Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Satgas Pangan: Temukan Kotak Susu Penyok dan Daging Kedaluwarsa

Tak Layak Konsumsi, Satgas Pangan Minta Ditarik

22 Desember 2018, 15: 43: 14 WIB | editor : Adi Nugroho

daging kedaluwarsa

INSPEKSI MENDADAK: Satgas pangan dan tim pengendali inflasi daerah saat memeriksa kondisi kualitas produk makanan di salah satu pusat perbelanjaan Kota Kediri. (Ramona Valentin - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA - Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), satuan tugas pangan (satgas pangan) dan tim pengendali inflasi daerah (TPID) inspeksi mendadak (sidak) di dua supermarket, Hypermart dan Transmart. Kemarin, sasarannya makanan dan minuman (mamin). Itu demi meminimalisasi produk kedaluwarsa dan tak layak konsumsi.

“Kita lakukan sidak rutinan mendekati hari besar Natal dan Tahun Baru. Tujuannya, kita melihat harga di pasar modern,” ungkap Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Yetty Sisworini saat sidak sekitar pukul 13.00 itu.

Di Hypermart, tim menemukan kemasan kardus susu yang penyok. Sedangkan di Transmart dijumpai daging kedaluwarsa. Soal temuan ini, Yetty menegaskan, kemasan makanan yang penyok harus disortir dan tidak dijual. Hal itu juga berlaku untuk daging yang kedaluwarsa.

Harus ditarik dari peredaran karena dapat merugikan konsumen. “Untuk komoditas lain aman-aman saja. Hanya kita jumpai pada daging bekunya,” paparnya.

Di tempat yang sama, drh Pujiono, Kasi Kesehatan Masyarakat dan Veteriner (Kesmasvet) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, pun mengakui demikian. “Ini pada kemasan daging ayamnya ada cairan. Seharusnya kondisi daging kering,” ungkapnya pada Jawa Pos Radar Kediri.

Dia juga menjelaskan, terdapat daging sapi beku yang sudah kedaluwarsa sejak dua hari lalu (19/12). Walaupun kondisinya masih segar, ternyata daging sudah lama. Pujiono mengetahui kondisi daging kedaluwarsa dari tanggal yang tertera (expired date) di kemasan.

Laki-laki berkacamata ini mengingatkan, konsumen harus teliti dan cerdas. Yakni dengan mengecek kode produksi dan kode kedaluwarsa. “Konsumen juga perlu cek warna, kemasannya, dan kondisi barang fresh yang akan dibeli,” imbuhnya sambil menunjukan kemasan daging ayam yang berair.

Daging kedaluwarsa yang ditemukan, lanjut Pujiono, terdiri atas beberapa pack. Terdapat pula tanggal kedaluwarsa daging sapi tanggal 22 Desember yang seharusnya sudah ditarik dan disortir.

Menurutnya, dampak mengonsumsi daging beku kedaluwarsa adalah muncul gejala sakit. Apalagi daging-daging tersebut kebanyakan adalah bagian jeroan, hati, paru, dan babat. “Daging beku sebaiknya disimpan pada suhu minus 18 derajat Celcius,” terang Pujiono.

Terkait penemuan tersebut, pihak Perlindungan Konsumen Provinsi Jawa Timur Retno Mudjilah memaparkan, pencantuman tanggal kedaluwarsa dalam produk mamin adalah bentuk perlindungan terhadap konsumen agar aman. “Makanya, tujuannya sidak itu agar pelaku usaha lebih waspada,” katanya.

Sementara itu, Sales Marketing Fresh Transmart Mega Fatayani mengatakan, pihaknya telah menindaklanjuti temuan satgas pangan. “Ini kami tarik dan kami sortir. Dan kita cek kembali sistem pelabelannya,” terangnya.

Mega menambahkan, tim supermarket akan lebih teliti lagi. Agar menarik barang yang terbukti tidak layak. Temuan sebanyak 20 daging sapi pack sudah disortir langsung oleh tim supermarket. Menurutnya, pengecekan sudah dilakukan setiap hari sebelum toko buka. Sedangkan pengecekan label rutin dilakukan setiap dua bulan. “ Karena kondisinya fresh dan di frozen (bekukan),” pungkasnya sambil tersenyum.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia