Rabu, 27 Mar 2019
radarkediri
icon featured
Show Case

Agar Matik Tetap Tangguh di Segala Musim

Utamakan Kebersihan Kolong Motor

09 Desember 2018, 14: 09: 40 WIB | editor : Adi Nugroho

motor matic

HARUS BERSIH: Kolong motor matik. (Ramona Valentin - radarkediri.id)

Kurang tepat bila hanya sekadar memiliki dan mengendarai, motor matik pun butuh perawatan. Apalagi saat cuaca ekstrem. Ini agar performanya terjaga.

Supaya performa dan kondisinya tetap tangguh dan bertahan lama, pemilik sepeda motor matik tak boleh meninggalkan perawatannya. Tentu hal ini tak lepas dari menjaga kebersihannya.

“Sebenarnya merawat matik itu mudah. Dan tidak ada perawatan khusus,” ujar Koordinator Servis Yamaha Wilayah Madiun dan Karesidenan Kediri Ahsan Lutfi kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Dia menjelaskan, umumnya pemilik matik harus membersihkan filter. Lalu mengecek kondisi oli kendaraannya. Ini harus rutin agar tidak sampai terlambat menggantinya. Lutfi menyarankan, sebaiknya oli diganti setiap tiga bulan sekali. Tetapi hal tersebut berdasarkan pemakaiannya. “Ada juga komponen tambahan seperti CVT (Continuously Variable Transmission) yang harus dirawat,” ujarnya.

Lutfi mengatakan, bila motor matik tidak menggunakan rantai. Melainkan menggunakan komponen tersebut. Untuk CVT perlu dilakukan pengecekan, bagaimana kondisinya, bagaimana kebersihannya. “Setiap penggunaan sepanjang 10 ribu kilometer hingga 25 kilometer perlu dilakukan pengecekan hingga penggantian CVT,” paparnya.

Apabila CVT mengalami keausan maupun kotor, Lutfi menyatakan, harus segera dibersihkan. Ini agar tidak berdampak pada kondisi motor. Diakuinya, bila kesehatan dan kebersihan CVT tidak diperhatikan, dapat berpotensi motor mogok. “Kendaraan tidak bisa berjalan. Walaupun kondisi mesin menyala,” katanya.

Saat musim hujan, matik mudah kotor terkena cipratan air hingga lumpur. “Untuk mencuci motor kena hujan bisa dilakukan setelah kendaraan berhenti. Tak perlu menunggu kering,” kata laki-laki 30 tahun ini.

Menurut Lutfi, yang lebih utama adalah kebersihan kolong hingga sela-sela motor. Sebab, lokasi tersebut adalah bagian yang rawan kotor karena musim pancaroba, setelah hujan panas lagi. Atau setelah basah, motor kepanasan karena sinar matahari. Sehingga membuat kotoran yang semula basah lebih cepat mengering, bahkan berpotensi berkerak. Motor matik tidak baik bila sering dicuci karena terkena cipratan lumpur atau air hujan. “Cukup dilap saja untuk bagian body,” tuturnya.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia