Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Mengupas Sejarah Kuno si Gunung Cantik (10)

Omben Jago, Yoni yang Terkait Panji Laras

02 Desember 2018, 14: 43: 23 WIB | editor : Adi Nugroho

omben jago wilis

LAMBANG KESUBURAN: Omben Jago, yoni yang ada di Desa Pamongan, Mojo. (DIDIN SAPUTRO - RadarKediri.JawaPos.com)

Jumlah situs purbakala di Gunung Wilis sangat banyak. Namun, hingga saat ini tak banyak diketahui. Salah satunya Omben Jago. Benda bersejarah yang sempat nyaris hilang karena dicuri orang.

Tak banyak yang tahu keberadaan benda bersejarah satu ini. Terletak di tengah hutan. Jauh di atas pemukiman Desa Pamongan, Mojo. Bahkan, jika berjalan sedikit ke selatan, sudah masuk daerah Tulungagung. Untuk mencapai ke sana setidaknya dibutuhkan waktu hampir 2 jam berjalan kaki dari ujung jalan Desa Pamongan. Cukup dekat dengan jalan menuju air terjun Parijoto.

Situs yang dikenal masyarakat sekitar dengan nama Omben Jago tersebut merupakan sebuah yoni. Jumlahnya ada dua. Tidak kembar, karena yang satu ukurannya lebih besar dari yoni yang lain. Disebut Omben Jago karena dari sejarahnya dua benda ini dulunya dikaitkan dengan kisah Panji Laras. Yang setiap hari membawa jago.

"Dari cerita orang dulu, benda ini sebagai tempat minum jago Panji Laras," kata Mbah Slamet, warga setempat.

Dulu sebenarnya letak kedua yoni tersebut menurutnya bukan di lokasi saat ini. Namun ada di daerah yang lebih tinggi. Karena sempat akan dibawa orang, sehingga letaknya berpindah dari lokasi asal.

"Dulu sempat mau diambil orang, karena tiba-tiba benda ini tergeletak di jalan menuju ke sini (lokasi Omben Jago saat ini, Red)," aku Slamet.

Slamet menyebut dahulu sebenarnya banyak benda peninggalan bersejarah di sana. Namun beberapa diambil orang tak bertanggung jawab. Oleh karena itu, Slamet diberi amanah oleh Perhutani untuk menjaga benda yang tersisa. Slamet menyampaikan bahwa di hari-hari tertentu, banyak orang yang sering datang ke tempat itu. Untuk sekadar berkunjung atau melakukan ritual. Bahkan hingga bermalam.

Heri Purwoko, dari kelompok Pelestari Sejarah dan Budaya Kadhiri, situs Omben Jago tersebut adalah yoni. Yang jelas yoni ini sangat erat hubungannya dengan pemujaan di zaman kerajaan. Terlebih yoni ini pasti memiliki pasangan berupa lingga. Yang menggambarkan alat kelamin laki-laki. Berbentuk bulat pada ujungnya (shiva bhaga) pada pertengahan berbentuk segi delapan atau padma (wisnu bhaga). Dan paling bawah berbentuk persegi empat (brahma bhaga). Sementara yoni melambangkan kesuburan. Atau dipadankan sebagai alat kelamin perempuan.

"Lingga dan yoni paling sering ditemukan di dekat candi atau tempat suci umat hindu lain," jelasnya.

Yoni di sini keadaannya masih sangat bagus dan terbilang utuh. Ini jika dibanding yoni kebanyakan yang ditemukan di daerah dataran rendah. Hal ini lantaran yoni tersebut sangat jarang dijamah orang. Selain kedua yoni, ada juga bagian panel relief dari bagian bangunan yang tidak utuh lagi. Ditaruh di belakang Yoni.

"Namun kami belum tahu itu relief apa," sebutnya.

Yang pasti apabila dilihat dari bentuk yoni, itu berasal dari era sebelum Kerajaan Majapahit. Hal ini lantaran tidak adanya motif dan ornamen pada bagian bagian yoni tersebut.

Woko menyayangkan apabila ada seseorang yang berniat membawa benda purbakala yang ada. Keberadaan dua yoni ini menambah bukti peninggalan sejarah yang ada di lereng timur Wilis. Dari sini dipastikan bahwa sebenarnya masih banyak peninggalan di lereng Wilis yang belum ditemukan. Termasuk bangunan-bangunan suci berupa candi yang diperkirakan ada di setiap puncak Wilis.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia