Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Events

Catatan Ekspedisi Wilis I, Mengupas Sejarah Kuno si Gunung Cantik (7)

Ada Punden Berundak di Sejumlah Puncak

29 November 2018, 17: 42: 50 WIB | editor : Adi Nugroho

wilis

BERSEJARAH: Tim ekspedisi Wilis saat di hutan alang-alang. (M ARIF HANAFI - RadarKediri.JawaPos.com)

Sebagai salah satu gunung suci, Wilis juga memiliki sejumlah punden berundak. Namun selama ini belum banyak yang tahu keberadaanya.

Belum banyak yang tahu bahwa di Gunung Wilis sebenarnya telah ada punden berundak. Meskipun tidak seterkenal punden berundak lain yang telah ditemukan di Indonesia. Setidaknya ini menjadi bukti bahwa di puncak Wilis pernah menjadi lokasi suci pemujaan dari berbagai peradaban.

Sejumlah lokasi yang disinyalir merupakan punden berundak di antaranya adalah Situs Plawangan, Simping, dan juga Puncak Slurup. Juga ada di atas Air Terjun Ngleyangan, Banyakan. Atau lebih dikenal dengan Candi Sekartaji.

“Sebenarnya masih banyak lagi yang belum terjamah,” kata Erwan Yudiono.

Hal ini, menurut pria yang karib disapa Jeje itu, Gunung Wilis memiliki banyak puncak. Dan semua puncak tersebut diperkirakan rata-rata memiliki peninggalan purbakala. Selain itu, rimbunnya hutan dan cerita mistis di masyarakat juga menjadikan orang sangat jarang berkunjung di daerah Wilis.

Sementara punden yang sudah terlihat jelas dan sering dikunjungi adalah Punden Berundak Penampihan yang ada di Tulungagung. Memang, Penampihan selama ini dikenal sebagai salah satu akses menuju ke puncak Wilis. Namun dari arah Tulungagung. Sementara dari Kediri, untuk menuju puncak Wilis juga melewati struktur punden berundak, yakni Puncak Slurup.

“Salah satu penganut kepercayaan, juga sering menyebut Puncak Slurup sebagai salah satu punden berundak di Wilis,” sebut Jeje.

Punden berundak atau teras berundak adalah struktur tata ruang bangunan yang berupa teras atau trap berganda yang mengarah pada satu titik. Dengan tiap teras semakin tinggi posisinya. Struktur ini kerap ditemukan pada situs kepurbakalaan di Nusantara. Sehingga dianggap sebagai salah satu ciri kebudayaan asli Nusantara.

Dari sejumlah literature, struktur dasar punden berundak ditemukan pada situs-situs purbakala. Baik dari periode kebudayaan, megalit-neolitikum hingga pra-Hindu-Buddha masyarakat austronesia. Meskipun ternyata juga dipakai pada bangunan-bangunan pada periode selanjutnya. Bahkan sampai periode Islam masuk di Nusantara.

Selama ini situs punden berundak pada zaman klasik akhir ditemukan di beberapa wilayah pegunungan di Jawa. Seperti di wilayah Gunung Lawu, Gunung Muria, Penanggungan, Gunung Arjuna, Welirang, dan Gunung Argopuro. Sementara di Gunung Wilis, ada sejumlah situs yang diketemukan namun hingga kini belum banyak yang terpublikasikan.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia