Selasa, 26 Mar 2019
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI
Persik 2 vs 1 Persinga

Brace Bagas Antar Macan Putih ke 8 Besar

09 Desember 2018, 14: 19: 26 WIB | editor : Adi Nugroho

persik

BERSYUKUR: Para pemain Persik usai laga melawan Persinga. (Andhika Attar - radarkediri.id)

KEDIRI KOTA - Huuu..ale..ale..ale..huuu.. Teriakan seperti itu terus menggema di Stadion Brawijaya Kediri, kemarin sore. Apalagi setelah striker Persik Satria Bagaskara mencetak dua gol. Yang memastikan kemenangan atas Persinga Ngawi 2-1 di babak 16 besar Liga 3 Nasional.

Bagas memang jadi aktor utama dalam kemenangan itu. Berkat brace yang dicetaknya, Persik Kediri melenggang ke babak delapan besar liga 3 nasional. Sekaligus mendekatkan diri menuju Liga 2 musim depan.

Dalam pertandingan kemarin, Persik didukung penuh ribuan pendukungnya, Persikmania. Hal itu menjadikan Skuad Ungu ini berusaha tancap gas sejak menit awal. Hasilnya, pada menit ke-6 Bagas mampu memaksimalkan assist Alfian Agung Prasetyo. Setelah mendapat umpan langsung ke jantung pertahanan Persinga.

Akurasi umpan Alfian membuat Bagas tidak perlu susah-susah membobol gawang Persinga yang dikawal Junaidi. Sontekan striker bernomor punggung 10 tersebut pun bersarang di gawang lawan. Sang predator pun membuat seisi stadion menjadi bergemuruh. Skor 1 – 0 untuk Macan Putih.

Sayangnya, setelah unggul skuad asuhan Alfiat tersebut justru bermain di bawah tekanan lawan. Sang juru racik menilai anak asuhnya kurang lepas bermain. “Anak-anak tadi gugup, kurang lepas. Makanya tadi babak pertama ditekan lawan,” ujarnya saat jumpa pers seusai pertandingan.

Mendapat gempuran dari kedua pemain sayap Persinga, lini pertahanan Macan Putih goyah juga. Petaka akhirnya terjadi pada menit ke-22. Kemelut di depan gawang Persik itu berhasil dimanfaatkan Muhammad Irman. Tendangannya bersarang di gawang M. Ridho Al Wafaa. Skor 1 – 1 pun bertahan hingga turun minum.

Sadar akan kelemahan sang anak asuh, Alfiat segera mengubah strategi di babak kedua. Beberapa instruksi dan motivasi pun diberikan. “Saya tekankan ke anak-anak agar lebih lepas bermainnya. Kami harus menang untuk bisa masuk delapan besar,” ungkapnya.

Motivasi Alfiat itu mampu menggugah semangat pemain Persik. Galih Akbar Febriawan dkk mampu menerjemahkan keinginan itu dengan baik. Beberapa kali tusukan berbuah peluang emas. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak pada kubu tuan rumah. Membuat jantung Persikmania seperti berhenti ketika peluang-peluang itu nyaris menjadi gol.

Serangan Persik semakin beringas ketika rekrutan anyar Rudy Foller masuk pada menit ke-60. Menggantikan Fahad Ismail, ia berusaha menunjukkan tajinya. Sisi kanan pertahanan lawan pun dibuat kewalahan.

Penetrasinya bahkan membuahkan penalti untuk Persik pada menit ke-65. Galih, sang kapten, mengambil kesempatan. Namun sayang, ribuan Persikmania harus menelan ludah. Tendangan ke sisi kanan gawang dapat dimentahkan Junaidi.

Beruntung, mental para pemain tidak jatuh. Mereka justru tampil lebih beringas. Berbagai percobaan pun diciptakan skuad Macan Putih. Lima menit berselang, Alfian kembali mengirimkan umpan cantik dari sayap kanan.

Sang mesin gol Bagas kembali menjadi dewa penyelamat. Umpan terukur Alfian dapat dimanfaatkannya. Sundulannya pun berhasil merobek gawang Junaidi. Bagas kembali memberikan alasan ribuan Persikmania kembali bernyanyi dan berkoreografi indah. Gol keduanya memastikan kemenangan Persik atas Persinga.

Atas kemenangan ini Alfiat mengaku sangat bangga dengan semangat yang ditunjukkan sang anah asuh. Meskipun begitu, beberapa evaluasi tetap akan menjadi pertimbangannya ke depan.

“Untuk delapan besar nanti akan dibagi menjadi dua grup. Kita akan lebih bekerja keras lagi,” tuturnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia