Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

TPID Kota Kediri Menjadi yang Terbaik Se-Jawa dan Bali

Tekan Inflasi demi Kesejahteraan Masyarakat

02 Desember 2018, 13: 26: 41 WIB | editor : Adi Nugroho

wali kota

CONTOH: Wali Kota Abdullah Abu Bakar saat menerima kunjungan Sekdaprov Kalimantan Selatan Abdul Haris (dua dari kanan). (HUMAS PEMKOT KEDIRI For RadarKediri.JawaPos.com)

Keberhasilan Kota Kediri menekan inflasi membuat masyarakat semakin nyaman. Keberhasilan itu mengantarkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menjadi yang terbaik se- Jawa dan Bali. Hingga menjadi inspirasi daerah lain untuk belajar dari Kota Tahu ini.

Kota Kediri telah berhasil menjaga 4K. Mulai dari kecukupan pasokan komoditas pangan, keterjangkauan harga pangan, kelancaran distribusi, dan komunikasi publik yang efektif. Dari hal tersebut, pada 2018 ini Kota Kediri berhasil mempertahankan predikat sebagai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Terbaik tingkat Kabupaten/Kota Kawasan Jawa-Bali. Penghargaan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Juli 2018.

“Keberhasilan menjadi TPID terbaik tahun ini tak lepas dari adanya komitmen yang kuat kepala daerah yakni Wali Kota Kediri,” kata Plt Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan Daerah (Barenlitbang) Edi Darmasto.

Edi menyampaikan, komitmen wali kota tersebut adalah melaksanakan kebijakan pembangunan daerah dalam rangka menekan inflasi di Kota Kediri. Selain itu, menurutnya, juga peran serta anggota TPID. Mulai pemkot, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Kediri, Bulog, Kading, dan Polresta.

“Selama ini anggota TPID yang solid tersebut juga sangat mendukung keberhasilan dalam menekan inflasi daerah,” tambahnya.

Sejumlah program pemkot yang mendukung perolehan prestasi ini antara lain dalam bidang pendidikan. Yaitu SPP gratis, seragam gratis untuk siswa SD dan SMP, hingga subsidi biaya pendidikan SMA/SMK/MA. Selain itu selama ini pemkot juga memberi fasilitas kepada masyarakat berupa bus sekolah gratis dan subdidi BBM untuk angkutan kota.

Di bidang transportasi, adanya program balik/mudik lebaran gratis, pengawasan dan pengaturan tarif tansportasi darat pada masa puncak lebaran, pengaturan angkutan barang menjelang liburan keagamaan, dan pengaturan lalu lintas distribusi barang. Sementara bidang perdagangan, adalah faktor kebijakan moral suasi kepada manajemen pasar modern untuk memberikan diskon saat Ramadan dan Lebaran.

“Juga sidak pasar untuk selalu memonitor pergerakan barang, stok, dan harga,” tandasnya.

Untuk bidang perumahan, selama ini pemkot telah melakukan percepatan pemanfaatan rusunawa untuk menekan inflasi dari biaya sewa rumah. Juga telah membentuk Tim Ad Hoc pada saat ada shock seperti kenaikan administered price untuk meminimalisir dampak yang terjadi. Yang terakhir adalah Komunikasi publik secara efektif dalam rangka menjaga ekpektasi masyarakat.

“Selama 2018 hingga saat ini sudah ada 8 daerah baik dari pulau Jawa maupun luar Jawa yang telah melakukan studi banding ke TPID di Kota Kediri,” jelas Edi.

Kunjungan tersebut merupakan kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi Pemkot Kediri. Pemkot dan TPID selalu bersyukur jika kinerja selama ini bisa menginspirasi daerah lain untuk ikut menekan inflasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pasalnya jika inflasi tidak terjaga atau melambung tinggi melampaui pertumbuhan ekonomi daerah, yang menderita masyarakat. Karena kemampuan daya beli semakin dengan harga barang yang naik tinggi.

“Kami bersyukur atas capaian kinerja TPID Kota Kediri menjadi yang terbaik kawasan Jawa Bali dua tahun berturut-turut. Hal ini sebagai penyemangat dan motivasi bagi TPID Kota Kediri untuk bekerja lebih baik lagi,” harapnya.

Untuk diketahui, pada 2017 angka Inflasi Kota Kediri sebesar 3,44%. Angka itu lebih rendah dari inflasi Jawa Timur sebesar 4,04% dan inflasi Nasional sebesar 3,61%.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia