Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Di Balik Prestasi Pemkot Kediri Raih Procurement Award 2018

Dorong Ekonomi melalui Efisiensi Pengadaan

05 Desember 2018, 17: 28: 32 WIB | editor : Adi Nugroho

BUKTI KOMITMEN: Budwi Sunu (kanan) saat menerima Procurement Award 2018.

BUKTI KOMITMEN: Budwi Sunu (kanan) saat menerima Procurement Award 2018.

Kebijakan Pemkot Kediri memaksimalkan pelayanan pengadaan barang dan jasa mampu meningkatkan efisiensi. Sekaligus mendorong percepatan ekonomi.Imbas dari hal itu, Kota Kediri meraih penghargaan National Procurement Award 2018.

Sebagai lembaga yang sangat penting dalam proses pengadaan barang dan jasa, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kota Kediri berkomitmen memberikan pelayanan maksimal. Paling utama adalah mempermudah proses pelayanan dan jasa. Namun tetap mengedepankan akuntabilitasnya.

Dari sejumlah program yang telah direalisasikan itu membuat Pemkot Kediri meraih penghargaan National Procurement Award 2018. Penghargaan itu untuk kategori Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) sebagai pusat keunggulan (center of excellence) pengadaan barang/jasa. Pada kategori ini Pemerintah Kota Kediri menjadi salah satu dari  20 daerah penerima penghargaan se Indonesia. Yang terdiri dari 7 kota, 5 kabupaten, dan 8 provinsi.

Kabag Humas Pemkot Apip Permana menyampaikan keberhasilan Pemkot Kediri ini karena BPBJ Kota Kediri telah memiliki peran strategis. Sebagai pusat keunggulan pengadaan barang/jasa pemerintah, BPBJ berhasil memenuhi 22 indikator dari 52 indikator.

“Di antaranya seperti status hukum, kecukupan SDM, manajemen kinerja, standard operating procedures (SOP), survei pelanggan dan bimbingan teknis,” sebutnya.

Penghargaan ini diserahkan oleh Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan LKPP Salursa Widya dan didampingi oleh Kepala LKPP Agus Prabowo. Dari pemkot yang menerima adalah Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu. Acara itu berlangsung dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengadaan Barang/Jasa. Acara yang bertema “Perubahan Paradigma Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah” itu berlangsung di Sabuga Centre Institut Teknologi Bandung (ITB) Oktober lalu.

“Penghargaan ini diberikan berdasarkan tingginya komitmen, dedikasi, dan implementasi kelembagaan pengadaan barang/jasa dan tata kelolanya,” jelas Apip kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Mengomentari raihan penghargaan ini Budwi Sunu mengatakan bahwa pengadaan barang/jasa di Kota Kediri bukan merupakan kegiatan administrasi semata. Akan tetapi juga merupakan kegiatan yang strategis. Pengadaan barang/jasa digunakan sebagai alat dalam rangka value for money. Melalui efisiensi proses pengadaan barang/jasa.

“Hal ini juga sebagai alat kebijakan pemerintah Kota Kediri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut Budwi Sunu mengharapkan prestasi ini mendorong pengadaan barang dan jasa di Kota Kediri semakin baik. Untuk diketahui, pertemuan tersebut merupakan yang terbesar setelah terbitnya Perpres Nomor 16 tahun 2018 tentang Pengadaan barang/jasa pemerintah. Dalam Perpres tersebut mengejar tiga upaya. Yakni, mempermudah proses pengadaan, mempercepat pelaksanaan pengadaan, dan menjaga akuntabilitas.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia