Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Sebagian Masih Tempati Bidak Lama

Tidak Semua Pedagang Pasar Loceret Direlokasi

29 Desember 2018, 13: 04: 36 WIB | editor : Adi Nugroho

SIAP DITEMPATI: Bangunan pasar Loceret siap ditempati Januari nanti. Sayangnya, tidak semua pedagang bisa menempati bidak yang dibangun dengan dana alokasi khusus pemerintah pusat itu.

SIAP DITEMPATI: Bangunan pasar Loceret siap ditempati Januari nanti. Sayangnya, tidak semua pedagang bisa menempati bidak yang dibangun dengan dana alokasi khusus pemerintah pusat itu. (ANWAR B BASALAMAH - RADARKEDIRI.ID)

NGANJUK – Sebagian pedagang di Pasar Loceret harus bersabar lebih dulu. Pasalnya, setelah rehab selesai, tidak semua pedagang akan direlokasi ke tempat baru. Tahun depan, puluhan pedagang masih tetap menempati bidak lama di sebelah barat bangunan baru.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk Heni Rochtanti mengatakan, jumlah pedagang di Pasar Loceret sebanyak 90 pedagang. Rencananya, sebanyak 70 pedagang akan direlokasi ke los dan bidak baru di sebelah timur. Sedangkan 20 pedagang sisanya, tetap menempati bidak lama di sebelah barat. “Tidak semua pedagang direlokasi,” kata Heni kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Dengan kondisi tersebut, berarti ada dua jenis bangunan di Pasar Loceret. Yakni, pedagang yang berjualan di bangunan baru dan tempat lama. Permasalahannya, setelah direhab, bangunan baru memang lebih layak digunakan untuk berjualan.

Heni mengungkapkan, rehab Pasar Loceret menggunakan dana alokasi khusus (DAK).  Sehingga, alokasinya hanya dimanfaatkan untuk satu kali rehab. Karena itulah, rehab bidak di sebelah barat menunggu perencanaan anggaran di tahun berikutnya. “Kalau memakai DAK lagi tidak bisa. Harus diupayakan lewat APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah),” terang perempuan berkacamata ini.

Lebih jauh Heni menjelaskan, penyerahan bangunan dari dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) ke disperindag baru dilakukan Januari 2019. Setelah itu, disperindag akan menata pedagang yang direlokasi ke tempat baru. “Proyek sudah selesai, tinggal penyerahan bulan depan,” tandasnya.

Untuk DAK tahun depan, menurut Heni giliran rehab di Pasar Sukomoro dan Pasar Berbek. Total anggarannya sekitar Rp 3 miliar. Pada 16 Januari nanti, disperindag akan diundang ke Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk membicarakan rincian anggaran di setiap pasar.

Untuk diketahui, setiap tahun pemerintah pusat mengucurkan DAK untuk rehabilitasi pasar tradisional. Pada 2017, ada rehab Pasar Baron dan Pasar Lengkong. Sedangkan tahun ini, selain di Pasar Loceret juga di Pasar Warujayeng. Kemudian, sejumlah pasar lainnya diusulkan rehab di tahun mendatang. Yaitu, Pasar Kerep di Kecamatan Bagor, Pasar Gondang, Pasar Pace, dan Pasar Rejoso.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia