Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
PERSIK KEDIRI

Kasus Pengaturan Skor: PS Ngada Laporkan Dugaan Match Fixing

05 Desember 2018, 17: 51: 43 WIB | editor : Adi Nugroho

ps ngada

DIATUR: Pelatih PS Ngada Kletus Marselinus Gabhe memberikan keterangan pada pers. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA- Asa Macan Putih Persik Kediri menembus Liga 2 semakin mendekati kenyataan. Kini, mereka berkonsentrasi menembus babak 8 besar terlebih dulu. Syaratnya, tentu saja melewati hadangan lawan di babak 16 besar yang akan berlangsung 8 Desember nanti.

Di babak 16 besar ini lawan Persik adalah Persinga Ngawi. Yang menjadi runner up grup H. Keuntungan bagi Persik karena berstatus menjadi juara grup maka mereka berhak menjadi tuan rumah. Artinya, pertandingan babak 16 besar tersebut akan berlangsung di Stadion Brawijaya Kediri.

Sayangnya, ada sedikit kegaduhan di grup G, grup tempat Persik berada. Memang, tak langsung melibatkan Persik. Tapi melibatkan PS Ngada. Ini tak terlepas dari pengakuan pelatih PS Ngada Kletus Marselinus Gabhe. Marselinus mengaku ditelepon seseorang yang bernama BS saat mereka masih berada di Kupang NTT dan hendak menuju Kediri.

“Saya diajak untuk membayar sejumlah uang. Kemudian mengatur supaya bisa lolos ke 16 besar,” katanya usai pertandingan melawan Persik Kediri (2/12) lalu.

Namun, hal itu sudah dia laporkan ke komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Dia pun sudah diminta oleh komdis untuk membuat kronologis peristiwa tersebut.

Dari keterangannya, pihaknya diminta panitia disiplin untuk membuat kronologis dari awal sampai akhir. Namun dia belum selesai membuat kronologis tersebut. Pasalnya dia masih fokus pada timnya. Marselinus juga telah dihubungi PSSI. Intinya persoalan ini harus bisa diselesaikan. “Saya bilang siap, tapi menunggu tim saya menyelesaikan pertandingan dahulu,” tegasnya.

Dari keterangan Marselinus, meski BS mengelak melakukan hal tersebut namun dia tetap akan menyelesaikan kasus ini hingga benar-benar tuntas. Marselinus memiliki bukti berupa rekaman obrolannya dengan si penelefon yang mengaku bernama BS tersebut. Menurutnya komdis akan melakukan penyelidikan dan menyelesaikan kasus ini agar sepak bola di Indonesia bersih.

“Niat kami hanya satu. Ingin ikut membersihkan sepak bola dari praktik-praktik kotor. Seperti mengatur pertandingan ini,” tegas Marselinus.

Marselinus membuktikan bahwa tanpa match fixing yang sempat ditawarkan kepadanya, timnya bisa melaju ke babak selanjutnya bersama Persik Kediri. Pastinya apabila Marselinus menerima tawaran tersebut. Maka imbasnya adalah pada tuan rumah. Pasalnya dari tawaran tadi, Marselinus mengaku akan mendapat jaminan kelolosan timnya bersama Persekam Metro FC ke babak 16 besar. Sehingga otomatis Persik Kediri bakal kesulitan dalam menjalani setiap laga.

Untuk diketahui, pada babak 16 besar nanti Persik akan bertanding melawan Persinga Ngawi sebagai runner up grup H. Dengan menggunakan sistem gugur, jika menang, otomatis Persik akan lolos 8 besar. Tentunya pertandingan yang akan dilaksanakan Sabtu (8/12) nanti Persik masih menjadi tuan rumah karena berhasil menjadi jawara grup di babak 32 besar lalu.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia