Kamis, 13 Dec 2018
radarkediri
icon-featured
Hukum & Kriminal

Sindikat SS dan Pil Koplo Libatkan Bocah sebagai Pengedar

20 November 2018, 14: 30: 35 WIB | editor : Adi Nugroho

sabu-sabu narkotika

PERUSAK GENERASI: Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal (berdiri, belakang tengah) saat menunjukkan komplotan pengedar sabu-sabu dan pil koplo di Mapolres Kediri. Komplotan ini melibatkan remaja di bawah umur sebagai pengedar. (HABIBAH ANISA - RadarKediri.JawaPos.com)

KEDIRI KABUPATEN – Ancaman penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) terhadap remaja di bawah umur semakin membesar. Para penjahat tak hanya menjadikan generasi bangsa ini sebagai sasaran peredaran saja. Namun, juga melibatkannya sebagai pengedar.

Seperti yang tersaji dalam rilis Polres Kediri terkait kejahatan narkoba tersebut. Salah satu pengedarnya masih berusia 17 tahun. Yaitu AR, warga Pagu. Hanya, AR kemarin tak ada di barisan para tersangka yang dipamerkan ke media.

“Untuk tersangka di bawah umur tidak dilakukan penahanan. Namun tetap wajib lapor,” jelas Kapolres AKBP Roni Faisal Saiful Fathon.

Kemarin (19/11) Polres Kediri merilis penangkapan dua komplotan pengedar narkoba. Satu komplotan mengedarkan pil jenis dobel L. Sedangkan yang satu komplotan memasarkan narkotika jenis sabu-sabu (SS). Nah, AR merupakan anggota komplotan pengedar pil koplo.

Selain AR, yang anggota komplotan ini adalah Prio Wicaksono, 23, warga Desa Kambingan Pare, dan Totok Sutikno, 24, warga Desa Nanggungan, Kayenkidul. Yang bikin geleng kepala, dari para tersangka ini berhasil disita lebih dari 32 ribu butir pil koplo. Tepatnya sebanyak 32.940 butir!

“Pertama kami mengamankan AR. Dari tangan tersangka itu petugas mengamankan 500 butir pil dobel L,” ungkap Kasatresnarkoba AKP Eko Prasetiyo Sanosin.

Eko menjelaskan, Selasa (13/11) petugas mendapat informasi dari masyarakat. Terkait dengan maraknya peredaran pil jenis dobel L di Desa Jagung, Pagu. Setelah melakukan penyelidikan, polisi menyasar rumah AR. Dan langsung melakukan penggeledahan.

“Ratusan butir pil dobel itu dikemas dalam plastik siap edar,” jelasnya.

Setelah berhasil mengamankan AR, petugas lantas melakukan interogasi. Dari hasil interogasi, polisi mendapatkan dua nama tersangka lainnya. Yaitu Prio dan Totok. Keduanya juga tertangkap di rumah masing-masing.

Dari tangan Prio polisi mengamankan 990 butir pil dobel L. Pil-pil itu ditempatkan dalam tas kresek. Sedangkan dari penangkapan Totok polisi mendapatkan barang bukti terbanyak. Yaitu sejumlah 31 rrbu butir. Juga masih berada di tas kresek hitam. Polisi juga menyita satu gawai merek Xiomi warna hitam dan Andromax warna putih.

“Akibar perbuatannya, ketiganya telah melanggar pasal 197 subs dan pasal 196 undang-undang no 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara” ujar Eko.

Komplotan kedua yang dipamerkan kemarin adalah pengedar sabu-sabu. Mereka adalah Winarno, 55, warga Desa Sukorejo, Ngasem; Yudi Aryanto, 39, warga Desa Pelem, Kabupaten Nganjuk; dan Sutrisno, 39, warga Desa Tugurejo, Ngasem. “Di tangan ketiganya, petugas berhasil mengamankan 20,78 gram sabu-sabu,” jela Eko.

Sama seperti saat membongkar komplotan koplo, penangkapan bermula dari informasi masyarakat. Warga Sukorejo curiga ada aktivitas terlarang di desanya. “Setelah mendapatkan laporan tersebut petugas langsung melakukan lidik,” ungkap Eko.

Kemudian, Rabu (14/11) sekitar pukul 10.00 WIB, polisi menggerebek rumah Winarko. Kebetulan saat itu juga ada Aryanto. Dari keduanya didapat enam plastik klip sabu-sabu dengan berat masing-masing 1,97 gram. Juga ada satu klip lagi seberat 0,30 gram.

Dari penangkapan itu polisi mengembangkan penyelidikan. Hasilnya, muncul nama Sutrisno. Sekitar pukul 14.00 WIB, polisi melakukan pengeledahan rumah yang terletak di Dusun Jeruk,  Desa Tugurejo, Ngasem. Dari Sutrisno polisi mendapatkan 18,49 gram. Para tersangka terancam pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) No 35 tahun 2009 tentang narkotika. Hukuman paling lama adalah seumur hidup.

(rk/baz/die/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia