Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Events

Nanang Prestijono, ASN yang Hobi Naik Gunung

Rindu Gunung Karena Mendapat Seduluran

30 November 2018, 12: 44: 06 WIB | editor : Adi Nugroho

rinjani

SANG PENAKLUK: Nanang bersama anaknya, Raung, saat berada di puncak Gunung Rinjani. (Nanang Prestijono For RadarKediri.JawaPos.com)

Berawal dari kegiatan lintas alam, Nanang Prestijono tertarik mendaki gunung. Sempat istirahat belasan tahun karena menjadi abdi negara. Kini Nanang kembali pada hobinya. Menaklukkan sejumlah gunung tertinggi di Indonesia. Dia pun menjadi salah satu tim Ekspedisi Wilis I.

MOCH. DIDIN SAPUTRO

Sinar matahari siang itu cukup terik. Langkah tim Ekspedisi Wilis pun melambat. Napas anggota tim semakin ngos-ngosan. Namun, hal itu tak membuat tim beristirahat. Tapi dimanfaatkan untuk hunting foto. Mengabadikan flora yang jarang kami temui di dataran rendah.

“Ini ada jamur bagus,” cetus Nanang sembari mengeluarkan ponsel dari sakunya.

Nanang langsung menjepret jamur yang terlihat eksotis itu. Selama perjalanan, pria yang sering disapa Mbah Nanang itu paling aktif mengabadikan momen penting. Berbekal kamera mirorless dan ponsel yang memadai dalam hal kamera, Nanang seperti tak rela jika ada momen berharga terlewat tanpa dokumentasi.

Nanang adalah PNS di Pemkab Kediri. Saat ini menjadi Kasubbag Penyusunan Program Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMPD). Menurutnya, dia suka kegiatan mendaki karena bisa mendapat banyak teman.

“Saya pertama kali mendaki saat lulus SMA pada tahun 1988,” jelasnya.

Saat itu dia mengikuti Gabungan Penjelajah Alam. Tapi, saat ada pendakian dia tidak selalu berangkat. Kadang setahun sekali. Terkadang setahun 3 kali. Sempat berhenti 19 tahun. Ayah 2 anak itu sama sekali tidak mendaki setelah kerja menjadi abdi negara pada 1991.

“Teman-teman mengajak mendaki. Tapi saya tidak bisa karena waktunya tidak tepat dan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan,” akunya.

Nanang berpendapat, di gunung semua bisa menjadi saudara. Yang awalnya tidak kenal pasti bisa menjadi kawan akrab. Bahkan bisa sebagai saudara.

“Itulah yang membuat saya rindu karena bisa menambah seduluran,” kisahnya.

Menurut pria 50 tahun ini, mendaki juga bisa sejenak melupakan rutinitas di kantor. Setelah 19 tahun, Nanang mulai mendaki lagi pada 2010. Yang pertama didakinya setelah comeback itu adalah gunung-gunung  di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Tapi saya ulang kembali di gunung yang sama,” ujarnya.

Seperti 2010, dia kembali mendaki Semeru yang puncaknya sudah dia taklukkan pada 1990. Rasa rindu  membuat dia ingin mengulang lagi. Tidak sampai puncak memang, hanya hingga Ranu Kumbolo.

“Saya usahakan tiap tahun ambil cuti untuk saya manfaatkan naik gunung,” tegasnya.

Sebelum mendaki, persiapannya adalah membentuk tim yang solid. Dari gunung itu, dia bisa mengetahui karakter seseorang. Apakah orang itu egois atau tidak. Mudah diajak kerja sama atau sebaliknya. Perhatian dengan teman, setia kawan, atau bahkan individualis, semuanya akan diketahui.

“Apakah mereka bisa saling tolong-menolong, itu juga akan terlihat saat mendaki,” ucapnya.

Hebatnya, di usia yang sudah tak muda lagi itu, Nanang terlihat tangguh sebagai pendaki. Tak pernah merasakan kram atau sakit pinggang. Kuncinya, setiap hari dia berolahraga. Mulai bersepeda, badminton, atau olahraga kardio lainnya.

Sebelum mendaki Wilis pada kegiatan ekspedisi kemarin, Nanang juga telah mendaki puncak Rinjani, Lombok, NTT. Juga Gunung Kerinci di Jambi. Saat di Rinjani, dia mengajak putra pertamanya. Yang memang diberi nama Rinjani.

“Sebenarnya sudah pernah ke Rinjani pada 1990. Tapi saya punya niatan untuk mengajak anak saya Rinjani ini mendaki ke sana,” bebernya.

Nanang sebenarnya punya target mendaki seven summit, tujuh puncak tertinggi di setiap pulau di Indonesia. Meskipun yang terakhir mungkin sulit untuk mencapainya. Yakni Jaya Wijaya di Papua. Keinginan mendaki di puncak-puncak tertinggi lain masih menjadi impian pria ini.

(rk/baz/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia