Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Show Case
Ratih Indah Sari (*)

Pentingnya Penentuan Ras dalam Mengidentifikasi Jenazah

05 Desember 2018, 14: 37: 02 WIB | editor : Adi Nugroho

Ratih Indah Sari, Mahasiswi Magister Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga.

Ratih Indah Sari, Mahasiswi Magister Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga.

 Identifikasi bagian tubuh  maupun kerangka manusia termasuk dalam ilmu antropologi forensik yang bertujuan untuk membuktikan dan menentukan jenis ras. Pada  prinsipnya, penggolonganras manusia dibedakan secara biologis berdasarkan  kombinasi dan karakter (warna kulit, bentuk wajah, bentuk hidung, warna rambut, bentuk rambut, warna mata) yang dapat dikenal dari penampakan fisiknya atau fenotipnya dan bukan struktur genetisnya.

Macam-macam ras yang ada dalam masyarakat antara lain, yaitu Ras Mongoloid, Ras Negroid, Ras Kaukasoid, dan Ras Australoid. Ras Mongoloidterdiri dari orang-orang yang memiliki warna kulit kuning namun tidak selalu benar, pada orang indian di amerika dianggap berkulit merah dan orang asia tenggara berkulit coklat muda sampai coklat gelap, rambut berwarna hitam, bercak mongol pada saat lahir, lipatan pada mata yang seringkali disebut mata sipit, ukuran tinggi badan lebih kecil dan pendek. Sebagian besar  ras mongoloid menetap di Asia  (Asia Utara, Asia Timur, Asia Tengah). Malayan Mongoloid (Asian Tenggara, Indonesia, Malaysia, Filifina, dan penduduk asli Taiwan), American Mongoloid (penduduk asli Amerika).

Ras Negroid, terdiri dari orang-orang yang memiliki warna kulit hitam, rambut keriting, dan bibir tebal. Sebagian besar Ras Negroid  menetap di African Negroid (Benua Afrika), Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya, yang dikenal orang Semang, Filipina), dan Melanesia (Papua dan Malenesia).

Ras Kaukasoid terdiri dari orang-orang yang memiliki warna kulit putih kemerahan, dan rambut bergelombang. Sebagian besar Ras Kaukasoid  menetap di  Nordic (Eropa Utara, sekitar Laut Baltik), Alpine (Eropa Tengah, dan Eropa Timur), Mediterania (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, dan Iran), Indic (Pakistan, India, Bangladesh, dan Sri Lanka).

Ras Australoid merupakan ras asli dari Australia atau Aborigin dan suku ras khusus (Ras Bushman, Ras Veddoid, Ras Polinesoid dan Ras Ainu). Ras Bushman terdiri dari orang-orang yang memiliki warna kulit coklat, ukuran tubuh sedang dan rambut keriting, sebagian besar menetap di daerah (Gurun Kalahari, Afrika Selatan). Ras Veddoid hampir sama dengan ras Negrito yang memiliki warna kulit hitam dan rambut keriting, hanya saja ras Veddoid memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil, dan sebagian besar menetap di daerah (pedalaman Sri Lanka). Ras Polinesoid, terdiri dari orang-orang yang memiliki warna kulit coklat, rambut hitam berombak, dan memiliki ukuran tubuh yang sedang,  dan sebagian besar menetap di (Kepulauan Mikronesia dan Polynesia). Dan Ras Ainu memiliki warna kulit seperti orang kaukasoid yang  berkulit putih, tetapi memiliki bentuk muka seperti orang monggoloid dan sebagian besar menetap di daerah (Pulau Karafuto dan Hokkaido, Jepang).

Oleh karena banyaknya ras yang ada, membuat identifikasi ras sangat dibutuhkan. Identifikasi ras merupakan satu komponen profil biologi dalam tahapan pertama untuk mempersempit identifikasi individu (jenazah) tersebut darimana berasal. Pada suatu kecelakaan besar seperti bom Bali yang terjadi pada Oktober 2002 dan Oktober 2005 yang mana kita tidak dapat mengetahui seluruh korban tersebut berasal dari daerah mana atau bahkan dari negara mana. Oleh karena itu, dengan  mengidentifiksi dan menggolongan (jenazah) sesuai dengan ras akan membantu proses identifikasi lebih cepat, sehinggasuatu kasus yang dihadapi akan lebih cepat terselesaikan.

Identifikasi ras dapat dilakukan dengan menganalisis semua bagian tubuh manusia yang telah ditemukan, baik berupa jenazah utuh, jenazah yang rusak, jenazah yang membusuk, serta potongan tubuh manusia atau yang sudah menjadi kerangka. Tengkorak merupakan bagian tubuh yang secara jelas dapat dinilai tergolong ke dalam jenis ras apa (yang mana dapat dilihat perbandingannya dari tulang hidung, tinggi tulang hidung, tulang pipi, rongga mata, rahang atas, rahang bawah, tulang langit-langit , gigi seri). Ras juga dapat dinilai pada tulang kaki yang terlihat dari ukuran tulang paha (femur), tulang kering (tibia), dan pada tulang panggul (pelvis).

Dalam identifikasi jenazah, termasuk identifikasi ras, ilmu forensik berperan dalam mengidentifikasi jenazah yang melibatkan beberapa ahli forensik seperti ahli antropologi forensik guna membantu mempercepat penentuan identitas jenazah. Semua hasil dapat dilihat dari perbedaan morfologi  pada tulang tengkorak, tulang kaki, dan tulang panggul yang akan dibandingkan dengan data antemortem (data sebelum kematian/ data semasa hidup), sehingga identifikasi jenazah terselesaikan dan kasus dapat diselesaikan dengan baik. (Mahasiswi Magister Ilmu Forensik Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga)

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia