Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Ditemukan! Bayi Terkubur dalam Kondisi Meringkuk dan Tengkurap

04 Desember 2018, 17: 32: 25 WIB | editor : Adi Nugroho

EVAKUASI: Petugas mengecek jenazah bayi yang terkubur.

EVAKUASI: Petugas mengecek jenazah bayi yang terkubur.

KEDIRI KABUPATEN - Peristiwa pembuangan bayi kembali terjadi di wilayah hukum Polsek Kepung, kemarin. Bayi laki-laki tak berdosa ditemukan terkubur dengan kondisi mengenaskan. Dikubur dengan kondisi tengkurap dengan badan meringkuk.

Kejadian memilukan tersebut terjadi di Dusun Bukaan, Desa Keling, Kepung. Bayi tersebut dikubur di belakang rumah warga yang bernama Sumarti. “Saat itu saksi (Sumarti, Red) hendak membuang sampah di barongan atau kebun belakang rumah. Ia melihat ada yang janggal,” ujar Kapolsek Kepung AKP Suharjito kepada koran ini kemarin.

Melihat lokasi dikuburnya bayi, ada dugaan pelakunya tak jauh dari lokasi. Atau setidaknya sang pelaku sangat paham dengan kondisi lingkungan tersebut. Sebab, bila orang asing atau jauh dari lokasi, dia akan membuang di pinggir jalan. Sedangkan lokasi pembuangan bayi masuk ke pekarangan warga. Yang harus melewati jalan-jalan kecil.

Menurut polisi, Sumarti mengaku melihat gundukan sekitar pukul 05.30 WIB. Jaraknya sekitar 30 meter dari rumah wanita 63 tahun itu. Tepat berada di rerimbunan bambu yang memang tumbuh di pekarangan itu.

Curiga, Sumarti segera memanggil anak perempuannya, Siti Khotimah, 37. Siti kemudian mencoba mencari tahu isi gundukan tersebut. Kedua perempuan tersebut kemudian memberanikan diri untuk menggalinya dengan sekop.

Siti mulai menyekop pelan-pelan gundukan tersebut. Hingga akhirnya hal yang tidak diduganya terjadi. Berdasarkan keterangan Siti kepada petugas, setelah beberapa kali disekop terlihatlah bayi malang tersebut. Pertama yang terlihat adalah kepala bagian belakang dan kaki.

Seketika itu pula ibu dan anak itu terkejut. Mereka kemudian memanggil kepala dusun (kasun) setempat. Lalu sekitar pukul 07.00 WIB, polisi mendapatkan laporan tersebut.

Tak lama berselang, petugas dari Polsek Kepung dan Polres Kediri mendatangi lokasi. Mereka langsung memasang garis polisi di sekitar lokasi. Pasalnya, saat dilakukan identifikasi dan olah TKP banyak warga yang melihat. Wajah-wajah cemas dan penasaran pun terlihat dari warga yang berada di sana.

Bayi malang itu dikubur tanpa dibalut kain atau apapun. Parahnya lagi, bayi tersebut diperkirakan baru saja dilahirkan ke dunia ini. Diperkirakan masih dalam hitungan jam atau belum ada satu hari. Pasalnya, saat dievakuasi petugas darah masih menempel di tubuh sang bayi.

“Panjang bayi tersebut sekitar 43 sentimeter dengan berat sekitar 2,7 kilogram,” terang polisi dengan tiga balok emas di pundak tersebut.

Lebih lanjut, ukuran galian untuk mengubur bayi tersebut juga relatif sempit. Panjangnya hanya sekitar 30 sentimeter. Dengan kedalaman hanya sekitar 20 sentimeter. Oleh karena itu, sang bayi tersebut dikubur dengan posisi meringkuk.

Menurut keterangan Sumarti, sehari sebelumnya ia belum melihat adanya gundukan tersebut. Karena itu petugas berasumsi bahwa pelaku menguburkan bayi tersebut pada Minggu (2/12) malam.

Berdasarkan perkiraan petugas di lapangan, galian tersebut dibuat menggunakan linggis. Dilihat dari ekas galian yang mengindasikan alat menyerupai linggis. “Kalau cangkul rasanya tidak mungkin. Bentuknya lebih condong ke linggis atau gancu,” duganya.

Setelah dilakukan identifikasi dan olah TKP, jasad bayi tersebut langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Kediri. Untuk dilakukan visum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Terkait barang bukti atau petunjuk yang ditemukan, Suharjito mengaku belum memiliki. Di sekitar lokasi pun tidak ada hal mencurigakan yang bisa menunjukkan titik terang.

Karena masih minim bukti, polisi masih belum bisa mengambil kesimpulan siapa pelaku pembuangan bayi tersebut. “Kami masih lakukan penyelidikan lebih lanjut. Kami juga telah meminta keterangan warga,” pungkas Suharjito.

Analisa Kepolisian

1.     Pelaku mengubur bayi pada Minggu (2/12) malam hari

2.     Alat untuk menggali antara linggis atau gancu

3.     Pelaku mengenal kondisi dan lokasi sekitar

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia