Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
PERSEDIKAB
Persedikab Kediri vs Perssu Sumenep

Persedikab Jalani Partai Hidup Mati

02 Desember 2018, 14: 50: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

bola

HARUS MAKSIMAL: Persedikab dituntut menang di pertandingan terakhir Grup D. (ANDHIKA ATTAR - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI – Persedikab di grup D akan melakoni laga hidup mati. Menghadapi Perssu Sumenep, Bledug Kelud dituntut harus menang. Itupun, belum menjamin mereka lolos dari grup ini. Kepastian masih harus melihat hasil pertandingan lain.

Berkaca dari pertandingan terakhir melawan Lampung Sakti FC, bukan faktor teknis yang menjadi evaluasi tim kepelatihan. Melainkan mental pemain.

Logo Persedikab

Logo Persedikab

“Secara permainan kami menang, tapi mental anak-anak sepertinya menjadi down karena beberapa faktor non-teknis,” ujar Media Officer Persedikab Kediri Dimas Andhika Pramayuga.

Pelatih sudah menekankan kepada para pemain agar bermain habis-habisan. Pasalnya tiga poin menjadi hal wajib diraih Persedikab jika ingin lolos dari grup D. Dimas menekankan bahwa para pemain telah diminta melupakan hasil sebelumnya. Dan fokus pada pertandingan pamungkas itu. “Dari hasil koordinasi kami, anak-anak sudah siap tempur. Kami berikan semangat agar tampil mati-matian,” terang Dimas.

Berdasarkan keterangannya, skuad Bledug Kelud dalam kondisi baik. Menurutnya, jeda pertandingan dua hari dapat dimanfaatkan dengan maksimal untuk melakukan recovery. Selain itu, beberapa pemain yang terlibat benturan pada laga sebelumnya juga tidak sampai mengalami cedera. Pun dengan akumulasi kartu juga nihil.

Terkait skema permainan, Dimas mengatakan bahwa tidak akan ada perubahan masif. Termasuk untuk susunan pemain dan pola permainan. Namun ia hanya menegaskan bahwa skuad Bledug Kelud harus meningkatkan organisasi permainan.

Terkait striker Wimba Sutan yang baru bisa mencetak satu gol, Dimas mengaku tetap memiliki keyakinan besar. Pasalnya untuk adaptasi dengan pemain lain, menurutnya, Wimba juga dapat melakukannya dengan cepat.

Suplai dari lini kedua kepada Wimba pun pun dirasa juga dinilai tidak terlalu bermasalah. Jika melihat pertandingan terakhir, telah banyak peluang yang diciptakan. Hanya saja hal tersebut harus gagal karena faktor non-teknis.

Terkait permainan Perssu Sumenep, ia mengakui jika kualitas permainannya tidak bisa dianggap remeh. Bahkan menurutnya, Perssu memiliki kesiapan yang lebih dalam hal kedalaman pemain.

Pasalnya, skuad Perssu telah terbentuk sejak tahun lalu. Yaitu sejak Perssu mengkuti kompetisi liga 2. Alhasil meskipun turun kasta, kualitas permainannya tetaplah tidak bisa diremehkan. “Dari skill memang lebih matang,” akunya.

Meskipun begitu, banyaknya pertandingan yang dilalui Persedikab sebelum fase grup juga dinilai memberikan nilai tambah tersendiri. Menurutnya dengan menit bermain yang banyak tersebut juga memberikan pengalaman tersendiri bagi timnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia