Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Inflasi Kota Ini Lampaui Jawa Timur dan Nasional

05 Desember 2018, 17: 56: 30 WIB | editor : Adi Nugroho

ayam inflasi

TRANSAKSI: Ana Prasetyarini melayani pembeli daging ayam di lapaknya, Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Komoditas ini jadi penyumbang inflasi urutan pertama pada November lalu. (RAMONA VALENTIN - Radar Kediri. JawaPos.com)

KEDIRI KOTA - Berbeda dengan bulan sebelumnya, November ini inflasi Kota Kediri cukup tinggi. Angkanya sebesar 0,40 persen. Ini menduduki peringkat teratas dari delapan kota indeks harga konsumen (IHK) se-Jawa Timur dan tingkat nasional.

“Inflasi kali ini kita menduduki posisi teratas, 0,40 persen. Di atas Jawa Timur dan nasional,” ungkap Ellyn T. Brahmana, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri, kemarin.

Inflasi November dipicu kenaikan harga bahan pangan. Selain itu, juga harga masakan matang, seperti nasi dan lauk. Itu salah satu dampak kelanjutan dari kenaikan harga pada bahan pangan di pasaran.

Tak hanya bahan pangan, makanan jadi, rokok dan tembakau, perumahan, tranportasi, pendidikan hingga kesehatan pun mengalami kenaikan sebesar 0,05 persen hingga 1,21 persen.  Inflasi yang terjadi di Kota Kediri bukanlah satu-satunya. “Melainkan seluruh kota IHK, provinsi hingga skala nasional. Semuanya mengalami inflasi,” papar Ellyn.

Terendah, inflasi Surabaya, sebesar 0,21 persen. Sedangkan inflasi provinsi dan nasional memiliki persentase sama, sebesar 0,27 persen. Inflasi kali ini pun berbeda dengan bulan sebelumnya. Komoditas daging ayam yang dahulu menghambat, November ini jadi penyumbang inflasi urutan pertama. “Daging ayam merupakan bahan pangan yang mengalami kenaikan harga. Persentasenya 4,98 persen,” terang Ellyn pada Jawa Pos Radar Kediri.

Harga daging ayam memiliki andil 0,068 persen. Walaupun harga bahan pangan banyak yang naik, Ellyn mengatakan, warga Kota Kediri masih mampu membeli. “Permintaan stabil bahkan mengalami peningkatan,” katanya.

Diakui perempuan yang kerap menggelung rambutnya ini, dari 376 komoditas, sebanyak 118 di antaranya mengalami kenaikan harga. Sebagian besar adalah bahan pangan. 205 komoditas stabil dan 53 komoditas mengalami penurunan harga.

Berdasarkan data Jawa Pos Radar Kediri, selama 11 bulan hingga November dari BPS, Kota Kediri memiliki inflasi kumulatif  1,10 persen. Angka tersebut merupakan inflasi kumulatif terendah nomor tiga setelah Probolinggo dan Banyuwangi. Itu dari tujuh kota IHK lainnya.

“Inflasi komulatif  kita masih terkendali. Masih berada di angka satu koma,” tegasnya.

Elly juga menjelaskan, inflasi merupakan tanda adanya pergerakan dan pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah. Ia berharap, Desember ini harga bisa kembali stabil. Terutama bahan pangan. “Kita tetap perlu waspada, tidak harus panik. Bijak saja dalam berbelanja,” pungkasnya sambil tersenyum.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia