Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Features
Penangkal Si Nyamuk Nakal

Waspada Bahaya Demam Berdarah!

01 Januari 2019, 14: 53: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

demam berdarah

Nyamuk Demam Berdarah (Ilustrasi: Afrizal - radarkediri.id)

Kecil, namun mematikan. Itulah yang bisa digambarkan dari seekor nyamuk demam berdarah. Satu gigitan saja, jika tidak ditangani dengan tepat, bisa menyebabkan kematian.

          Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu dokter di Rumah Sakit Aura Syifa dr. Taufan Hidayat.“Mulai dari demam, badan terasa panas, hingga menyebabkan kematian pada manusia,” imbuhnya.

          Namun, penyakit tersebut masih bisa disembuhkan. dr. Taufan menjelaskan bahwa penyakit demam berdarah terdiri dari empat fase setelah digigit oleh nyamuk aedes aegypti.

dokter taufan

dr Tauhan Hidayat (Iqbal Syahroni - radarkediri.id)

          Fase pertama, atau biasa disebut grade 1 adalah panas fluktuatif yang terjadi kepada orang yang terkena gigitan. Sekilas terasa seperti panas biasa, namun biasanya memasuki hari ke-empat suhu tubuh naik drastis hingga mengakibatkan orang yang terkena gigitan nyamuk ini akan merasa lemas.

          Ketika pada grade 1 tidak kunjung diberikan perawatan medis seperti memberikan obat panas, maka akan naik ke grade 2. Pade fase ini, orang yang terkena penyakit demam berdarah akan mendapatkan bercak merah di bagian tubuh mereka.

          Pada grade 2, kebanyakan orang baru merasa sakit lemas yang terus-terusan, dan banyak yang mulai memeriksakan kesehatan mereka ke puskesmas atau rumah sakit. “Semakin naik grade nya, semakin turun tingkat kesembuhannya dari penyakit,” imbuhnya.

          Dari munculnya bintik merah pada tubuh tersebut, jika orang tersebut sudah mengalami pendarahan melalui gusi maupun dari hidung (mimisan, Red), berarti orang tersebut sudah memasuki grade 3.

          Orang-orang yang sudah memasuki grade 3 penyakit demam berdarah harus diberikan penanganan ekstra dari tim medis. Karena, jika sudah memasuki grade 4, atau yang paling akhir, maka tingkat kesembuhan mengecil. “Perawatan juga harus lebih intensif,” imbuh Taufan.

          Pada grade 4, orang akan mengalami pucat, shock, dan kesadaran dari dalam diri menurun. Tidak sedikit orang yang sudah memasuki grade 4 demam berdarah akan berujung pada kematian.

          Hingga saat ini, masalah tersebut masih banyak terjadi di Indonesia. Karena penyakit demam berdarah sendiri juga tidak memandang musim. Namun memang terbanyak pasien yang sudah ditangani di puskesmas atau rumah sakit pada musim hujan, karena udara lembab.
          Taufan menjelaskan bahwa sebaiknya jika mengalami panas yang tidak kunjung sembuh harus diperiksakan ke puskesmas atau rumah sakit untuk periksa darah. Karena, ketika leukosit atau trombosit menurun, diduga kuat bahwa pasien tersebut terkena demam berdarah. “Lebih cepat diperiksakan lebih baik, agar penyakit tersebut tidak naik hingga ke grade 2, atau lebih,” terangnya.

          Memang hingga saat ini harus tetap digencarkan edukasi terhadap masyarakat terhadap bahaya demam berdarah dengan cara mencegah nyamuk-nyamuk nakal yang datang dan menyebarkan penyakit ketika manusia sedang tidak sadar.

Langkah pencegahan serangan nyamuk demam berdarah

1.     Lakukan 3M (Menguras Bak Mandi, Menutup Bak Mandi setelah diisi ulang, Mengubur barang bekas yang menampung air hujan) karena nyamuk dapat meletakkan telurnya di dalam air.

2.     Lebih baik setelah diisi ulang air diberikan abate/bubuk pemusnah jentik nyamuk, opsi lain, pelihara ikan cupang karena suka memakan jentik nyamuk

3.     Di dalam kamar usahakan jangan dibiarkan lembab, jaga tempo sirkulasi udara dan pencahayaan.

4.     Untuk menghindari tempat bersembunyi nyamuk, usahakan untuk terus membersihkan kamar seminggu sekali.

5.     Perlindungan saat tidur oleskan penangkal nyamuk pada tubuh, dan tutupi badan yang sekiranya belum terolesi dengan menyeluruh, atau gunakan obat nyamuk bakar, elektrik, atau semprot, tergantung preferensi dari masing-masing.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia