Jumat, 18 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Features
Saraswati Clothing

Produksi Limited Edition, Beromzet Puluhan Juta Tiap Bulan

Rubrik Inspirasi

28 Desember 2018, 14: 57: 12 WIB | editor : Adi Nugroho

Saraswati Clothing Collection

Saraswati Clothing Collection

Yeni Saraswati memiliki kesibukan  layaknya seorang ibu muda.Yakni mengurus rumah dan merawat anaknya yang masih SD. Luar biasanya, di tengah kesibukannya yang sangat padat, ibu  ini mampu menemukan waktu untuk menjalankan bisnisnya sebuah butik pakaian online lokal dari Nganjuk, dengan brand Saraswati Clothing, hingga kini ia bisa menghasilkan omzet puluhan juta rupiah. Bagaimana bisa?

Bisnis Butik Pakaian Online.

“Pertamanya adalah hobi jadi bisnis,” kata Yeni mengawali sesi wawancara dengan reporter.

Hobinya membuat gambar baju membawa Yeni sukses membangun usaha butik pakaian wanita di Nganjuk.

Saraswati Clothing Collection

Saraswati Clothing Collection

Dengan brand Saraswati Clothing, ia membuat dan menjual beraneka jenis baju khusus wanita.Mulai tunik, blous, gamis, outer, inner, hingga celana panjang.

Sekarang Yeni memiliki gerai butik di Jalan DR. Sutomo tepatnya di depan RSUD Nganjuk. Kesuksesan Yeni tidak lepas dari strategi pemasarannya yang memanfaatkan teknologi online, social media, dan kualitas baju yang prima.

Tentang kelebihan butiknya Yeni menjawab bahwa produksinya memang terbatas untuk tiap modelnya. “Kalo butik kan selalu limited edition. Kita bikin tiap model gak banyak, jadi kesannya selalu exclusive,” ujarnya.

Yeni mengatakan, ekslusivitas ini membuat beda dengan beli baju di toko biasayang kadang ketemu di jalan ada saja kembarannya. “Di samping itu ibu-ibu yang pesan disini selalu diukur detailnya, pasti pasla. Apalagi mereka udah lihat sendiri bahannya,” sambungnya.

Omset Puluhan Juta sebulan.

“Yang pertama kalo ngomong bisnis berarti harus ngomongin penjualan,” kata Yeni mengawali. “Kemudian yang kedua, jangan pernah mengecewakan customer, apalagi kita saya bangun brand sendiri. Jadi baik buruk nama Saraswati Clothing tergantung kepuasan customer terhadap kualitas baju,” ujar Yeni.

Yeni mengatakan, untuk yang ketiga bahan pakaian harus bagus. Hal ini karena pakaian itu dipakai harus nyaman, adem. “Jadi yang memakai juga puas kemudian repeat order deh,” lanjute Yeni lantas tersenyum.

Selain itu semua, yang terakhir desain dan kualitas jahitan harus bagus dan rapi. “Apabila semua aspek diatas terpenuhi maka tugas kita tinggal memasarkan,“ tutur Yeni


Tentang omzetnya, Yeni memaparkan memang cukup lumayan. “Alhamdulilah penjualan setiap hari rata-rata 5-15 potong,” ungkapnya.

Dengan harga rata-rata Rp 150 ribu - Rp 400 ribu per potong, omzetnya bisa mencapai Rp 1-4 juta sehari. “Itu hari biasa, akan semakin banyak bila mendekati lebaran, omzet biasanya akan naik 3-5 kali lipat,” tukasnya. Dengan omzet sehari yang cukup lumayan, perbulan bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Mengkoneksikan Customer, Desainer dan Penjahit.

Menurut Yeni, jaringan dan konsistensi sangat terkait dengan bisnisnya. “Iya, jadi bisnis saya ini sejatinya adalah jaringan. Jadi saya sebagai desainer pakaian, bisa membuat desain sesuai pesanan customer,” ungkapnya.

Dengan koneksi itu, Yeni mengatakan ia bisa mempunyai link dengan penjahit lokal rumahan. Penjahit inilah yang setiap hari mendapat order pekerjaan darinya. “Jadi para penjahit dan customer sudah hafal banget gaya Saraswati dan kualitas jahitannya seperti apa,” tandasnya.

 

Memberdayakan Penjahit di Lingkungan

Saat ini, Saraswati Cloting sudah memberdayakan 10-12 penjahit di wilayah Nganjuk. Mereka rata-rata ibu rumah tangga yang pernah punya pengalaman kerja di garmen. ”Jadi sebelum saya rekrut, saya test dulu kualitas jahitannya dulu,” ujarnya.

Untuk hasil, para penjahit ini sehari bisa menyelesaikan 2 potong baju. Sehingga maksimal pendapatan setiap penjahit bisa mencapai Rp 3 juta sebulan. “Ini pendapatan bersih dengan kerja dari rumah,” paparnya.

Menurut Yeni, para penjahit memang bisa kerja dari rumah sendiri-sendiri. Sedangkan dia bisa makin fokus mendqesain baju, melayani permintaan customer, membuat gambar, memilih bahan hingga memilihkan aksesoris.

Karena, selanjutnya gambar dan bahan akan diambil oleh penjahit. “Kualitas akan saya kontrol seprima mungkin karena ini menyangkut kepuasan pelanggan,” sambung wanita yang ramah ini.

Sampai hari ini, Yeni mengatakan setiap hari dirinya masih sering menerima lamaran dari penjahit. “Ya, saya ikut bangga sih dapat membantu memberdayakan perempuan di lingkungan untuk bisa berkarya dan meningkatkan mutu ekonominya,” paparnya.

Apa yang Membedakan Saraswati Clothing dengan Toko Online Biasa?

Yeni mengatakan, toko online itu biasanya hanya modal katalog. Bahkan penjualnya juga belum tahu bahannya dan seringkali tidak tahu kualitas bahan, juga ukurannya. Itulah yang menurut Yeni sering membuat  customer kecewa karena tidak sesuai ekspektasi. “Nah kalau Saraswati Clothing ini kan sebenernya butik yang marketingnya lewat social media online. Jadi tidak seperti toko online biasa,” ungkapnya.

Yeni mengatakan, kalau butik kan berarti ada desainer dan penjahitnya. Jadi customer pasti diukur sesuai badan masing masing.”Karena walaupun sama-sama size S nya, tapi sebenarnya dan wanita itu berbeda-beda. Makanya baju buatan saya pasti ukurannya pas dengan pemesan,” sambung Yeni.

Dan di Saraswati Clothing, customer lanjut Yeni, bisa memilih bahan yang ada di toko. “Jadi tidak membeli kucing dalam karung. Pasti nyaman sesuai pesanan,” ujar Yeni bersemangat.

Dukungan dari Keluarga

Yeni mengaku, baginya bisnis akan menjadi berkah jika sesuai dengan kaidah-kaidah yang sudah ditentukan oleh keluarga.

“Saya percaya bahwa fitrah wanita adalah mengurus rumah tangga dan mendidik anak,” katanya.

Karenanya, lanjut Yeni, untuk urusan bekerja, berbisnis, harus ada persetujuan dulu dari keluarga. “Saya bersyukur mendapat dukungan itu, apalagi keluarga mengerti hobi saya di bidang fashion, sehingga saya tidak menemui kesulitan belajar,” tandasnya.

Bagi Yeni, ketika kita sudah interest pada satu hal, hal  itu seperti sebuah energi tambahan. “Jadi nggak gampang mengeluh dan nggak pernah merasa capek ketika mondar mandir cari bahan, ketemu ibu-ibu customer dan membrifing para penjahit,” bebernya.

Menurut Yeni, bisnis online adalah model bisnis yang sangat cocok dilakukan oleh ibu rumah tangga. “Kita bisa sambil mendidik anak dan mencari penghasilan tanpa menelantarkan keluarga. Keluarga terurus bisnis juga lancar. D isinilah barokahnya.”

Menggunakan Sosial Media sebagai Pemasaran

Saraswati Clothing menjual melalui sosial media, yakni Facebook. Karena dia yakin sekarang ini semua ibu-ibu di Nganjuk pasti punya FB, dari guru, PNS, pegawai swasta, sampai wiraswasta rumahan pasti punya akun FB. “Nah di situ kita manfaatkan jaringan yang besar ini untuk memasarkan karya,” ungkapnya yang mengatakan semua produknya bisa dicari di FB Saraswati Floating.

Yeni menambahkan, saat ini potensi dunia online sangat besar dan menjanjikan. “Sejak 2013 sampai sekarang, omzet terus meningkat. Apalagi tahun depan, kita harus siap menghadapi ekonomi terbuka di mana barang  luar negeri masuk ke Indonesia dengan mudah, jadi kita harus kreatif menciptakan karya yang bagus dan terjangkau,” paparnya.

Maka Yenipun berpikir bahwa ibu muda juga harus mampu menyumbang bagi kemajuan ekonomi lokal Nganjuk. “Yang penting berkarya,” tandasnya.

Menjadi Model untuk Baju Rancangan Sendiri

Yeni bercerita mengenai model foto di katalog marketing yang merupakan sosok dirinya sendiri. Mengapa? Ternyata dia punya alasan. “Awalnya sih terpaksa karena gak mampu bayar model” ujarnya sambil tertawa.

Ternyata, aksinya itu ama-lama jadi keterusan. Apalagi desain baju sample untuk pemotretan dibuat sesuai badannya. “Ya sudah deh saya aja modelnya terus, daripada buat size orang lain,” imbuhnya.

Bahkan hal ini pun malah jadi kekhasan tersendiri. “Jadi akhirnya jadi trademark ciri khas, model foto dan ownernya sama, belum ada kan sebelumnya di Nganjuk. Iya sekalian mengasah rasa percaya diri, ternyata diterima oleh masyarakat ketika diupload foto disukai banyak teman, ya sudah terusin deh. Yang penting halal,” ungkapnya.

Sejarah, Dari Hobi sampai Pantang menyerah

Saraswati Clothing adalah bisnis online yang bergerak di butik baju middle class brand. Menurut Yeni hal ini karena ia punya merek sendiri sehingga dia bisa pilih kualitas bahan kain yang cocok.

“Pokoknya bagi saya kualitas bahan nomor 1, tapi saya tidak menjual dengan harga mahal,” katanya.

Menurutnya,produk yang dia jual sudah karena dihitung margin pendapatannya. Karena kalau keuntungan terlalu tinggi, karya  tidak bisa dinikmati cutomer. “Yang penting bagi saya bagaimana kualitas bahan dan desain bagus ini bisa sampai di tangan  customer. Mereka puas saya juga pasti akan mendapatkan nama baik,” ujarnya.

Kemudian sebelum menjual, Yeni selalu cek dan ricek kualitas. Hal itu ia lakukan sebelum barang pesanan di deliver ke customer.

Sejarah di balik pendirian Saraswati Clothing juga sangat menarik. Yeni menuturkan bahwa dia memulainya di tahun 2013 dengan menjual tas. Akan tetapi, setelah setahun berjualan, saya kembalikan pada hobi dan minat saya yakni desain baju.

“Awal jualan, semua barang pengennya dijual. Akan tetapi rupanya lebih baik ketika kita fokus di satu hal dan besarkan disana, yang sesuai dengan hobilah. Jadi kerja juga semangat.”

Melayani Customer dengan Sistem Order yang Jelas.

“Customer ada-ada saja. Kadang, suka aja ada yang bohong, cancel order, menanyakan hal yang seharusnya tidak ditanyakan,” kata Yeni ketika ditanya mengenai kesulitan terbesar ketika menjalankan bisnisnya dari Facebook.

Solusinya, Yeni menjawab dengan mengakalinya dengan menerapkan sistem order yang terdata. Jadi, sebelum memesan, customer harus isi data sesuai format yang saya berikan. Ukuran badan detail, warna kain, hingga sistem DP.”Kemudian kalo ada yang tanya iseng ini itu, saya pastikan gak akan menjawab,” ujarnya.

 Denga sistem ini, tidak ada lagi komplain salah ukuran atau salah kain. Semua terdata. “Sistem DP meminimalisasi order bodong atau cuman ngerjain orang karena pesanan gak diambil, oder jalan kalo ada DP,” ujarnya.

Menurutnya, halaman ini penting dibaca untuk menghindari kesalahpahaman sebelum customer melakukan pemesanan.

Membagi waktu Rumah, Keluarga dan Bisnis

“Kesulitannya adalah membagi waktu antara keluarga dan bisnis. Namun alhamdulillah yang namanya kesibukan itu sangat mungkin untuk dikontrol,” ujarnya.

Yeni mengaku memiliki jadwal yang paten untuk menjalankan bisnisnya. Pada pagi hari, Yeni mengurus rumah dan anaknya. Ketika anaknya sekolah, dia mulai mengurus Saraswati Clothing. Siang hari, Yeni kembali menjalankan aktivitas ibu rumah tangga seperti menjemput anaknya, memasak, mencuci, dan lain-lain.

Ketika sudah selesai, dia kembali mengurus bisnisnya. Malam hari adalah waktu Yeni untuk lebih aktif dalam mengurus bisnisnya.

“Jangan pernah menelantarkan keluarga. Boleh saja kita berbisnis, akan tetapi keluarga tetap nomor 1,” kata Yeni. “Saya percaya bahwa ketika kita mampu mengatur prioritas utama (keluarga, Red) kita, maka hal-hal lain akan mengikuti,” ringkasnya.

(rk/die/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia