Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Ekonomi

Bawang Merah Naik, Bawang Putih Turun

30 November 2018, 12: 50: 08 WIB | editor : Adi Nugroho

bawang putih

TURUN: Bawang putih di pasar. (IQBAL SYAHRONI - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KOTA – Harga bumbu dapur kembali bergejolak. Kali ini dialami bawang merah dan bawang putih. Jika bawang merah mengalami kenaikan, bawang putih justru turun.

Perubahan terjadi selama seminggu terakhir. Masing-masing kenaikan dan penurunan sekitar Rp 4 ribu per kilogram. Saat ini, bawang putih Rp 18 ribu per kilogram, maka bawang merah sudah mncapai Rp 22 ribu per kilogram.
          Hal tersebut dibenarkan  Tri Wahyu, 15, salah satu pedagang di Pasar Tradisional Setonobetek, Kota Kediri.       Tri menjelaskan bahwa harga bawang putih turun dari yang semula berkisar di harga Rp 21-22 ribu, sekarang turun menjadi Rp 18ribu di warung milik kakaknya, Fahmi tersebut. “Sudah satu minggu,” imbuhnya.

          Sedangkan bawang merah mengalami kenaikan yang sebelumnya dari harga Rp18-19 ribu menjadi Rp 22 ribu. Mengenai kenaikan dan penurunan harga, Tri menjelaskan bahwa harga tersebut sudah ditentukan langsung oleh pengepul.

          Hal sama juga diungkapkan pedagang lainnya, Yesika, 20, ia menjelaskan bahwa harga bawang merah dan bawang putih yang ia jual sama saja dengan penjual lain. “Bawang putih Rp 18ribu, bawang merah Rp 22ribu,” imbuhnya.

          Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga bawang merah karena sudah memasuki musim hujan. Dengan datangnya musim hujan di Indonesia, bawang merah dinilai akan cepat busuk karena petani memiliki waktu yang sedikit untuk menjemur setelah panen.

          Yesika juga menjelaskan, bahwa harga naik karena saat ini memang sedang panen bawang merah dari petani stoknya sedikit, sehingga harga menjadi naik. “Kalau bawang merah biasanya petani Indonesia juga bisa, kalau bawang putih memang impor,” ujarnya.

          Dengan berubahnya harga bawang merah dan putih tidak menjadikan permintaan dari pembeli menjadi bertambah maupun berkurang. Dewi, 44, salah seorang pembeli menjelaskan bahwa bawang memang menjadi bahan pokok untuk memasak. Sehingga, meski harga naik, dia tetap harus membeli. “Kecuali kalau naiknya terlalu tinggi, mungkin beralih menggunakan bahan masak yang lain,” imbuhnya.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia