Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Politik

Aturan Kawasan Tanpa Rokok Antar Kota Kediri Raih Paramesti 2018

Demi Kenyamanan Warga Bukan Perokok

02 Desember 2018, 12: 59: 10 WIB | editor : Adi Nugroho

rokok

PRESTASI: Sekkota Budwi Sunu dalam sebuah acara. (HUMAS PEMKOT KEDIRI For RadarKediri.JawaPos.com)

Terkenal dengan kota penghasil rokok terbesar di Indonesia, tak membuat Kota Kediri membebaskan masyarakatnya merokok di tempat umum. Justru dengan perwali, kota ini mendapat penghargaan Paramesti dari Kementerian Kesehatan.

Untuk mendapatkan penghargaan Paramesti tidaklah mudah. Apalagi seperti Kota Kediri yang memiliki industry rokok besar. Hal itu menjadi tantangan terberat. Tantangannya lebih besar dari kota lain yang tak memiliki industri rokok besar di Indonesia.

“Tentunya itu (regulasi kawasan tanpa rokok) memiliki dampak yang lebih besar terhadap penggunaan rokok di Kota Kediri,” kata Kepala Dinas Kesehatan Fauzan Adhima.

Fauzan menyampaikan, regulasi itu tidak serta merta melarang masyarakat untuk merokok. Tetapi lebih ke pembatasan-pembatasan tempat merokok di kawasan-kawasan yang diatur dalam perwali tersebut. Seperti tempat ibadah, sekolah, dan perkantoran. Sehingga masyarakat tidak bisa lagi dengan bebas merokok di mana saja. termasuk ada kewajiban pusat perbelanjaan yang ada di Kota Kediri untuk menyediakan ruangan khusus untuk merokok.

“Salah satu tujuan dibuatnya regulasi tersebut, juga dalam upaya meningkatkan kenyamanan kepada masyarakat yang tidak merokok,” kata Kepala Dinas Kesehatan Fauzan Adhima.

Penghargaan itu merupakan kesempatan yang baik untuk membangun kawasan tanpa rokok sampai kawasan terkecil. Meskipun kawasan tanpa rokok dan kawasan terbatas merokok saat ini masih menjadi peraturan wali kota, tidak menutup kemungkinan jika ke depan akan menjadi peraturan daerah (perda).

Selain itu, penghargaan juga telah diberikan kepada empat sekolah dan dua kelurahan yang menerapkan kawasan tanpa rokok. Yaitu SMPN 1 Kediri, MTsN 2 Kediri, SMAN 2 Kediri, SMAK Petra Kediri, Kelurahan Kampungdalem, dan Kelurahan Bawang. Selain itu, ada pengukuhan Satgas Kawasan Bebas Asap  Rokok di Dalam Rumah RW 04 Kelurahan Kampungdalem.

Kota Kediri menjadi salah satu penerima penghargaan Paramesti dari Menkes Nila F. Moeloek karena telah memiliki Perwali tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada Mei 2018. Penghargaan diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu di Jakarta. 

Budwi Sunu mengungkapkan, terkait KTR ini sebenarnya Kota Kediri peluangnya sangat berat. Karena memang di Kota Kediri ada pabrik rokok terbesar. Namun demikian Kota Kediri tetap melakukan upaya untuk kesehatan masyarakat. 

Upaya pertama yang dilakukan Pemkot Kediri adalah membuat perwali di tahun 2018 ini tentang Kawasan Tanpa Rokok di Kota Kediri. Kedua, Pemkot Kediri mengadakan suatu pengawasan beberapa KTR. Yaitu, antara lain, di rumah sakit, sekolah, dan puskesmas. Namun juga ada beberapa lokasi yang bukan KTR harus menyediakan tempat khusus untuk merokok. Seperti tempat perbelanjaan.

Ke depan, Budwi berharap masyarakat akan semakin sadar bahwa rokok semakin berbahaya bagi kesehatan. “Seperti tadi yang dipaparkan Menteri Kesehatan tentang bahaya merokok. Bahwa lebih banyak kerugiannya daripada keuntungannya ketika merokok. Kita harus menjaga kesehatan kita dari bahaya merokok,” harapnya.

Selama ini pemerintah telah mencanangkan program masyarakat hidup sehat dengan melakukan tiga aktivitas. Yaitu melakukan aktivitas fisik 30 menit yang dilakukan rutin setiap hari, mengurangi konsumsi rokok, dan membiasakan untuk mengkonsumsi buah dan sayur.

(rk/rq/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia