Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Inflasi Kediri: Gejolak Harga Masih Wajar dan Normal

05 Desember 2018, 18: 16: 19 WIB | editor : Adi Nugroho

inflasi

Inflasi Kediri (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

Sebelas bulan menuju akhir tahun 2018, Kota Kediri miliki inflasi kumulatif relatif stabil. Hingga kini menduduki posisi 3 terstabil dari 8 kota indeks harga komulatif (IHK). Sebesar 1,67 persen, berada di bawah Probolinggo dan Banyuwangi. Dengan selisih tertinggi 0,18 dengan Banyuwangi.

“Betul sekali, kita masih berada di satu koma. Inflasi komulatif masih stabil,” ujar Ellyn T. Brahmana, Kepala BPS Kota Kediri.

Ellyn juga mengakui, bila dari peringkat tersebut membuktikan gejolak inflasi maupun deflasi di Kota Kediri masih tahap wajar dan normal. “Jadi kita tidak pernah, habis inflasi yang tinggi tiba-tiba deflasi. Selalu bertahap antara keduanya,” imbuhnya sambil menunjukkan diagram.

Diketahui inflasi komulatif  Kota Kediri sebesar 1,67 persen. Menduduki posisi ketiga setelah Probolinggo dan Banyuwangi.  Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, sejak Januari hingga November 2018 Kota Kediri mengalami dua kali deflasi. Itu terjadi pada Mei dengan deflasi sebesar 0,17 persen dan Agustus sebesar 0,10 persen.

Sedangkan inflasi kisaran 0,10 persen hingga 0,43 persen. “November ini inflasi sebesar 0,40 persen,” ujar Ellyn.

Adanya deflasi maupun inflasi di Kota Kediri, menurut Ellyn, merupakan bentuk pergerakan hingga pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan begitu, tetap diwaspadai dan dikontrol. Dimulai dari mengatur pengeluaran untuk kebutuhan dan belanja. Karena itu, Ellyn mengimbau, masyarakat tidak panik. Namun, selalu bijak dalam berbelanja.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia