Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Berlagak Salat, Curi Kotak Amal

06 Desember 2018, 19: 33: 27 WIB | editor : Adi Nugroho

ILUSTRASI: AFRIZAL-JPRK

ILUSTRASI: AFRIZAL-JPRK

Ada-ada saja ulah para kriminal ini. Demi mendapatkan uang dari dalam kotak amal masjid, dia berpura-pura hendak salat. Ketika merasa situasi aman dia pun melakukan aksinya. Beruntung masih ada yang memergoki. Menjadikan aksi penjahat ketengan ini bisa digagalkan.

Kriminal teri itu adalah Riyanto, 53. Warga Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, itu berusaha mencuri uang di kotak amal musala Baitul Mutaqin. Musala itu berada di Jalan Corekan Raya, Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri.

“Kejadian sekitar pukul 02.00,” terang Kapolsek Kediri Kota AKP Suyitno.

Awal kejadian itu diketahui dari seorang warga yang hendak ke musala tersebut. Dia melihat ada pria di dalam musala yang tingkahnya mencurigakan. Saat didekati lelaki itu langsung menjatuhkan lidi yang dipegangnya. Kemudian pura-pura menunaikan salat.

Namun, warga yang memergoki itu melihat di dekat pelaku ada uang kertas berceceran. Sontak, dia pun berteriak maling.

Warga yang mendengar teriakan itu berbondong -bondong datang. Warga yang sempat emosi sempat menghajar Riyanto. Beruntung, polisi yang mendapat laporan segera datang. Itu menghindarkan pelaku dari bogem mentah lebih banyak lagi. “Tersangka langsung diamankan oleh anggota beserta barang bukti,” imbuh Suyitno.

Riyanto mengaku melakukan itu karena lilitan ekonomi. Dari tangan Riyanto ditemukan uang Rp 62 ribu.  Yang dia peroleh dengan cara memasukkan lidi yang telah diberi lem di ujungnya. Polisi kemudian memediasi kasus itu. Dan diselesaikan dengan cara kekeluargaan. “Dilakukan di balai kelurahan, bersama warga setempat, RT, serta perangkat desa,” ungkap Suyitno.

Sementara itu, kasus pencurian uang di kotak amal tempat ibadah juga terjadi di Kelurahan Setonogedong. Yaitu di Makam Syech Wasil. Kejadian tersebut bermula saat sekitar pukul 22.00 WIB, penjaga makam meninggalkan tempat sebentar untuk beristirahat.

Sekitar pukul 08.00 WIB, ia sadar bahwa kotak amal telah hilang. Warga setempat mencoba mencari. Dan ditemukan di dekat kuburan yang ada di sebelah makam ulama itu. Namun, kotak amal itu sudah dalam keadaan terbuka. Ada beberapa uang receh dan kertas yang berceceran.

Di TKP, ditemukan linggis dan patahan kayu. Patahan kayu ini diperkirakan dari mulut kotak amal. Yang dibuka secara paksa oleh pencurinya. “Barang bukti linggis dibawa oleh anggota,” terang Suyitno.

Polisi menduga pelaku lebih dari satu orang. Itu berdasarkan besarnya kotak amal. Suyitno menjelaskan bahwa dua kasus pencurian kotak amal di Kota Kediri tidak memiliki hubungan. Atau dilakukan oleh jaringan pencuri spesialisasi kotak amal. “Akan terus dilakukan penyelidikan oleh Polsek Kediri Kota,” pungkas Suyitno.

(rk/die/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia