Jumat, 18 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Travelling

Meriahnya Festival Tahu Kuning Kediri

31 Desember 2018, 19: 30: 59 WIB | editor : Adi Nugroho

festival tahu

TAHU TERBANG: Warga Kediri dan sekitarnya berjubel menunggu pembagian tahu kuning dalam Festival Tahu Kuning di SLG. (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KABUPATEN - Tanah lapang di depan Bank Daerah, di area SLG, kemarin padat oleh warga. Terik matahari tak mereka hiraukan. Terlebih saat ribuan potong tahu kuning dibagikan oleh panitia Festival Tahu Kuning 2018. Ribuan orang itu segera mengacungkan tangan. Berebut menerima potongan tahu kuning yang melayang setelah dilempar panitia.

“Luar biasa antusiasme pengunjung yang datang. Kami perkirakan jumlahnya mencapai puluhan ribu pengunjung,” ujar Ketua Panitia Festival Tahu Kuning 2018 Gatot Siswanto seusai acara.

Tak hanya kaum pria saja yang antusias untuk berebut tahu, perempuan pun juga demikian. Bahkan tidak sedikit anak-anak yang turut orang tua menunggu untuk mendapatkan tahu.

Sekitar pukul 10.00 WIB tahu tersebut dibagikan dengan cara dilempar. Pengunjung pun sudah bersiap untuk menangkapnya. Namun, tak jarang ada tahu yang luput dari genggaman. Jatuh ke tanah dan hancur. Ada pula pengunjung yang harus rela tertimpuk tahu kuning.

Dari antusiasme pengunjung tersebut, Gatot mengaku sangat senang. Menunjukkan banyak yang tertarik dengan acara tersebut. Terlebih dengan adanya tahu kuning itu sendiri. Pria yang akrab disapa Gatot tersebut optimistis bahwa ke depannya tahu kuning akan semakin dikenal lagi.

Gatot menerangkan, festival tersebut dapat dimaknai sebagai sebuah pemicu. Yaitu agar semakin diminati oleh pasar. Ia berharap acara tersebut dapat menjadi embrio untuk lahirnya lebih banyak lagi perajin tahu kuning di Kabupaten Kediri.

Apalagi saat ini bisnis oleh-oleh wisata dan tahu kuning sedang dalam tren yang positif. Berdasarkan keterangannya, jumlah pengunjung dan pembeli di beberapa tempat oleh-oleh meningkat tajam. Peningkatan omzetnya juga tidak main-main. “Ada sekitar 400 persen peningkatan omzet para pelaku UMKM pada saat liburan seperti ini,” terangnya.

Terkait adanya aksi saling dorong dan pengunjung yang berusaha merangsek ke depan, ia mengaku akan melakukan evaluasi ke depannya. Lebih lanjut, ia bersama panitia lainnya akan merumuskan formula yang tepat untuk festival tahu kuning tahun depan.

Sementara itu, pameran UMKM yang berada tak jauh dari lokasi festival tersebut juga dibanjiri pengunjung. Pada hari pertama, Sabtu (29/12) pengunjung masih berkisar di angka tiga ribuan orang. Namun, kemarin jumlah pengunjung diakuinya mengalami peningkatan yang sangat tajam.

“Pada hari ini (kemarin, Red), baru setengah hari saja pengunjung sudah ada sekitar tujuh ribuan orang. Soalnya banyak juga pengunjung festival tahu yang juga ikut mengunjungi pameran,” papar Kabid Produksi Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopumik) Kabupaten Kediri Tunggul Adi Wibowo kepada koran ini.

Lebih lanjut, jumlah pengunjung tersebut sudah sesuai target yang ditetapkan pihaknya. Sedangkan untuk target omzet selama pameran, ia mengaku belum sempat merekapnya. Namun, secara kasat mata, ia menilai penjualannya sangat tinggi.

“Terutama untuk produk makanan, minuman, dan aksesoris sangat banyak diminati oleh pengunjung pameran,” papar pria yang akrab disapa Tunggul tersebut.

Untuk diketahui, ribuan tahu kuning tersebut didapatkan dari perajin di tujuh kecamatan di Kabupaten Kediri. Antara lain dari Kecamatan Ngancar, Ngadiluwih, Kandat dan Ngasem.

Lebih lanjut, tahu kuning yang ada di festival tersebut tidak ada yang menggunakan bahan pengawet kimia. Adapun tahu kuning tersebut diawetkan dengan cara direndam dengan garam krosok lalu divakum. Perendaman atau pengawaetan itu sendiri dimulai sekitar sepuluh hari yang lalu.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia