Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Show Case

BPJS Kesehatan KC Kediri Ajak Hidup Sehat Dengan Berlari

02 Desember 2018, 14: 17: 29 WIB | editor : Adi Nugroho

BPJS Kesehatan Kediri

BUGAR: Komunitas Kediri Runners di depan Kantor BPJS Kesehatan Kediri. (MASHADI - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI - Ada yang berbeda di kantor BPJS Kesehatan Kantor Cabang (KC) Kediri kemarin (2/12) . Kantor yang biasanya sepi pada hari libur mendadak ramai dipenuhi oleh 100 orang pelari yang tergabung dalam Komunitas "Kediri Runners".

Setelah berlari sejauh 3 kilometer, mereka kompak duduk di lobi sambil tanya-jawab tentang JKN-KIS. Melalui kegiatan bertajuk “Sedulu-Run ini, BPJS Kesehatan berusaha meningkatkan kesadaran partisipan atas pentingnya menerapkan gaya hidup sehat.

Dengan harapan, anggota komunitas dapat terus menularkan hobinya kepada lingkungan, kegiatan ini diharapakan membuat tren gaya hidup sehat terus berkembang.

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kediri, Yessi Kumalasari sangat mengapresiasi adanya komunitas olahraga yang telah menjadi good influence bagi lingkungan. “Mereka berkumpul karena kesamaan hobi, yaitu berlari. Bahkan beberapa dari mereka telah meraih prestasi dengan menjadi juara pada event-event perlombaan, Ini kan positif sekali," ujarnya.

Kali ini BPJS Kesehatan KC Kediri bertemu dengan kominitas pelari Kediri untuk mendorong mereka agar terus mempengaruhi orang lain. Konten positif yang mereka unggah di media sosial bisa saja menjadi dorongan bagi orang lain untuk ikut berolahraga. "Ayo bersama-sama berkampanye melawan katastropik,” ajak Yessi.

Untuk diketahui, Pada 2016, pembiayaan JKN-KIS untuk penyakit katastropik mencapai lebih dari 12 triliun rupiah atau setara dengan 24,81% dari total biaya pelayanan kesehatan rujukan. Salah satu penyakit katastropik dengan kasus tertinggi adalah penyakit kardiovaskular (jantung). Data BPJS Kesehatan menunjukkan bahwa terdapat 9.697 peningkatan jumlah pasien jantung pada tahun 2015 ke 2016.

Sementara itu, Kediri Runners Captain, Yohan Aditya, menyampaikan keprihatinan atas tingginya kasus katastropik yang diderita masyarakat Indonesia. Yohan menyatakan bahwa pihaknya siap menjadi pembuat tren berlari untuk hidup yang lebih sehat.

 “Setelah paham akan kondisi ini, kami merasa memiliki tanggung jawab moral untuk mengajak orang lain berolahraga, setidaknya melalui unggahan ajakan berolahraga di media sosial. Setiap runner kami harap dapat menjadi trend setter di lingkungan masing-masing. Melalui berlari saja, kita dapat berkontribusi untuk pembangunan kesehatan masyarakat. Ayo hidup sehat, mulai dari berlari,” Tutup Yohan.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia