Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Features

Dimas Niken Salindry, Sinden Cilik dari Kediri

Terbiasa Nonton Wayang sejak Kecil

02 Desember 2018, 14: 31: 03 WIB | editor : Adi Nugroho

sinden cilik

BERTALENTA: Niken diapit oleh orangtuanya. (HABIBAH ANISA - RadarKediri.JawaPos.com)

Menggeluti dunia persindenan sejak usia empat tahun, gadis cilik ini memilih seni tradisional sebagai hobi. Semua dipelajari secara otodidak. Pun, beragam prestasi mampu diraihnya. 

“Aduh klinciku ucul…Mangka iku dadi katresnanku…Ngalor ngidul tepung gelang mung kecelik.”

Tembang campursari berjudul Kelinci Ucul itu mengalun merdu dari bibir Dimas Niken Salindry, siang itu (1/12). Di ruang tamu rumahnya, di Jalan Cendana gang 2 RT 15 RW 03, Pakunden, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Gadis cilik berusia 10 tahun itu kebetulan tengah melatih vokal. Kegiatan yang rajin dia lakukan.

Di dekatnya ada lemari kaca. Isinya beraneka kostum yang selama ini dikenakan dalam berbagai pentas. “Saya mulai belajar sinden di usia empat tahun,” ucap siswa SDN Burengan 2 ini mengawali percakapan.

Menggeluti dunia sinden sejak usia kanak-kanak membuat jam terbang Niken di panggung pertunjukan seni tradisional bisa disejajarkan dengan para sinden dewasa. Bahkan, dia tak hanya tampil dari pangung ke panggung pertunjukan biasa. Menjadi bintang tamu di acara televisi nasional pun sudah dia perani.

“Pernah (tampil) di acara Hitam Putih dan OVJ,” terang gadis kelahiran 29 Juni 2009 ini.

Namun, yang paling sering, dia diundang untuk nembang di acara pernikahan. Tak jarang pula ikut manggung dalam pagelaran wayang kulit. Sejumlah dalang lokal pernah disindeninya. Nama-nama dalang seperti Ki Siswantoro, Ki Purbo Asmoro, Ki Degleng, Ki Anom Dwijo Kangko, Eko Prisdianto, Minto Darsono, Bayu Aji, Sigit Ariyanto, da Warseno Slank, adalah sederet di antaranya.

“Setiap manggung saya jadi paling kecil sendiri di grup karawitan itu,” kenang gadis yang gemar bermain squishy ini.

Sejak kecil, Niken sudah menunjukkan darah seninya. Bahkan, setiap malam dia susah untuk ditidurkan. Dia baru bisa tertidur setelah mendengarkan alunan lagu tembang Jawa.

Bahkan, berbeda dengan anak kecil pada umumnya, Niken justru sering melihat pertunjukan wayang. Terutama yang berlangsung di sekitar rumahnya. Hebatnya, ia kuat bertahan melek hingga acara selesai.  Hal tersebut menjadi salah satu yang menjadi proses perembesan kecintaan seni tradisional pada setiap denyut nadinya.

Saat ini, sudah tidak terhitung berapa pertunjukan yang telah dia lakukan. Semua kostum yang diagunakan, dibuat khusus untuknya. Meskipun masih begitu muda, Niken terlihat sangat menikmati kegiatannya sebagai sinden.

Pilihan aktivitasnya itu juga mendatangkan konsekuensi pada kehidupannya. Agar menjaga suara tetap bagus, beberapa pantangan dipatuhi. Niken disiplin untuk tidak minum es atau makanan gorengan. Pola makanannya pun dia jaga. Hanya melahap makanan yang bergizi.

“Selain hobi menyanyi, saya juga hobi berenang,” celetuknya.

Kelebihan Niken itu menurut sang ayah, Erick Kadharsiman, karena gadis ini sangat cepat dalam mempelajari sesuatu. Kemampuan olah vokalnya tanpa sentuhan orang lain. Semua terbentuk dari latihan otodidak. Cepatnya dia belajar juga ditunjukkan saat menggeluti olahraga renang.

Meski disibukan dengan kegiatan manggung, Niken pun masih sempat mengikuti ekstra-kurikuler di sekolahnya. Ikut kelompok karawitan. Dia juga sering mengikuti beragam lomba. Seperti lomba membuat lirik lagu pada 2013 di Kabupaten Kediri. Kala itu dia meraih juara kedua. Padahal, hampir semua pesaingnya lebih dewasa darinya. “Tidak hanya siswa SMA tapi juga mahasiswa,” terang Erick.

‘Buk Aku Pengen Kayak Mbak-Mbak Iku ‘

Niken kecil mulai menunjukkan kecintaannya pada dunia seni. Suatu saat, ketika menonton pagelaran wayang kulit, dia antusias mengamati barisan sinden di panggung. Hingga dia berucap kepada sang ibu,”Buk, aku pengen koyok mbak-bak iku (Bu, saya ingin menjadi seperti kakak-kakak itu).”

Putri pasangan Erick Kadharsiman dan Wiwin Armita ini rupanya benar-benar terpikat dengan dunia sinden. Karena itu, kedua orang tuanya pun hanya bisa memberi dukungan. Wiwin segera membelikan compact disc (CD) yang berisikan tembang-tembang Jawa.

Hebatnya, dengan cepat niken belajar. Meskipun hanya mendengarkan lagu-lagu dari CD tersebut gadis ini cepat pintar. Hingga akhirnya, di usia yang boleh dikatakan sangat muda tersebut Niken mengawali debut sebagai sinden.

“Lagu pertama yang dinyanyikan berjudul Kelinci Ucul,” terang Wiwin.

Sudah empat belas tahun Niken bergelut di dunia persindenan. Wiwin tidak menyangka nama putrinya akan seterkenal saat ini. Meskipun begitu ia tidak ingin anaknya terjebak dalam soal materi. Sebagai orang tua, mereka tidak semata-mata melihat besarnya honor yang didapatkan ketika manggung. Tapi lebih melihat pada kecintaan sang anak pada dunia seni.

Bagaimana dengan sekolah? Hebatnya, Niken belum pernah izin tidak masuk ketika mengikuti pementasan. Sebab, pementasan berlangsung di luar jam sekolah. Artinya, tidak menganggu kegiatan sekolah. “Ketika jam sekolah, paling lama manggung hingga jam 01.00 dini hari,” ungkap Wiwin.

Niken pun sudah terbiasa dengan pola keseharian seperti itu. Bahkan, sudah sangat menikmati. Bagi Erick dan Wiwin, meski mendukung keinginan sang anak tapi pendidikan masih dinomorsatukan. Wiwin mengatakan, untuk jadwal nyinden di sesuaikan dengan jadwal sekolah.

“Ketika sedang liburan, bisa satu harian penuh,” imbuh Erick.

Tapi, namanya bocah, ada juga kejadian kurang menyenangkan saat manggung. Pernah ketika pentas di acara pernikahan di Jogjakarta, tiba-tiba tubuh niken drop. Raut mukanya menunjukkan ketidakgembiraan. Permintaan ibunya agar mengembangkan senyum tak dihiraukan. Bahkan, tiba-tiba dia turun panggung. “Di bawah panggung dia muntah-muntah,” cerita Wiwin.

Akhirnya, Niken pun tak bisa melanjutkan show. Beruntung, penyelenggara dapat memaklumi kondisi itu. Sejak itu, Wiwin pun semakin menjaga pola makan sang putri.

Saat ini, Wiwin juga mulai mengurangi jadwal manggung putrinya. Maklum, mendekati jadwal ujian akhir semester (UAS).

Soal cita-cita, Niken ternyata ingin jadi artis. Idolanya saat ini adalah Tompi. Juga, Soimah dan Syahrini. “Selain memiliki suara merdu mereka memiliki kepercayaan diri yang hebat,” puji Niken kepada para artis idolanya itu.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia