PN Kabupaten Kediri (3/1). (Habibah Anisa - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN – Kasus pengeroyokan yang terjadi saat pertunjukkan jaranan di Desa Baye, Kecamatan Kayenkidul akhirnya memasuki tahap vonis. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Kediri memutus keempat pelakunya yang merupakan pemain jaranan bersalah.

Mereka sama-sama diganjar hukuman tujuh bulan penjara. “Keempat terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana,” terang Ketua Majelis Hakim D. Herjuna Wisnu Gautama dalam persidangan yang digelar Kamis lalu (3/1).

Tiga dari keempat terdakwa itu berasal dari Kecamatan Ngasem. Mereka adalah Agus Utomo, 30, warga Dusun Kweden, Desa Karangrejo; Yohanda Setiawaan, 23, warga Jalan Mirin, Desa Ngasem; dan Eko Jatmiko, 22, warga Dusun Kale, Desa Wonocatur.

Sedangkan satu terdakwa lagi adalah Dwi Prasetyo, 28, warga Dusun Bolo, Desa Senden, Kecamatan Kayenkidul. Begitu mendengar vonis hakim yang dibacakan sekitar pukul 13.30 WIB di ruang Tirta PN Kabupaten Kediri itu, para pelaku pengeroyokan itu tertunduk lemas.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Lestari menuntut Agus, Yohanda, Eko, dan Dwi dengan hukuman delapan bulan penjara. Mereka dianggap terbukti melakukan tindak pidana melanggar pasal 170 ayat (1) ke 2 KUHP tentang kekerasan. 

Saat persidangan sebelumnya, pada 16 September 2018 lalu terungkap insiden ini terjadi saat pertunjukan seni jaranan di Desa Baye, Kayenkidul.  Pada saat itu, Saskia Dandi Andarista terjatuh ketika berusaha menghindar dari penari yang mengunakan kepala banteng.

Akibat terjatuh, Dandi digotong oleh Agus dkk ke tengah pertunjukan. Mereka lantas memukuli dan menginjak-injak bersamaan. Bahkan Agus sampai memukulkan kepala bantengan yang terbuat dari kayu ke kepala Dandi. Akibat kejadian tersebut, Dandi dilarikan ke RSUD akibat tak sadarkan diri.

Adapun pertimbangan yang meringankan hukuman Agus dkk adalah berbuat sopan selama persidangan. Selain itu, keempatnya menyesal dan tidak mengulangi perbuatannya. Sedangkan hal yang memberatkan, perbuatan Agus dkk meresahkan masyarakat dan minimbulkan luka bagi Dandi.

Setelah membacakan putusan, Herjuna pun memberikan kesempatan Agus, Yohanda, Eko dan Dwi untuk memberi tanggapan. Mereka diberi kesempatan untuk menerima, menolak atau mengajukan banding dengan putusan tersebut. ”Saya terima yang mulia,” jawab keempatnya serentak.

Setelah hakim mengetuk palunya, Agus, Yohanda, Eko, dan Dwi pun kembali dibawa petugas ke sel tahanan sementara PN Kabupaten Kediri.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia