Sabtu, 15 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Pembunuhan Banyakan: Ali Membunuh karena Cemburu

24 November 2018, 14: 11: 53 WIB | editor : Adi Nugroho

bunuh

pembunuhan baidowi (Ilustrasi: Afrizal - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN – Bagaimana rasanya bila sang istri mengaku suka kepada orang lain? Sedih, kecewa, dan marah. Nah, perasaan itulah yang,  sepertinya, berkecamuk pada diri Ali. Warga Dusun Nglaban, Desa Maron, Banyakan tapi alamat KTP-nya di Dusun  Semen, Desa Datengan, Grogol, itu kalap. Dia pun membacok tetangganya yang dianggap sebagai selingkuhan sang istri.

Tindakan brutal Ali itu membuat sang korban, Baidowi, 40, tewas bersimbah darah. Lelaki warga Dusun Nglaban, Desa Maron, Banyakan, itu meninggal akibat tiga kali bacokan.

Aksi biadab Ali itu dipicu oleh pengakuan sang istri, Siti Juwariyah, 29, beberapa jam sebelumnya. Menurut keterangan polisi, Ali mengatakan Siti mengaku suka pada korban. Pengakuan itulah yang membuat Ali naik pitam. Dia merasa sakit hati. Karena itu, kemudian buruh tani ini memiliki inisiatif melakukan penjebakan.

Kemudian, Kamis (22/11) sekitar pukul 18.30 WIB, Ali mencoba menjebak korban. Dia mengirim pesan singkat melalui Whatsapp milik istrinya. Mengajak korban bertemu di lahan kosong tak jauh dari rumahnya.

Benar saja, tak berapa lama kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, jebakan Ali mengena. Baidowi pun datang ke lokasi yang telah dijanjikan. ”Pada saat itu Ali sudah menunggu di balik semak-semak, membawa sabit,” cerita Kasubag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi.

DENDAM: Ali, tersangka pembunuhan Baidowi.

DENDAM: Ali, tersangka pembunuhan Baidowi.

Begitu sudah dekat, Ali langsung keluar dari rerimbunan bambu tempatnya menunggu. Ayunan sabit yang pertama mengenai kaki korban. Hal itu  membuat Baidowi kaget dan ketakutan. Dia berusaha melarikan diri. Menjauh dari amukan Ali.

Sayang, belum sempat menjauh, bacokan kedua sudah mendarat. Yang kedua ini tepat mengenai punggung korban. Bacokan kedua inilah yang menurut Kamsudi membuat Baidowi tumbang.

Ironisnya, bukannya lega melihat lawannya rubuh ke tanah, Ali malah semakin kalap.   Dia mengayunkan sabit untuk ketiga kali. Melukai bahu hingga mengiris bagian dada.

Tindakan sadis Ali itu dilihat Siti. Wanita tersebut kemudian minta tolong kepada Gunawan, 30, tetangganya. Gunawan pula yang akhirnya bisa menenangkan Ali agar tidak berbuat lebih jauh lagi. Gunawan kemudian menelepon Polsek Banyakan.

Polisi segera meluncur ke lokasi. Saat tiba, Baidowi sudah dalam keadaan tak bernyawa. Mayatnya segera dilarikan ke RS Bhayangkara Kediri untuk divisum. Luka yang terlihat dari tubuh korban adalah robek pada lengan kiri, dada kanan, betis, dan belakang lutut kiri.

Polisi tak kesulitan menangkap pelaku. Yang bersangkutan hanya pasrah saat ditangkap di rumahnya. Dengan celana jeans masih bersimbah darah.

Kasus itu kemudian dilimpahkan ke Polres Kediri Kota. Ali langsung dititipkan di Lapas Kediri. Selain itu polisi menyita dua gawai Nokia, satu warna merah muda satu lagi warna hitam, satu bungkus rokok, sepasang sandal hitam milik korban, sepasang sandal hijau milik pelaku, sepasang sandal hijau milik Siti, kunci motor, dan korek gas yang ada di saku korban. Juga, sebilah sabit model bulu ayam yang digunakan pelaku juga diamankan.

Kamis malam itu mayat Baidowi langsung dimakamkan oleh pihak keluarga. Sedangkan Ali dalam pemeriksaan intensif. Sampai kemarin, pria yang bekerja sebagai petani ini ditahan di Lapas Kota Kediri. “Kasus ini dilimpahkan dari Polsek Banyakan ke Polres Kediri,” terang Kamsudi.

(rk/rq/die/JPR)

Alur Cerita Berita

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia