Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Hukum & Kriminal

Tak Belok, Mobilio Terperosok

04 Desember 2018, 16: 48: 07 WIB | editor : Adi Nugroho

kecelakaan

RINGSEK: Mobil mobilio yang terguling. (HUMAS Polsek Plosoklaten for RadarKediri.JawaPos.com)

Hati-hati bila berkendara. Terlebih bila medan yang dilalui belum begitu familiar. Meskipun ada fasilitas global positioning system (GPS) di kendaraan, risiko petaka bisa saja terjadi. Seperti yang dialami oleh Fahmi, 30. Warga Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri itu terperosok ke sungai bersama mobil Honda Mobilio yang dikemudikannya.

Akibatnya, kendaraan warna putih itu rusak parah. Ringsek pada bagian depan. Kap mobil dan bemper penyok yang cukup parah. Beruntung, fasilitas airbag mobil berfungsi sempurna. Membuat Fahmi hanya mengalami luka ringan.

Kecelakaan unik itu terjadi di Dusun Purworejo, Desa punjul, Plosoklaten, Kabupaten Kediri. Berdasarkan keterangan polisi, kemungkinan besar Fahmi kurang menguasai medan di wilayah tersebut.  Melewati jalan yang berbelok itu dia justru menjejak pedal gas kencang. “Ia memacu kendaraannya terlalu kencang,” ujar Kasihumas Polsek Plosoklaten Bripka Mayanto Fajar kepada Jawa Pos Radar Kediri kemarin.

lakalantas

kecelakaan (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

Berdasarkan keterangannya, kejadian nahas itu berlangsung pada dini hari. Yaitu Senin (3/12) sekitar pukul 01.00 WIB. Kondisi jalan relatif gelap. Itu juga yang membuat Fahmi semakin kesulitan. Ketika seharusnya dia berbelok kanan, Fahmi justru melaju lurus. Tak pelak, mobil bernopol AG 1421 AQ tersebut terperosok ke sungai.

Mobil Fahmi terperosok dengan posisi miring. Bagian kiri berada di bawah. Karena itu bodi bagian kiri itu yang mengalami kerusakan parah.

Beruntung, mobil tersebut dilengkapi dengan sistem keselamatan. Nyawa Fahmi diselamatkan oleh airbag yang keluar dari kemudinya. Alhasil, Fahmi tidak mengalami luka yang cukup serius. Hanya luka-luka ringan saja.

Bahkan, Fahmi bisa keluar dari mobil tersebut sendirian. Kemudian dia memanjat tebing sungai yang tingginya sekitar lima meter. Selanjutnya, ia pun menuju jalan raya.

“Setelah bisa keluar dari mobil, korban langsung menelepon temannya dan mengabarkan kecelakaan tersebut,” ungkap Mayanto.

Berdasarkan keterangannya, teman yang ditelepon tersebut adalah M Abdilah, 41, warga Desa Merkel, Gurah. Setelah itu, Abdilah menuju lokasi kecelakaan yang dikabarkan oleh Fahmi tersebut.

Sesampainya di lokasi, Abdilah mengaku diminta untuk menunggu mobil yang terperosok tersebut. Sedangkan, Fahmi meminjam kendaraan temannya itu untuk pulang.

Petugas dari Polsek Plosoklaten baru mendatangi TKP sekitar pukul 06.00 WIB. Sebenarnya, kejadian tersebut tidak dilaporkan oleh Fahmi kepada pihak kepolisian. Ia mengaku ingin menyelesakannya sendiri. Meskipun begitu, petugas tetap menuju TKP untuk mencatat saksi dan mengamankan barang bukti.

Terkait kerugian yang dialami oleh Fahmi, diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 juta. Yaitu untuk biaya servis atau perbaikan mobil Honda Mobilio warna putih tersebut. Tidak ada korban lain dalam kecelakaan tersebut. Pasalnya, Fahmi hanya berkendara sendirian kala itu. Juga, kecelakaan itu tak melibatkan kendaraan lain.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia