Jumat, 18 Jan 2019
radarkediri
icon featured
Show Case

Mengatasi Gigitan Ular Berbisa

Jangan Sedot dengan Mulut

07 Desember 2018, 13: 03: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

ular

PERTOLONGAN PERTAMA: Dokter Tri Maharani (kiri) mempraktikkan pemasangan dua balok kayu ketika tangan tergigit ular yang berbisa. (IQBAL SYAHRONI - RadarKediri.JawaPos.com)

Tergigit ular berbisa tentu berbahaya. Pertolongan pertama berperan sangat penting. Sebab, bila keliru penanganan justru bisa berakibat fatal.

Sudah sejak lama penanganan ular berbisa dilakukan masyarakat. Di antaranya dengan cara seperti menyayat kulit yang terkena gigitan. Tujuannya demi mengeluarkan darahnya. Dengan begitu, racun dari bisanya pun dapat keluar.

Selain itu, ada yang mengatasinya dengan cara diikat bagian yang tergigit. Upaya ini agar darah berhenti bergerak. Sehingga bisa disedot menggunakan mulut. Hal itu untuk mengeluarkan bisa.

Gigitan Ular

Gigitan Ular

“Cara tersebut sebenarnya salah. Karena bisa jadi yang keluar hanya darah. Bukan bisa dari ular,” ungkap Dr dr Tri Maharani MSi Sp.EM spesialis emergency medicine dari Kediri.

Berdasarkan guideline dari Word Health Organization (WHO) pada 1979, Profesor Sutherland dari Universitas Melbourne di Australia menyatakan, bisa ular mengalir melalui kelenjar getah bening. Bukan lewat pembuluh darah.

Makanya, menurut Maha –sapaan karib Tri Maharani– korban dari gigitan ular berbisa seharusnya pergerakannya di-imobilisasi. Itu berarti justru harus didiamkan. Bagian yang tergigit tidak boleh bergerak.

Pasalnya, pada fase awal bisa ular mengalir melalui kelenjar getah bening yang sifatnya lunak dan tipis. Efeknya, dengan gerakan otot sedikit demi sedikit saja akan membuat bisa ular menyebar ke seluruh tubuh. 

“Karena kelenjar getah bening itu tidak pulsatif, dan pembuluh darah itu pulsatif,” imbuhnya.

Maha mencontohkan, ketika digigit di bagian jari tangan, maka dari ujung jari hingga ke pundak harus didiamkan dengan beberapa cara pertolongan pertama. Upaya ini bertujuan agar tangan tidak banyak bergerak.

Seperti melakukan pemasangan dua balok kayu saat penanganan saat patah tulang. Atau cara paling mudah ketika tidak ada barang tersebut adalah dengan memasukkan tangan yang tergigit ular ke dalam lengan baju dari dalam ke tangan satunya (posisi menyilang ke dalam baju).

“Kalau kaki ya sama, dari ujung jari kaki hingga pangkal paha, sendi yang tidak bergerak,” jelasnya. Setelah itu, korban gigitan ular dapat langsung menghubungi pertolongan lanjutan melalui puskesmas atau rumah sakit terdekat.

(rk/baz/die/JPR)

Jawa Pos Digital
E-Paper
 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia