Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Bunuh Bayi di Kepung: Cekik dan Buang karena Malu

05 Desember 2018, 18: 42: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

bunuh bayi

TEGA: Ika dan Kamsidi melakoni rekonstruksi yang menggambarkan keduanya di rumah Sumini sebelum melakukan penguguran kandungan. (HABIBAH ANISA - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI - Kasus pembuangan bayi di Dusun Kebonsari, Desa Krenceng, Kepung terkuak. Pelaku pembuangan bayi yang terjadi Kamis (15/11)  itu adalah Ika Wahyuningshih, 25. Wanita warga Dusun Karangdinoyo, Desa/Kecamatan Kepung yang juga ibu si janin.

Ironisnya, Ika tega membekap dan mencekik bayinya hingga kehabisan napas. Selain itu, sebelumnya dia sempat minta ramuan jamu penggugur kandungan pada dukun bayi di Dusun Nglarangan, Desa Krenceng, Kepung bernama Sumini.

Semua itu kemarin tergambar jelas pada rekonstruksi kasus yang digelar Polres Kediri. Rekonstruksi dipimpin langsung oleh Kasatreskrim AKP Hanif Fatih Wicaksono.

bunuh bayi

Bunuh bayi (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

“Adegan awal ketika Ika datang ke rumah Sumini. Meminta untuk mengugurkan kandungan,” terang Hanif.

Dalam rekonstruksi itu terlihat Sumini meminta biaya proses pengguguran kandungan. Ika kemudian menelopon Kamsidi, 51, warga Dusun Kardinoyo, Desa/Kecamatan Kepung yang juga pacarnya. Saat datang, Kamsidi justru kaget karena tak tahu bila pacar gelapnya itu hamil.

“Saya sebelumnya tidak tahu kalau dia sedang mengandung,” dalih Kamsidi.

Setelah menyepakati harga menggugurkan kandungan, Kamsidi pergi untuk berhutang. Sementara Sumini mulai menggarap kandungan Ika. Membuat jamu racikan agar diminum tersangka.

Setelah Kamsidi datang dengan uang Rp 1,5 juta, barulah Sumini bertindak ke level lebih kejam. Dia berdiri dan menginjak perut Ika. Menggunakan tumit sebanyak tiga kali. “Namun setelah dipijat, ternyata bayi tersebut tidak kunjung keluar,” jelas Hanif.

Karena tidak ada biaya tambahan untuk proses pengguguran, Sumini menyuruh keduanya pulang.   Dan kembali keesokan harinya.

Dari rekonstruksi itu, diketahui kedua tersangka kemudian menyewa kamar kos di Jalan Kandangan, Desa Kencong, Kepung. Saat itu perut Ika mendadak sakit. Tak berselang lama, bayi di kandungannya keluar. Dan jatuh di lantai kamar.

Ika kemudian memindah bayi itu ke kasur. Kemudian menutupi dengan kain sarung. Tangan kirinya menutup saluran pernapasan sang bayi. Sedangkan tangan kanannya melilitkan sarung ke leher.

Setelah melakukan itu Ika pingsan. Saat siuman dia melihat bayinya sudah dalam kondisi tak bernyawa. Ika terlihat sempat mengelus pipi sang bayi.

Di adegan delapan belas, yaitu pada (15/11) sekitar pukul 03.00, ika membersihkan lantai dari bekas darahnya. Kemudian sekitar pukul 06.30 WIB, saat kos dalam keadaan sepi, Ika pergi menggunakan sepeda motor Honda Vario AG 5063 EV. Selain membawa kresek berisi bayi, ia juga membawa kresek lain yang berisi baju dan sarung bekas yang digunakan untuk melahirkan.

Sekitar pukul 07.00 tepatnya di area persawahan Dusun Kebonsari Ika meletakkan bayi tersebut di pinggir jalan. Kemudian pulang menuju rumahnya. Di tengah perjalanan pulang itu dia sempat membuang kresek yang berisi pakaian bekas melahirkan di Sungai Konto.

“Setelah dilakukan penyelidikan, kami berhasil menangkap ketiganya pada 22 november,” ungkap Hanif.

Menurut Hanif, motif Ika karena merasa malu mengandung anak di luar nikah. Apalagi pacarnya itu sudah memiliki keluarga.

Akibat perbuatannya kedua tersangka Ika dan Kamsidi diamankan di Polres Kediri. Meski ditetapkan sebagai tersangka Sumini tidak ditangkap. Wanita tua ini hanya wajib lapor.

Sesuai dengan perbuatannya, ketiganya dijatuhi pasal yang berbeda-beda. Ika telah melanggar pasal 80 ayat (4) jo pasal 76 c UU RI No.35 Tahun 2015 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 53 KUHP atau pasal 340 KUHP atau pasal 341 KUHP Jo pasal  345 KUHP, dengan tuntutan penjara paling lama 15 tahun. Dengan denda sebesar Rp 3 Miliar.

Kamsidi dan Sumini telah melanggar pasal 80 ayat (3) atau pasal 340 jo 53 KUHP. Yaitu tentang melakukan kekerasan terhadap anak dan percobaan pembunuhan. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima belas tahun penjara.

Kejamnya Ibu Kandung

1.     Ika datang ke rumah Sumini minta tolong menggugurkan kandungan. Sumini minta bayaran. Ika kemudian menghubungi Kamsidi, pacar gelapnya.

2.     Ika diberi ramuan jamu oleh Sumini. Setelah itu perutnya diinjak dengan menggunakan tumit sebanyak tiga kali. Tapi bayi tak kunjung keluar.

3.     Ika pulang ke kos. Kemudian melahirkan bayi berjenis kelamin perempuan. Bayi itu kemudian dibekap dan dicekik.

4.     Ika membungkus bayinya dengan kresek. Kemudian membuang di pinggir jalan Dusun Kebonsari. Sedangkan kain yang digunakan melahirkan dibuang di Sungai Konto.

5.     Polisi menangkap Ika, Kamsidi, dan Sumini pada 22 November.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia