Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pinggang Warga Bogem Dipanah, Pipi Dipalu

03 Desember 2018, 16: 49: 04 WIB | editor : Adi Nugroho

aniaya

Dipanah dan Dipalu di Kediri (Ilustras: Nakula Agie - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA – Kasus kriminal modus baru terjadi di Kota Kediri. Suprapto, 47, menjadi korban penganiayaan dari orang yang belum diketahui identitasnya. Warga Desa Bogem, Gurah, Kabupaten Kediri tersebut dipanah di pinggang kanan. Setelah itu, dia dipukul palu di bagian pipinya.

Hingga kemarin, apa motif pelaku melakukan tindakan kejam itu belum diketahui. Dari fakta yang ada, kemungkinan besar tindakan itu dilandasi dendam. Sebab, tak ada barang berharga milik korban yang dibawa kabur pelaku.

“Sampai saat ini motif (pelaku) masih kami dalami. Yang pasti tidak ada barang-barang milik korban yang hilang,” terang Kapolsek Pesantren AKP Paidi Sadiarto.

Tempat kejadian perkara (TKP) penganiayaan itu memang di wilayah hukum Polsek Pesantren. Tepatnya di jalan yang melintasi persawahan di Lingkungan Kwangkalan, Kelurahan Tempurejo, Pesantren. Kejadiannya terjadi Jumat malam (30/11) lalu. Sekitar pukul 19.00 WIB.

“Sabtu (1/12, Red) siang (polisi) baru menerima laporan dari anak korban,” terang Paidi.

BERUMBAI: Anak panah yang jadi barang bukti.

BERUMBAI: Anak panah yang jadi barang bukti.

Korban dilaporkan bekerja di salah satu distributor minyak kemasan yang gudangnya berlokasi di Kelurahan Manisrenggo. Korban disebut bekerja sebagai kepala penjaga gudang. Saat kejadian dia berniat pulang ke rumahnya.

Sepertinya, pelaku paham dengan rutinitas korban. Setiap hari ketika pulang kerja Suprapto mesti melalui jalan persawahan. Jalan tersebut memang termasuk jalan pintas. Bila melalui jalan raya korban harus memutar lebih jauh.

Polisi sepertinya harus bekerja ekstrakeras untuk mengungkap kasus ini. Sebab, saat kejadian berlangsung tidak ada saksi mata selain korban dan pelaku yang dikatakan berjumlah dua orang. Bahkan, usai dipalu di wajahnya, Suprapto masih bisa melanjutkan perjalanan pulang. Baru sesampai di rumah dia diantar ke rumah sakit Siti Khodijah, Gurah. Kemudian dari rumah sakit tersebut korban dirujuk ke RS Bhayangkara. Setelah itu keluarga korban melaporkan kejadian itu ke polisi.

Paidi mengakui polisi masih sedikit mendapatkan fakta kasus tersebut. Mereka masih mengandalkan keterangan korban. Saat kejadian keadaan di jalanan juga gelap karena sedikitnya penerangan. “Saat itu juga belum ditemukan saksi,” jelas Paidi.

Saat ini barang bukti utama yang dimiliki polisi adalah anak panah yang menancap di punggung korban. Sedangkan palu yang digunakan pelaku untuk memukul pipi korban tidak ditemukan. Kemungkinan besar palu itu tetap dibawa oleh pelaku saat kabur.

Sedangkan anak panah yang digunakan berasal dari besi. Dengan mata berbentuk segitia. Di bagian belakang, ada rumbai yang terbuat dari tali rafia. Bukan dari bulu unggas seperti anak panah pada umumnya. Terlihat bahwa anak panah itu bikinan sendiri. Panjangnya sekitar 15-an sentimeter.

“Dari pemeriksaan, tidak ditemukan ada racun di mata panah tersebut. Korban masih baik-baik saja. Namun masih dalam perawatan oleh tim medis RS,” beber Paidi.

Yang pasti, akibat penganiayaan dari orang tak dikenal itu, Paidi mengalami luka robek di pinggang dan pipi. Luka di pinggangnya lebarnya mencapai 1,5 cm. Sementara, luka di pipi lebih parah lagi. Ada luka robek sepanjang sekitar 4 cm. Luka itu juga cukup dalam.

KRONOLOGI :

1.     Jumat (30/11) malam, Suprapto perjalanan pulang dari kantornya di Kelurahan Manisrenggo, Kota Kediri, menuju Desa Bogem, Gurah, Kabupaten Kediri.

2.     Sesampai di persawahan Lingkungan Kwangkalan, Kelurahan Tempurejo, tiba-tiba Suprapto merasakan sakit di pinggangnya.

3.     Suprapto menepi dan melihat sudah ada panah menancap di pinggang kanannya.

4.     Saat berhenti, tiba-tiba ada pengendara motor yang mendekat dan berteriak kenapa berhenti. Belum sempat menjawab, orang itu memukulkan palu ke wajah Suprapto. Dua pengendara motor itu kemudian kabur.

5.     Suprapto yang masih bisa berdiri melanjutkan perjalanan pulang. Setelah itu oleh keluarga dibawa ke rumah sakit.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia