Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Persik Berambisi Lolos ke Liga 1

01 Januari 2019, 14: 34: 55 WIB | editor : Adi Nugroho

persikmania

PELECUT SEMANGAT: Aksi Persikmania di Stadion Brawijaya Kediri. (Didin Saputro - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA - Kemenangan Persik Kediri pada babak Final Liga 3 Nasional tak hanya membuat tim berjuluk Macan Putih ini mendapatkan anugerah jawara musim ini. Persik juga panen penghargaan individu maupun tim. Setidaknya, tiga gelar mereka rebut.

Tiga gelar itu adalah top scorer, best player, dan fair play team. Top scorer atas nama Septian Bagaskara dengan 21 gol. Kemudian pemain terbaik direbut kapten kesebelasan Galih Akbar  Febriawan.

persik

PEMAIN TERBAIK: Galih Akbar, kapten Persik Kediri. (Didin Saputro - radarkediri)

“Persik dinilai menjadi tim paling bersih dari ratusan peserta Liga 3,” ujar Manajer Persik Benny Kurniawan, mengomentari predikat fair play team yang disematkan pengelola liga kepada mereka.

Menurut Benny, penilaian itu didasarkan dengan karakter permainan Persik. Mereka jarang sekali melakukan pelanggaran pada lawan. Hingga menjadi tim yang merupakan pengumpul kartu peringatan paling sedikit sepanjang Liga 3.

Kondisi itu bisa terjadi karena faktor kedisiplinan pemain. Benny menambahkan, dalam setiap laga Persik, wasit sangat jarang mengeluarkan kartunya untuk pemain mereka. Bahkan, jika ada pelanggaran pemain juga tak pernah melawan keputusan wasit. Bila ada, sang kapten Galih dengan cepat akan melerai dan menahan kawan-kawannya.

Sikap Galih itu juga yang membuat pemain bernomor punggung 93 ini mendapat predikat pemain terbaik. Meskipun secara formalitas merupakan hasil penilaian PSSI, pemain tersebut dianggap layak mendapat gelar tersebut.

Beny menyampaikan rasa syukur atas apa yang dicapai timnya. Menurut Beny, semua ini sebagai awal Persik untuk bangkit kembali.

“Apalagi selain menjadi juara, Persik juga mendapat penghargaan-penghargaan lain. Ini bisa membuat motivasi bagi kami untuk memberikan yang terbaik ke depan,” kata Beny.

Menurutnya capaian ini tak lepas dari kerja keras semua pihak. Mulai dari pemain, pelatih, pengurus, manajemen, juga Persikmania.

Sementara gelar yang diperoleh Bagas sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang Liga 3 ini juga tak lepas dari rekam jejak pemain satu ini. Pernah mengikuti pelatihan di Manchester, Inggris, membuat Bagas tampil apik selama Liga 3 ini. Peran sentral Bagas sangatlah penting bagi Persik. Pasalnya pemain bernomor punggung 10 itu memang menjadi andalan sebagai pencetak gol. Terutama saat mendapat umpan bola-bola atas. Dengan mudah pemain jangkung ini melesatkan tandukannya hingga mengancam gawang lawan.

“Bagas memang punya kelebihan bola-bola atas. Termasuk sebelum masuk Persik, dia sudah menguasai kemampuan tersebut,” jelasnya.

Selama ini sebagian besar gol yang diciptakan Bagas memang mengandalkan umpan lambung yang dieksekusinya dengan sempurna. Kecepatannya dalam menyambut bola atas tersebut juga tak perlu diragukan lagi. Hingga selama musim ini, dari penyisihan hingga final Bagas telah menorehkan 21 gol bagi Persik Kediri.

Ditanya kesiapan ke depan, Beny mengaku masih belum merencanakannya. Saat ini tim dan pengurus masih istirahat. Yang jelas untuk menyambut Liga 2 nanti Persik Kediri akan lebih maksimal lagi.

“Yang jelas saya berharap dengan kembalinya mental juara ini, bisa menular di Liga 2 nantinya, hingga Persik bisa kembali lagi ke Liga 1,” harap Beny.

Panen Gelar di Liga 3

Juara Liga 3         : Persik Kediri                         Trofi+Uang Rp 300 juta

Fair Play Team     : Persik Kediri                         Trofi fair play

Best player                    : Galih Akbar Febriawan                   Bola emas

Top Scorer           : Septian Satria Bagaskara      Sepatu emas

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia