Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon featured
Features

Suka setelah Jadi Korban Bully

29 November 2018, 16: 30: 48 WIB | editor : Adi Nugroho

juara taekwondo

PRESTASI: Vebyan menunjukkan medali yang berhasil diraihnya. (HABIBAH ANISA - RadarKediri.JawaPos.com)

Bocah sebelas tahun ini memilih taekwondo setelah sering jadi korban kejahilan temannya. Tak dinyana, pilihannya itu ternyata tak hanya membuatnya ‘aman’ tetapi juga jalan meraih banyak prestasi.

HABIBAH A MUKTIARA

Namanya Vebyan Cahya Aryo Dipo. Anak kedua dari ketiga bersaudara ini kerap dipanggil Vebyan. Memiliki tinggi badan yang 135 cm, bocah sebelas tahun ini secara fisik memang tak berbeda dengan anak seusianya.

Tapi, saat melihat rentetan medali yang diraihnya, bocah kelas 5 di SDN Jagalan 3 ini patut diacungi jempol. Terbaru, Vebyan baru saja menyabet medali emas di Turnamen UM Cup. Dia tampil perkasa di kelas U-31 Pre-kadet B Putra. “Turnamen terakhir kemarin di adakan di Kota Malang,” ucap Vebyan usai mempersilahkan Jawa Pos Radar Kediri masuk di rumahnya di Jalan Letjen Sutoyo, GG Sadar, Burengan, Kota Kediri.

Dari belasan kejuaraan yang diikutinya itu, Vebyan pun mengoleksi beberapa medali. Medali itu tergantung di lehernya, ketika sedang ditemui kemarin. Medali tersebut merupakan hasil kerja kerasnya selama ini.

Kemampuan beladiri Vebyan memiliki kisah yang menarik. Saat itu, dia duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar. Saat berada di tempat ngaji, ia kerap dijahili oleh teman-tamannya.

Hal tersebut membuat Totok, ayah Vebyan memutuskan anaknya untuk ikut Taekwondo. Dengan mengikutkannya berlatih di Dojo AGS Taekwondo.

Totok masih ingat saat pertama kali berlatih, Vebyan sempat mengalami luka. Waktu itu, Vebyan mengalami pendarahan pada hidung ketika sedang melakukan latihan . Hal tersebut membuat anak keduanya tersebut sempat mogok tidak mau latihan lagi. “Waktu itu saya beri nasihat, dan semangat agar tidak mudah menyerah,” ungkap Totok.

Usaha kerasnya itu pun berbuah keberhasilan. Kemenangan pun diraihnya. Sebelum mengikuti perlombaan yang diselenggarakan di Malang, ia juga mengikuti Turnamen Taekwondo Kapolri Cup. Perlombaan yang di adakan bulan September,  ia berhasil membawa juara satu dalam kategori U-30 Pra Cadet C Putra. Sebelumnya, pada Februari 2018, dia juga juara satu U-28 Kyorugi Pra Kadet Putra.

Bocah yang kini menyandang sabuk biru itu, sering gugup ketika akan bertanding. Untuk mengatasi rasa gugupnya ia lantas berteriak kencang sebelum melakukan pertadingan.

Untuk mempersiapkan pertandingan, selain mengatur pola makan. Vebyan juga menambah jam latihannya. Selain berlatih setiap Rabu, Kamis, dan Minggu, Ia juga melakukan latihan di rumah, setiap pagi ia beralari di sekitar rumah.

Dalam partai final yang berlangsung kemarin, Vebyan bermain sangat agresif. Lawan seperti tak diberinya kesempatan untuk melawan. Dia pun menang dengan skor yang relatif telak, 30-21. Polesan teknis Vebyan tak lepas dari tangan dingin para pelatihnya. Barisan pelatihan itu pula yang mengawalnya berlaga di UM Cup.  Joko Arianto, Sabeum Agung, dan Sebeum Nia Aprilia, membantu dalam membentuk talenta taekwondo yang pontensial.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia